(Business Lounge – Global News) Lonjakan permintaan global untuk perangkat dan infrastruktur kecerdasan buatan mendorong Lenovo mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Dalam laporan terbarunya, perusahaan teknologi asal Tiongkok tersebut menyampaikan bahwa transformasi menuju bisnis AI-centric mulai menghasilkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan, sebagaimana diberitakan oleh Bloomberg yang menyoroti kinerja keuangan Lenovo yang melampaui ekspektasi pasar.
Kenaikan pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari kebutuhan perusahaan global akan server AI, workstation bertenaga GPU, serta solusi edge-AI yang digunakan untuk pengembangan model-model generatif internal. Reuters menulis bahwa permintaan terhadap perangkat keras komputasi berperforma tinggi meningkat tajam dalam dua kuartal terakhir karena perusahaan berlomba memperluas kapasitas AI mereka. Lenovo menjadi salah satu pemain yang diuntungkan berkat rantai pasok yang efisien dan kemitraan erat dengan produsen chip terkemuka.
Segmen Infrastructure Solutions Group (ISG) menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan Lenovo. Dalam analisisnya, The Wall Street Journal menyebut bahwa portofolio server AI Lenovo mengalami permintaan yang kuat dari klien korporat besar yang ingin membangun pusat data berbasis model AI privat. Keinginan banyak perusahaan untuk bergeser dari cloud publik menuju infrastruktur hybrid juga memperluas pasar bagi Lenovo, terutama di sektor finansial, kesehatan, dan telekomunikasi.
Sementara itu, PC AI kembali menjadi segmen yang mendongkrak pertumbuhan bisnis. Financial Times melaporkan bahwa perangkat PC AI yang dapat menjalankan model kecil secara lokal tanpa ketergantungan pada cloud menjadi faktor penting dalam pemulihan pasar komputer personal. Lenovo, yang termasuk produsen pertama yang merilis rangkaian PC AI komersial, mencatat peningkatan penjualan terutama dari perusahaan besar yang membutuhkan keamanan data yang lebih terjaga dan performa lokal yang konsisten.
Pada sektor layanan, Lenovo Solutions & Services Group (SSG) mencatat peningkatan pendapatan dari proyek konsultasi dan implementasi AI. CNBC menulis bahwa semakin banyak klien yang meminta Lenovo merancang arsitektur AI privat, membangun solusi edge, serta mengelola infrastruktur hybrid melalui layanan berbasis langganan. Pertumbuhan layanan memberikan kontribusi margin lebih tinggi yang memperkuat profitabilitas Lenovo secara keseluruhan.
Transformasi Lenovo dipercepat sejak gelombang pertumbuhan AI generatif pada 2023. Perusahaan memperbesar investasi riset dan pengembangan serta memperluas pusat manufaktur yang memungkinkan peningkatan kapasitas produksi server berteknologi tinggi. Media internasional lainnya menyebut bahwa kontrak suplai GPU yang stabil dengan Nvidia, AMD, dan Intel memberikan Lenovo posisi yang lebih kuat dalam menghadapi ketatnya ketersediaan chip global, yang menjadi hambatan utama bagi banyak perusahaan teknologi lain.
Meski mencatat rekor pendapatan, tantangan tetap membayangi. Reuters menyoroti bahwa ketidakpastian geopolitik antara AS dan Tiongkok berpotensi mengganggu rantai pasok komponen kritis jika tensi perdagangan kembali meningkat. Di sisi lain, inflasi global dan kondisi ekonomi yang melambat dapat menahan belanja modal perusahaan pada paruh berikutnya. Namun manajemen Lenovo tetap optimistis karena adopsi AI masih berada pada fase awal dan permintaan diperkirakan terus bertumbuh dalam jangka panjang.
Lenovo juga melihat peluang besar di sektor pemerintah, pendidikan, dan manufaktur. Bloomberg menambahkan bahwa permintaan AI edge—misalnya untuk robot industrial, kamera pintar, dan otomasi logistik—semakin melonjak, sementara pemerintah di berbagai negara memperluas investasi digital untuk efisiensi layanan publik. Lenovo diprediksi memperoleh keuntungan signifikan karena penguasaan teknologi edge yang lebih matang dibanding beberapa pesaing.
Dalam jangka panjang, perusahaan menargetkan menjadi penyedia infrastruktur AI global yang menawarkan solusi lengkap dari perangkat edge hingga server berkinerja tinggi untuk pusat data skala besar. The Wall Street Journal mencatat bahwa Lenovo secara strategis memosisikan diri bukan lagi sebagai produsen perangkat, tetapi sebagai perusahaan AI end-to-end yang mampu mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan.
Dengan capaian pendapatan tertinggi sepanjang masa dan prospek permintaan AI yang terus menguat, Lenovo berada dalam posisi yang kuat untuk melanjutkan ekspansi. Kombinasi antara pertumbuhan server AI, kebangkitan pasar PC AI, kontrak layanan premium, serta ekosistem teknologi yang terus berkembang membuat perusahaan memasuki era baru di tengah revolusi komputasi generatif yang sedang berlangsung di seluruh dunia.

