(Business Lounge Journal – Culture)
Belgia adalah negara yang terletak di jantung Eropa dan memadukan tiga budaya unik negara Prancis, Belanda, dan Jerman. Tiga budaya negara itu terserap dalam budaya hidup bangsa Belgia. Namun, masyarakatnya memiliki kebiasaan hidup sendiri yang unik dan menarik.
Budaya unik dan menarik apa saja yang dimiliki oleh masyarakat Belgia?
1. Kentang Goreng adalah Kebanggaan Nasional
Bagi sebagian orang, kentang goreng adalah makanan biasa. Namun, bagi masyarakat Belgia, kentang goreng adalah kebanggaan nasional. Meskipun kentang goreng dinamakan “French fries”, orang Belgia mengklaim bahwa merekalah yang pertama kali menemukan makanan ini.
Sejarah singkat mengenai kentang goreng Belgia diyakini terjadi di wilayah Lembah Meuse pada abad ke-17, di mana penduduk lokal memancing ikan kecil di Sungai Meuse sebagai makanan pokok mereka. Ikan kecil itu dipotong kecil-kecil seperti irisan kentang goreng. Ketika musim dingin tiba, ikan tidak dapat ditemui di Sungai Meuse. Sebagai gantinya, masyarakat lokal mengonsumsi kentang yang diiris dan digoreng seperti mereka mengolah ikan kecil dari sungai tersebut.
Lembah Sungai Meuse terletak di antara kota Dinant dan Liège. Legenda Belgia ini diperkirakan terjadi sekitar tahun 1680.
Hingga hari ini, kentang goreng banyak dijual di rumah makan Belgia atau kedai kecil di jalan bernama “fritkot”. Pada tahun 2014, UNESCO menetapkan bahwa budaya makan di “fritkot” diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh pemerintah Belgia.
2. Budaya Minum Bir adalah Sakral
Salah satu cara menghangatkan badan di suhu udara yang sangat rendah biasanya dilakukan orang Belgia dengan minum bir. Ada sensasi hangat dan menyegarkan. Bagi orang Belgia, minum bir tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat lokal.
Minum bir dari gelas yang salah adalah sebuah kesalahan fatal dan dapat dianggap sebagai sebuah “dosa”. Setiap merek bir memiliki pasangan gelasnya tersendiri. Budaya minum bir ini sangat unik. Orang Belgia tidak mau minum bir dari gelas yang salah. Mereka harus minum bir dari gelas yang sesuai dengan mereknya. Setiap bentuk gelas bir didesain unik untuk menonjolkan aroma dan karakter khas bir tersebut.
Contoh gelas bir Belgia di antaranya adalah gelas Kwak. Gelas bir ini berbentuk seperti labu kimia dengan dasar bulat dan penyangga kayu. Ada juga yang namanya gelas Trappist, berbentuk seperti piala lebar (chalice). Gelas ini didesain agar aroma bir lebih keluar dan semerbak.
Pernah terjadi seorang pelayan di kedai kopi meminta maaf kepada pelanggan karena gelas bir yang sesuai dengan jenis bir yang dipesan tidak tersedia. Bagi orang Belgia, budaya minum bir adalah sebagai teman, bukan untuk mabuk. Biasanya, orang Belgia minum bir dengan keju, sosis, atau daging sapi. UNESCO menetapkan budaya minum bir Belgia sebagai warisan budaya takbenda kemanusiaan.
3. Kecintaan akan Cokelat
Salah satu hal yang paling dikenal tentang Belgia adalah cokelatnya. Banyak orang yang meminta cokelat Belgia kepada kerabat yang mengunjungi negara ini.
Di Belgia, membuat cokelat adalah sebuah seni. Banyak toko cokelat Belgia menyediakan cokelat dalam jumlah terbatas untuk menjaga kualitas. Cokelat dibuat secara manual, dengan tangan, untuk menjaga tradisi dan keaslian rasa dari generasi ke generasi di tengah maraknya cokelat yang diproduksi dengan teknologi industri secara massal.
Secara sejarah, Belgia pernah memiliki koloni di Kongo. Hal ini memberi Belgia akses pada perkebunan kakao berkualitas, yang kemudian diolah menjadi cokelat dengan cita rasa Eropa yang manis, dengan berbagai inovasi seperti “praline”, yaitu cangkang cokelat keras yang diisi krim lembut dan kacang (ganache). Selain itu, inovasi “ballotin” adalah seni mengemas cokelat agar tetap awet, tidak mudah hancur, serta tampil menarik.
Beberapa merek cokelat Belgia yang terkenal adalah Leonidas, Guylian, Galler, Neuhaus, dan Godiva. Jika kita mengunjungi toko cokelat di sana, tak jarang pelayan akan membagikan potongan kecil cokelat untuk dicoba. Cokelat yang dipajang di etalase juga memiliki bentuk beragam, seperti istana, rumah, anjing lucu, hingga tokoh dunia. Saat membeli cokelat, pelayan juga sering memberikan cokelat kecil berbentuk bola sebagai tanda terima kasih. Ini salah satu hal yang kusuka dari Belgia.
4. Kemampuan Multibahasa
Karena letaknya di jantung Eropa dan berbatasan dengan Prancis, Belanda, dan Jerman, orang Belgia umumnya dapat menguasai tiga bahasa tersebut. Mereka juga sangat fasih berbahasa Inggris, sementara kita bisa mendengar orang-orang di sekitar berbicara dalam bahasa Prancis maupun Belanda. Jika kita bepergian dengan kereta bersama orang lokal, mereka dengan mudah menyesuaikan bahasa. Di Brussels, ibu kota Belgia, banyak orang berbicara dalam bahasa Prancis. Namun, ketika naik kereta ke kota Brugge, bahasa berganti menjadi bahasa Belanda. Orang Belgia terbiasa berganti bahasa karena mereka dibesarkan di negara dengan tiga bahasa resmi.
Secara ringkas, pembagian bahasa telah diatur oleh pemerintah setempat. Wilayah bagian utara Belgia (Flemish) menggunakan bahasa Belanda, sedangkan bagian selatan (Wallonia) menggunakan bahasa Prancis.
5. Sangat Burgondisch (Menikmati Hidup)
Ini adalah gaya hidup perpaduan antara budaya Prancis, Jerman, dan Belanda. Orang Belgia sangat menikmati hidup. Mereka sangat menghargai waktu makan. Apa yang mereka makan dan minum berasal dari bahan berkualitas dan tidak dilakukan dengan terburu-buru, melainkan benar-benar dinikmati. Tak heran, untuk makanan dan minuman tertentu di Belgia terdapat banyak aturan, bahkan ada yang dianggap sakral.
Orang Belgia menganggap makan dan minum bukan hanya sekadar mencari kenyang. Melalui makan dan minum, mereka mengapresiasi dan merayakan hidup setiap hari.
Selain dalam hal makan dan minum, orang Belgia juga menikmati hidup dengan membaca buku dan komik. Banyak komik ternama berasal dari Belgia, seperti Tintin, Smurf, dan Lucky Luke. Selain itu, mereka juga senang memelihara hewan seperti anjing dan kucing. Uniknya, hewan peliharaan ini boleh dibawa naik kendaraan umum di sana.
Dalam bekerja, mereka sangat disiplin dan menghargai waktu. Dalam kehidupan sehari-hari, orang Belgia tetap sederhana, tampil apa adanya tanpa berlebihan. Mereka mungkin tampak dingin dari luar, tetapi jika sudah mengenal lebih dekat, orang Belgia sebenarnya ramah dan hangat.

