Bastille Day di Jakarta Tandai Penguatan Hubungan Indonesia–Prancis

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Perayaan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day berlangsung di Hotel Raffles Jakarta pada Selasa malam, 14 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat Indonesia, serta berbagai duta besar dari negara sahabat Prancis. Dalam sambutannya, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, menyinggung dua deklarasi yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron sebagai bagian dari penguatan hubungan kedua negara. Penone saat ini memang menjabat sebagai Duta Besar Prancis untuk ketiga wilayah tersebut.

Deklarasi pertama sering disebut sebagai Deklarasi Borobudur karena diluncurkan ketika kedua presiden mengunjungi Candi Borobudur pada 29 Mei 2025. Namun, nama resminya adalah Joint Declaration on the Strategy in the Field of Culture, atau dalam bahasa Prancis, Déclaration conjointe entre la France et l’Indonésie portant sur une stratégie dans le domaine culturelDeklarasi tersebut menjadi kerangka kerja sama dalam perlindungan warisan budaya, pengelolaan dan digitalisasi museum, pertukaran seniman, perfilman, musik, mode, desain, kerajinan, gastronomi, permainan video, dan seni pertunjukan. Indonesia dan Prancis juga sepakat mendukung pengembangan Borobudur Cultural Centre sebagai pusat inovasi serta jejaring kebudayaan internasional.

Deklarasi kedua ditetapkan saat kunjungan kenegaraan Prabowo ke Paris pada 28 Mei 2026. Dokumen itu secara resmi berjudul Declaration on a Joint French-Indonesian Strategy on Education, Research, and Mobility, atau Déclaration sur une stratégie conjointe franco-indonésienne sur l’éducation, la recherche et la mobilité dalam bahasa Prancis. Deklarasi tersebut mencakup pelatihan guru, pendidikan vokasi, pengajaran bahasa, pertukaran mahasiswa dan peneliti, serta penelitian bersama dalam bidang perubahan iklim, ketahanan pangan, kesehatan, keanekaragaman hayati, transisi energi, kecerdasan buatan, dan transformasi digital.

Kerja Sama Pertahanan Semakin Konkret

Pertahanan menjadi salah satu pilar utama hubungan Indonesia–Prancis. Indonesia memesan 42 pesawat tempur Dassault Rafale melalui kontrak senilai sekitar US$8,1 miliar yang ditandatangani pada 2022. Tiga Rafale pertama tiba di Indonesia pada Januari 2026. Pada upacara penyerahan perlengkapan pertahanan pada 18 Mei 2026, Indonesia telah menerima enam Rafale sebagai bagian dari pengiriman bertahap pesawat-pesawat tersebut.

Indonesia juga membeli dua kapal selam Scorpène Evolved dari Naval Group. Kontraknya mulai berlaku pada 23 Juli 2025, dengan pembangunan kapal yang direncanakan berlangsung di Indonesia bersama PT PAL melalui transfer teknologi.

Pada Mei 2025, kedua negara turut menandatangani Letter of Intent mengenai kemungkinan pengadaan tambahan sistem pertahanan, termasuk Rafale dan kapal selam. Namun, dokumen tersebut masih merupakan pernyataan minat dan bukan kontrak pembelian final.

Kemajuan Ekonomi dan Kebudayaan

Hubungan ekonomi memasuki tahap baru ketika Prabowo dan Macron meluncurkan France–Indonesia High Level Business Council di Paris pada 28 Mei 2026. Forum tersebut mempertemukan 30 pemimpin perusahaan Indonesia dan Prancis serta menghasilkan empat kesepakatan komersial senilai sekitar US$3,5 miliar dalam bidang energi, perdagangan, dan pertahanan. Kedua negara juga menargetkan peningkatan perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035.

Di bidang kebudayaan, kerja sama mulai diterjemahkan menjadi program yang lebih konkret, termasuk pengembangan museum, pelestarian warisan budaya, produksi film bersama, pelatihan pekerja kreatif, dan pertukaran di sektor permainan video, film, desain, mode, serta kerajinan.

Perayaan Bastille Day di Jakarta dengan demikian tidak hanya memperingati Hari Nasional Prancis. Acara tersebut juga menggambarkan hubungan Indonesia–Prancis yang semakin luas dan terstruktur, mulai dari pertahanan dan investasi hingga pendidikan, riset, industri kreatif, serta pelestarian warisan budaya.