Persaingan memperebutkan perusahaan teknologi Jepang kembali memanas. Operator platform digital Line-Yahoo Jepang dilaporkan mengajukan penawaran non-mengikat untuk mengakuisisi Kakaku.com, perusahaan internet yang dikenal lewat situs perbandingan harga dan layanan ulasan restoran Tabelog. Nilai perusahaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$4 miliar atau lebih dari Rp64 triliun.
Langkah ini menjadi tantangan langsung bagi perusahaan investasi asal Swedia, EQT, yang sebelumnya sudah lebih dulu mengajukan proposal akuisisi. Namun, situasi menjadi semakin menarik karena manajemen Kakaku.com disebut lebih mendukung tawaran dari EQT dibandingkan dengan proposal pesaing lain.
Kakaku.com merupakan salah satu pemain digital paling berpengaruh di Jepang. Platform utamanya menyediakan layanan pembanding harga berbagai produk elektronik, rumah tangga, hingga kebutuhan sehari-hari. Namun, aset yang paling bernilai saat ini adalah Tabelog, aplikasi dan situs pencarian restoran yang sangat populer di Jepang dan sering dianggap sebagai “Google Review versi kuliner Jepang.”
Popularitas Tabelog membuat Kakaku.com memiliki posisi strategis di sektor digital konsumen Jepang. Basis pengguna yang besar, data perilaku konsumen, serta dominasi di industri pencarian restoran menjadikan perusahaan ini incaran investor global maupun raksasa teknologi domestik.
Bagi Line-Yahoo, akuisisi Kakaku.com bisa memperkuat ekosistem digital mereka secara signifikan. Setelah merger antara Line dan Yahoo Japan beberapa tahun lalu, perusahaan hasil gabungan tersebut terus berupaya memperluas layanan di bidang e-commerce, pembayaran digital, media, dan gaya hidup. Mengambil alih Kakaku.com berarti memperoleh akses langsung ke jutaan pengguna aktif yang rutin mencari rekomendasi produk dan restoran.
Selain itu, integrasi Tabelog dengan layanan Line dipandang memiliki potensi besar. Jepang merupakan salah satu pasar dengan tingkat penggunaan aplikasi Line tertinggi di dunia. Jika data pengguna, layanan reservasi restoran, pembayaran digital, dan iklan dapat diintegrasikan, maka perusahaan bisa menciptakan ekosistem digital yang lebih kuat untuk bersaing dengan pemain global seperti Google dan Amazon.
Namun demikian, sumber industri menyebut bahwa penawaran dari Line-Yahoo masih bersifat non-binding atau belum mengikat secara resmi. Artinya, proses negosiasi masih dapat berubah sewaktu-waktu tergantung hasil pembicaraan lebih lanjut, termasuk soal valuasi dan struktur transaksi.
Di sisi lain, EQT dinilai memiliki pendekatan yang lebih disukai oleh manajemen Kakaku.com. Perusahaan private equity asal Swedia itu dikenal aktif berinvestasi di sektor teknologi dan digital Asia. Dukungan manajemen perusahaan target sering kali menjadi faktor penting dalam proses akuisisi di Jepang, terutama karena budaya bisnis Jepang cenderung mengutamakan stabilitas dan kesinambungan operasional.
Fenomena ini juga menunjukkan meningkatnya persaingan untuk menguasai aset teknologi Jepang yang dianggap masih undervalued dibandingkan dengan perusahaan digital di Amerika Serikat atau China. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak investor global mulai memburu perusahaan teknologi Jepang karena memiliki arus kas kuat, merek terpercaya, dan basis pengguna loyal.
Jika transaksi ini berhasil, maka akuisisi Kakaku.com bisa menjadi salah satu kesepakatan teknologi terbesar di Jepang tahun ini. Persaingan antara Line-Yahoo dan EQT pun diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa bulan mendatang, seiring dengan semakin agresifnya investor global dalam masuk ke pasar digital Jepang yang selama ini relatif tertutup.

