Chart Industries

Chart Industries dan Flowserve Merger Bernilai $19 Miliar

(Business Lounge – Global News) Dua raksasa industri asal Amerika Serikat, Chart Industries dan Flowserve, telah sepakat untuk meleburkan bisnis mereka dalam sebuah aksi merger all-stock yang akan menciptakan entitas baru dengan nilai gabungan sekitar 19 miliar dolar AS, termasuk utang. Kesepakatan ini menandai salah satu langkah paling ambisius dalam sektor rekayasa dan peralatan energi tahun ini, dan mencerminkan dorongan global menuju efisiensi rantai pasok serta diversifikasi lini produksi di tengah ketidakpastian geopolitik dan transformasi energi.

Seperti dilaporkan oleh The Wall Street Journal, kesepakatan ini akan menjadikan Flowserve sebagai pemilik sekitar 59% saham entitas baru, sementara pemegang saham Chart Industries akan memegang sekitar 41%. Struktur merger sepenuhnya berupa pertukaran saham, tanpa transaksi tunai. CEO Flowserve, Scott Rowe, akan memimpin perusahaan gabungan, sedangkan CEO Chart Industries saat ini, Jill Evanko, akan beralih menjadi penasihat khusus selama masa transisi hingga akhir 2025.

Menurut pernyataan resmi yang dikutip oleh Bloomberg, entitas baru ini akan memiliki jejak operasional global yang jauh lebih luas, dengan lebih dari 15.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 60 negara, serta pendapatan tahunan pro forma sekitar 6,7 miliar dolar AS. Sinergi operasional dan penghematan biaya yang diharapkan dari penggabungan ini diproyeksikan mencapai sekitar 300 juta dolar AS dalam tiga tahun pertama setelah integrasi.

Chart Industries dikenal sebagai produsen peralatan kriogenik dan sistem penyimpanan serta transportasi gas, termasuk LNG (liquefied natural gas), oksigen, dan hidrogen. Sementara Flowserve memiliki sejarah panjang sebagai pemasok pompa industri, katup, dan layanan mekanis untuk sektor minyak dan gas, pembangkit listrik, serta industri kimia. Kombinasi kekuatan keduanya dinilai dapat menciptakan pemimpin pasar di bidang teknologi aliran fluida dan pengelolaan tekanan tinggi untuk industri energi masa depan.

Dalam wawancara dengan CNBC, Scott Rowe menyatakan bahwa integrasi ini bukan sekadar strategi pertumbuhan ukuran, melainkan respons terhadap perubahan struktural di pasar energi global. Ia menekankan bahwa meningkatnya permintaan akan solusi dekarbonisasi, efisiensi energi, dan diversifikasi pasokan energi telah menciptakan kebutuhan akan portofolio teknologi yang lebih lengkap dan terkoneksi. “Kami melihat adanya kebutuhan nyata di pasar untuk mitra teknis yang bisa memberikan solusi lintas rantai pasokan energi, mulai dari LNG hingga hidrogen dan amonia,” ujarnya.

Di sisi lain, Jill Evanko menjelaskan bahwa merger ini mempercepat visi jangka panjang Chart Industries untuk menjadi pemimpin terintegrasi dalam teknologi energi bersih. Dalam pernyataan kepada Reuters, ia mengatakan bahwa “perusahaan gabungan ini akan memiliki kemampuan dan skala untuk melayani pelanggan dengan lebih efisien, terutama dalam proyek infrastruktur energi rendah karbon yang semakin berkembang di seluruh dunia.”

Langkah ini datang hanya setahun setelah Chart Industries menyelesaikan akuisisi besar terhadap Howden, sebuah penyedia solusi udara industri yang berbasis di Inggris, dalam transaksi senilai lebih dari 4 miliar dolar AS. Akuisisi tersebut telah memperluas eksposur Chart ke berbagai sektor seperti pengolahan gas, energi terbarukan, dan produksi hidrogen. Dengan bergabung bersama Flowserve, ekspansi ini kini mencapai dimensi baru—baik secara geografis maupun teknologi.

Reaksi pasar terhadap merger ini cukup positif. Saham Flowserve sempat naik lebih dari 5% setelah pengumuman merger, sementara saham Chart Industries juga menunjukkan kenaikan moderat, meskipun investor tetap mencermati dampak sinergi dan tantangan integrasi ke depan. Analis dari Jefferies dalam catatan yang dikutip oleh Yahoo Finance menyebut bahwa merger ini memiliki logika industri yang kuat dan bisa mempercepat pertumbuhan pendapatan dan margin laba operasional jika dijalankan secara disiplin.

Namun demikian, tantangan tidak kecil. Integrasi dua perusahaan industri besar dengan budaya organisasi, sistem operasional, dan portofolio pelanggan yang berbeda akan membutuhkan koordinasi yang kompleks. Masalah rantai pasok global, regulasi lintas negara, serta volatilitas harga energi dan bahan baku juga menjadi risiko yang perlu dikelola dengan hati-hati.

Selain itu, pasar global untuk peralatan dan teknologi energi kini semakin kompetitif, dengan munculnya pemain dari Asia dan Eropa yang berinovasi agresif di bidang energi bersih. Perusahaan gabungan ini harus mampu menjaga laju inovasi, sekaligus mempertahankan kepercayaan dari klien utama mereka di sektor industri berat, minyak dan gas, serta pembangkit listrik.

Merger Chart Industries dan Flowserve juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam lanskap industri berat global. Banyak perusahaan kini memilih strategi konsolidasi untuk mengatasi tekanan biaya, memperluas portofolio layanan, dan memperkuat posisi tawar dalam rantai pasok global yang semakin kompleks. Dalam laporan tahunan yang dikutip oleh Financial Times, Deloitte menyebut bahwa M&A lintas sektor energi dan teknologi industri akan terus meningkat, didorong oleh desakan transisi energi dan kebutuhan digitalisasi proses produksi.

Entitas baru hasil merger ini belum secara resmi mengumumkan nama baru yang akan digunakan, tetapi diperkirakan akan tetap mengandalkan warisan merek Flowserve dan Chart untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. Kantor pusat akan berlokasi di Irving, Texas—markas Flowserve saat ini—sementara fasilitas riset dan manufaktur dari kedua perusahaan akan dipertahankan, dengan kemungkinan konsolidasi tertentu dalam beberapa tahun ke depan.

Dari sisi finansial, perusahaan gabungan akan memiliki struktur utang bersih sekitar 5 miliar dolar AS, tetapi manajemen menegaskan bahwa rasio leverage akan dikelola secara konservatif, dengan target EBITDA yang tumbuh konsisten dari penggabungan lini bisnis dan optimalisasi aset. Sementara itu, para pemegang saham kedua perusahaan masih perlu menyetujui transaksi ini dalam rapat pemegang saham yang dijadwalkan pada kuartal ketiga 2025. Jika semua proses berjalan lancar, merger diharapkan selesai menjelang akhir tahun.

Dalam konteks geopolitik dan transformasi energi global, merger Chart Industries dan Flowserve memberikan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana perusahaan-perusahaan industri besar menata ulang strategi mereka. Tidak hanya untuk bertahan di tengah ketidakpastian pasar, tetapi juga untuk memimpin arah baru teknologi energi dan manufaktur industri masa depan.