VinFast Incar Profitabilitas Global, Targetkan 100.000 Penjualan EV

(Business Lounge Journal –  News)

Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, kembali menunjukkan ambisinya di panggung global. Dalam rapat umum tahunan Vingroup di Hanoi, Chairman Vingroup sekaligus orang terkaya Vietnam, Pham Nhat Vuong, menegaskan target besar perusahaan: menjual 100.000 unit kendaraan listrik (EV) di luar pasar domestik pada tahun 2026. Target ini menjadi bagian dari strategi agresif VinFast untuk memperkuat posisinya sebagai pemain global di industri otomotif listrik.

Yang dimaksud pasar “di luar Vietnam” mencakup sejumlah wilayah kunci yang saat ini sudah menjadi fokus ekspansi VinFast. Amerika Serikat menjadi salah satu target utama, terutama melalui pembangunan pabrik di North Carolina yang diharapkan mendukung distribusi dan produksi lokal. Selain itu, Kanada juga menjadi pasar penting di Amerika Utara, dengan beberapa model VinFast уже mulai dipasarkan di sana.

Di kawasan Eropa, VinFast membidik negara-negara seperti Jerman, Prancis, dan Belanda. Negara-negara ini dipilih karena tingkat adopsi kendaraan listrik yang tinggi serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap energi bersih. VinFast juga sempat membuka showroom dan jaringan distribusi di beberapa kota besar di kawasan tersebut untuk memperkenalkan mereknya ke konsumen lokal.

Sementara itu di Asia, VinFast mulai memperluas jangkauan ke pasar regional seperti Indonesia, India, dan Filipina. Indonesia menjadi salah satu fokus utama di Asia Tenggara, mengingat potensi pasar yang besar dan dukungan pemerintah terhadap ekosistem kendaraan listrik. Rencana pembangunan pabrik di Indonesia juga menunjukkan keseriusan VinFast dalam menggarap pasar ini secara jangka panjang. Di India, perusahaan melihat peluang besar dari populasi yang masif dan meningkatnya kebutuhan kendaraan ramah lingkungan.

Langkah ekspansi ini bukan tanpa tantangan. VinFast harus bersaing dengan pemain global seperti Tesla di Amerika Serikat, BYD dari China yang agresif di berbagai pasar, serta produsen otomotif tradisional di Eropa yang kini активно beralih ke kendaraan listrik. Selain itu, perbedaan regulasi di tiap negara, preferensi konsumen, hingga infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting yang harus diadaptasi.

Meski demikian, Vuong tetap optimistis. Ia menyatakan bahwa VinFast menargetkan untuk mencapai EBITDA positif pada tahun 2027. Target ini menunjukkan bahwa VinFast tidak hanya fokus pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada keberlanjutan finansial jangka panjang.

Strategi VinFast mencakup investasi besar dalam teknologi, pembangunan fasilitas produksi di luar negeri, serta penawaran produk dengan harga kompetitif dan fitur modern. Model kendaraan mereka dirancang untuk memenuhi standar global, mulai dari desain hingga teknologi konektivitas.

Dengan langkah ekspansi ke Amerika Utara, Eropa, dan Asia, VinFast sedang membangun fondasi untuk menjadi pemain global. Jika target 100.000 unit penjualan di luar Vietnam tercapai, perusahaan ini tidak hanya memperkuat posisinya di industri EV, tetapi juga membawa nama Vietnam sebagai kekuatan baru dalam industri otomotif dunia.