Stay-at-home son

Strategi Menjaga Produktivitas Karyawan Walaupun WFH

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Seperti sudah kita ketahui bahwa gaya bekerja hybrid telah menjadi pilihan banyak talent saat ini. Ketika mereka mengajukan aplikasi mereka, maka hal ini sering kali menjadi pertimbangan. Apakah mereka dapat memiliki opsi untuk bekerja dari rumah.

Tetapi seperti keluhan beberapa orang manager, maka tidaklah mudah untuk menjaga produktivitas tim, sementara tim mereka tidak berada di hadapan mereka. Namun demikian, hal ini dapat tetap dijaga. Ada beberapa hal yang dapat Anda coba terapkan untuk tetap mendukung tim Anda tetap produktif.

1. Tetapkanlah ekspektasi yang jelas sejak awal

Ini adalah point yang sangat penting. Bayangkan saja, bilamana Anda berjalan tanpa arah, maka ada berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk sampai ke tujuan. Bisa-bisa Anda terus berjalan dan tidak kunjung tiba tujuan. Akibatnya, Anda akan merasa bosan dan memutuskan untuk berhenti sebelum tiba di tujuan.

Begitu juga dengan semua tim Anda. Baik mereka bekerja di kantor ataupun di rumah, maka ketika mereka tidak tahu apa yang harus mereka capai, akan menimbulkan kebingungan. Pastikanlah bahwa setiap orang pada tim Anda mengetahui dengan jelas apa yang diharapkan dari mereka. Karena itu, sebagai seorang manajer atau pemimpin, penting untuk mengomunikasikan ekspektasi Anda dengan tim Anda sedini mungkin. Apa saja itu?

  • Tanggung jawab mereka. Apalagi ketika mereka bekerja jarak jauh, maka tekankan apa yang menjadi tanggung jawab mereka. Bisa saja tetap sama, atau mungkin perlu diubah mengingat lingkungan kerja jarak jauh yang berbeda.
  • Kapan mereka harus online dan standby – hal ini terkait dengan jam kerja mereka. Apakah jam kerja yang sama ketika mereka bekerja dari kantor atau fleksibel. Hal ini haruslah Anda jelaskan kepada semua tim. Sehingga mereka yang sedang WFO mengetahui apa dan bagaimana ketika anggot yang lain sedang menjalankan WFH.
  • Bilamana mereka harus menghubungi Anda pada waktu-waktu tertentu
  • Kebijakan dan panduan baru tentang perilaku di tempat kerja, termasuk cara bekerja secara online dengan aman

Setelah kedua belah pihak telah paham apa yang menjadi ekspektasi, maka review-lah secara berkala untuk mengetahui apakah ekspektasi Anda terlalu berlebihan, atau sesuatu yang dapat dicapai. Namun didalam penerapannya, mungkin diperlukan waktu untuk menemukan alur kerja yang tepat bagi beberapa karyawan.

2. Perhatikan bagaimana cara Anda berkomunikasi

Dari beberapa kasus yang ada, maka komunikasi dapat menjadi tantangan bagi tim yang bekerja secara remote. Sebuah studi menemukan bahwa banyak karyawan mengalami kesulitan ketika harus berkomunikasi dengan tim yang bekerja remote. Untuk mengurangi risiko tim yang sulit untuk dihubungi atau karyawan yang tidak engage, manajer harus menetapkan standar bagaimana berkomunikasi sehari-harinya dan juga untuk hal-hal yang penting.

Selalin itu, aturlah jadwal pertemuan rutin dan laksanakanlah – baik pertemuan Anda secara pribadi dengan satu per satu anak buat Anda maupun pertemuan tim. Anda dapat memanfaatkan berbagai platform yang sudah tersedia.

3. Pertimbangkan cara kerja flexi time

Lagi-lagi, hal ini menjadi salah satu pertimbangan bagi para talent muda untuk memilih pekerjaan sekarang ini. Biasanya mereka yang memilih cara kerja flexi time, oleh karena mereka masih memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan mereka saat itu, misalnya terkait dengan pengasuhan anak, atau masalah pengaturan di dalam keluarga mereka.

Seorang pemimpin harus memiliki rasa empati, sehingga para karyawan dapat terbuka untuk menceritakan keadaannya. Kemudian bersama-sama membuat kesepakatan mengenai jam kerja.

4. Mendengarkan feedback dari tim Anda

Anda akan selalu membutuhkan kesempatan untuk belajar. Hal ini sangat berharga dan tidak ternilai harganya. Karena itu, temukanlah cara kerja untuk selalu belajar bersama dengan tim Anda. Berikanlah tantangan kepada setiap orang pada tim Anda. Doronglah mereka untuk berbagi tantangan dan tetap sukses mengerjakannya.

Mintalah feedback secara berkala. Dengarkanlah kebutuhan mereka dan lakukanlah penyesuaian baik berupa kebijakan dan peraturan untuk membantu terus meningkatkan lingkungan kerja tim Anda. Ketika mereka memiliki keraguan apakah mereka akan berhasil dengan menerapkan cara kerja remote, maka Anda dapat meyakinkan mereka melalui kesepakatan yang dibuat bersama.

Tetaplah menjaga motivasi karyawan Anda untuk tetap menyala walaupun bekerja jarak jauh. Hal ini tentu akan menimbulkan kegembiraan bagi mereka dan ketika mereka senang, maka akan berdampak pada pekerjaan mereka. Mereka akan menjadi orang-orang yang antusias, positif, dan Anda pun akan berhasil mempertahankan tim terbaik Anda.