Nuance Audio

Nuance Audio Menyatukan Pendengaran dan Penglihatan

(Business Lounge – Global News) Sebuah perangkat baru bernama Nuance Audio mulai menarik perhatian pasar kesehatan konsumen di Amerika Serikat dan Eropa. Dibuat oleh EssilorLuxottica, perusahaan yang dikenal sebagai pembuat kacamata Ray-Ban dan pemilik jaringan optik seperti LensCrafters, inovasi ini menyatukan alat bantu pendengaran ke dalam desain kacamata yang elegan dan praktis. Bagi banyak orang yang enggan memakai alat bantu dengar konvensional karena stigma atau ketidaknyamanan fisik, Nuance menjadi alternatif menarik yang tidak hanya fungsional tetapi juga penuh gaya.

Nuance Audio merupakan kacamata yang dirancang untuk orang-orang dengan gangguan pendengaran ringan hingga sedang. Perangkat ini dilengkapi mikrofon kecil yang tertanam di bingkai kacamata serta speaker mini di dekat pelipis, memungkinkan suara diperkuat secara halus langsung ke telinga pengguna tanpa perlu menutup saluran telinga. Teknologi ini menjaga pengalaman mendengar tetap alami, sekaligus memungkinkan penguatan suara yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Aplikasi seluler yang terhubung dengan kacamata ini memungkinkan pengguna mengatur volume, menyesuaikan penguatan frekuensi, serta memilih mode fokus pendengaran, misalnya untuk mendengar arah depan atau mengurangi kebisingan sekitar.

EssilorLuxottica memulai penjualannya di Amerika Serikat dan Italia pada awal 2025, setelah sebelumnya mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) sebagai perangkat medis over-the-counter dan sertifikasi CE Mark di Eropa. Produk ini dijual dengan harga sekitar 1.200 dolar AS dan dapat ditemukan di jaringan ritel seperti LensCrafters, Pearle Vision, Target Optical, serta toko optik independen yang bekerja sama dengan audiologis.

Secara desain, Nuance tidak berbeda jauh dari kacamata konvensional. Model-modelnya tersedia dalam gaya panthos dan square, dengan pilihan warna klasik seperti hitam dan burgundy. Perusahaan juga menawarkan lensa Transitions yang otomatis menyesuaikan intensitas cahaya, serta varian lensa dengan filter cahaya biru. Semua ini menjadikan Nuance bukan hanya perangkat bantu, tetapi juga aksesori fesyen dan perlindungan visual.

Beberapa pengguna awal melaporkan pengalaman positif. Seorang pensiunan bernama Beth Yauman mengatakan bahwa Nuance membantunya berkomunikasi dengan lebih nyaman dalam situasi sosial tanpa merasa seperti memakai alat medis. Pengguna lain, Peter Rothman, menyebutkan bahwa suara percakapan terasa lebih jernih dibanding earbud atau alat bantu yang pernah ia coba sebelumnya. Namun demikian, beberapa pengguna menyebut bahwa perangkat ini sedikit lebih berat dibanding kacamata biasa, dengan bobot mendekati 40 gram. Daya tahan baterainya juga terbatas, yakni sekitar delapan jam pemakaian aktif per hari.

Selain masalah teknis, Nuance Audio juga menghadapi keterbatasan dari sisi efektivitas. Karena perangkat ini tidak dibuat untuk gangguan pendengaran berat, pengguna dengan kebutuhan lebih kompleks mungkin tetap memerlukan alat bantu tradisional atau perangkat implan. Beberapa ulasan mencatat bahwa dalam situasi sangat bising atau ruangan dengan gema tinggi, perangkat ini bisa mengalami distorsi suara atau mengeluarkan desis yang mengganggu. Meskipun ada fitur untuk menyesuaikan penguatan suara melalui aplikasi, preset bawaan dinilai belum optimal untuk semua variasi gangguan pendengaran.

Namun keunggulan utama Nuance Audio terletak pada kenyamanan dan penerimaan sosial. Sebagai kacamata biasa yang terlihat modis, perangkat ini menghindarkan penggunanya dari stigma visual yang sering melekat pada alat bantu dengar konvensional. Bagi jutaan orang yang sebenarnya memerlukan bantuan pendengaran tetapi enggan mencarinya karena citra negatif atau ketidaknyamanan estetika, Nuance menawarkan jembatan yang elegan antara fungsi dan penampilan.

Dari sisi industri, perangkat ini mencerminkan pergeseran besar dalam teknologi wearable medis. Dalam dekade terakhir, alat bantu pendengaran telah berkembang dari perangkat klinis mahal menjadi produk konsumen dengan estetika dan personalisasi. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia, lebih dari 1,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan pendengaran tingkat ringan hingga sedang, dan hanya sebagian kecil dari mereka yang menggunakan perangkat bantu. Nuance memanfaatkan celah ini dengan menawarkan produk yang dapat dibeli tanpa resep, mudah digunakan, dan menyatu dengan gaya hidup modern.

EssilorLuxottica juga menunjukkan bahwa perusahaan optik tidak lagi hanya berfokus pada penglihatan. Dengan investasi di bidang akustik, mereka memperluas ranah pelayanan menjadi kombinasi dua indra utama manusia: penglihatan dan pendengaran. Strategi ini dapat membuka jalur bisnis baru sekaligus mengkonsolidasikan peran mereka dalam dunia teknologi kesehatan yang semakin terintegrasi.

Meskipun masih dalam tahap awal, Nuance Audio mewakili perubahan paradigma. Ini bukan hanya alat bantu pendengaran, melainkan solusi gaya hidup. Konsumen tidak lagi harus memilih antara fungsi dan penampilan. Perangkat seperti ini juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam industri teknologi: perangkat medis yang tersembunyi di balik desain konsumen, membaur tanpa memerlukan pengakuan sosial, dan memberi nilai tambah tanpa mengubah identitas pengguna.

Perjalanan Nuance Audio masih panjang. Masih ada tantangan dalam hal masa pakai baterai, optimasi suara, dan edukasi pasar. Namun langkah awal yang diambil oleh EssilorLuxottica menjadi penanda penting bahwa masa depan teknologi bantu bukan hanya milik laboratorium atau klinik, tetapi juga etalase ritel dan lemari pribadi.

Dengan strategi ekspansi ke Eropa dan Asia pada akhir 2025, perusahaan ini berharap dapat memperluas adopsi global. Jika berhasil, Nuance Audio bisa menjadi katalis untuk merevolusi cara kita memahami alat bantu—bukan sebagai simbol keterbatasan, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup modern yang inklusif dan penuh teknologi.