Mercedes-Benz

Mercedes-Benz Tertekan Sepanjang 2025, Permintaan Bangkit di Akhir Tahun

(Business Lounge – Global News) Mercedes-Benz Group AG menutup tahun 2025 dengan catatan yang mencerminkan kerasnya tekanan di pasar otomotif global. Penjualan mobil penumpang perusahaan turun 9% dibandingkan tahun sebelumnya, menandai salah satu kontraksi tahunan terbesar bagi merek mobil mewah asal Jerman itu dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan penjualan yang dikutip oleh MarketScreener, total kendaraan yang dikirimkan Mercedes-Benz sepanjang 2025 turun menjadi sekitar 1,8 juta unit, mencerminkan pelemahan permintaan di pasar-pasar utama seperti China dan Amerika Serikat.

Namun di balik gambaran tahunan yang suram itu, manajemen melihat tanda-tanda pemulihan yang penting. Mercedes-Benz mengatakan bahwa permintaan pelanggan meningkat di kuartal keempat, dengan pertumbuhan penjualan secara berurutan di semua wilayah pasar. MarketScreener mencatat bahwa perusahaan menjual sekitar 459 ribu kendaraan pada kuartal keempat, naik sekitar 4% dibandingkan kuartal ketiga, sebuah sinyal bahwa sentimen konsumen mulai membaik setelah melewati periode terlemah di pertengahan tahun.

China menjadi salah satu sumber tekanan terbesar sepanjang 2025. Seperti dicatat oleh MarketScreener, konsumen di China semakin beralih ke merek lokal yang menawarkan teknologi canggih dengan harga lebih kompetitif, sementara tekanan harga di segmen kendaraan listrik dan premium semakin intens. Di Amerika Serikat, Mercedes-Benz juga menghadapi lingkungan yang sulit, dengan permintaan mobil mewah yang melunak di tengah ketidakpastian ekonomi dan pengetatan kondisi pembiayaan.

Eropa relatif lebih stabil, tetapi tidak cukup kuat untuk mengimbangi kelemahan di dua pasar terbesar tersebut. Akibatnya, kinerja tahunan Mercedes-Benz mencerminkan realitas baru industri otomotif global: bahkan merek premium tidak kebal terhadap perubahan perilaku konsumen, tekanan harga, dan meningkatnya persaingan.

Meski demikian, kuartal keempat memberikan narasi yang lebih konstruktif. Mercedes-Benz mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan terjadi di semua wilayah, menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bergantung pada satu pasar untuk memulihkan volume. Ini penting bagi investor karena menunjukkan bahwa perbaikan yang terjadi bersifat lebih luas dan bukan sekadar efek musiman atau satu wilayah tertentu.

Segmen kendaraan listrik juga mulai memberikan kontribusi yang lebih stabil di akhir tahun. Menurut MarketScreener, penjualan mobil listrik baterai Mercedes-Benz tumbuh sekitar 3% secara tahunan di kuartal keempat, didukung oleh model-model baru dan meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik premium. Walaupun secara keseluruhan segmen ini masih menghadapi persaingan sengit dari produsen China dan merek Barat lainnya, arah pergerakannya di akhir tahun memberi sinyal bahwa permintaan belum mencapai titik jenuh.

Manajemen Mercedes-Benz menekankan bahwa fokus mereka kini adalah menstabilkan volume sambil menjaga positioning premium dan profitabilitas. MarketScreener mencatat bahwa perusahaan berencana meluncurkan sejumlah model baru dan pembaruan produk pada 2026, termasuk lini kendaraan listrik dan pembaruan model kelas atas seperti S-Class dan SUV premium.

Bagi pasar, pesan yang paling penting dari laporan ini adalah kontras antara kinerja tahunan dan tren kuartalan. Tahun 2025 mungkin akan dikenang sebagai tahun yang berat bagi Mercedes-Benz, tetapi momentum di kuartal keempat menunjukkan bahwa merek ini masih memiliki daya tarik yang kuat di mata konsumen global. Jika tren pertumbuhan berurutan ini berlanjut, tekanan penjualan yang terlihat sepanjang 2025 bisa menjadi titik terendah sebelum pemulihan yang lebih berkelanjutan.