(Businesslounge Journal-News & Insight) Ingin orang benar-benar memperhatikan pengumuman pendanaan startup Anda? Salah satu caranya adalah mengalokasikan sebagian dana untuk menyewa tim kreatif yang berkualitas.
Strategi tersebut terbukti berhasil bagi Bland, startup kecerdasan buatan yang mengembangkan agen telepon otomatis untuk perusahaan-perusahaan besar.
Perusahaan yang berbasis di San Francisco dan berdiri pada 2023 itu baru saja memperoleh tambahan pendanaan sebesar US$50 juta dari sejumlah investor, termasuk Scale AI, Emergence Capital, HubSpot, Dell Technologies Capital, dan Upfront Ventures. Dengan pendanaan terbaru ini, total dana yang berhasil dihimpun Bland telah melampaui US$100 juta.
Biasanya, pengumuman pendanaan seperti ini hanya berakhir di kotak masuk email atau mendapat beberapa komentar dukungan di LinkedIn. Namun kali ini berbeda. Pengumuman Bland menjadi viral di platform X dan meraih lebih dari dua juta tayangan.
Alasannya? Bukan para pendiri perusahaan, yaitu Isaiah Granet dan Sobhan Nejad, yang menyampaikan kabar tersebut. Sebaliknya, sosok Toby dari serial televisi terkenal The Office yang menjadi pembawa pesannya.
Dalam unggahan perusahaan disebutkan:
“Hari ini kami mengumumkan bahwa kami telah menutup pendanaan Seri C dan mengumpulkan US$100 juta untuk melanjutkan otomatisasi panggilan telepon paling kompleks di dunia. Kami meminta seseorang bernama Paul untuk membicarakannya karena tidak ada orang lain di kantor yang mau melakukannya.”
Unggahan itu disertai video berdurasi sekitar satu menit yang dinarasikan oleh Paul Lieberstein, aktor pemenang Emmy yang dikenal luas berkat perannya sebagai Toby Flenderson, kepala divisi sumber daya manusia di perusahaan fiktif Dunder Mifflin dalam serial The Office.
Dalam video tersebut, Lieberstein yang diperkenalkan sebagai juru bicara Bland menjelaskan bisnis perusahaan dengan gaya datar khas karakter Toby. Namun kemudian suasana berubah ketika ia tampak keluar dari naskah.
“Berapa total dana yang berhasil dihimpun perusahaan ini? US$100 juta? Dolar AS?” tanya Lieberstein kepada seseorang di luar kamera.
“Saya mau saham. Saya mau obligasi. Saya mau opsi. Saya mau kontrak berjangka. Saya mau semuanya. Ini tidak masuk akal.”
Sepanjang video, adegan-adegan seperti itu terus muncul, memadukan penyampaian yang datar dengan komentar spontan yang mengundang tawa.
Pendekatan tersebut berhasil menarik perhatian publik, bahkan mendapat pujian dari Paul Graham, pendiri bersama Y Combinator dan pengusaha serial. Ia menulis di X:
“Ini mungkin pengumuman pendanaan pertama yang benar-benar saya tonton ulang.”
Di balik video viral tersebut terdapat bantuan dari pihak eksternal. Konsep dan naskah video dikembangkan oleh Day Job, agensi kreatif yang berbasis di Los Angeles dan pernah bekerja sama dengan sejumlah merek konsumen yang tengah naik daun, seperti David Protein, Fly By Jing, dan Recess.
Sementara proses produksi dan pascaproduksi ditangani oleh Near Future yang berbasis di Concord. Studio tersebut juga pernah bekerja sama dengan perusahaan besar seperti [Amazon], [Airbnb], dan Oura.
Keberhasilan Bland menunjukkan bahwa di tengah banjir informasi dan pengumuman startup yang serupa, kreativitas dalam penyampaian pesan dapat menjadi faktor pembeda yang sangat efektif untuk menarik perhatian publik maupun investor.

