(The Manager’s Lounge, Risk Management) – Peran Chief Financial Officer sangat penting saat ini. Saat ini, CFO bekerja pada dunia dimana pelaporan keuangan diteliti dengan cermat melalui beberapa filter. Untuk membuktikan organisasi bebas dari skandal, setiap transaksi dan proses harus diperiksa oleh pihak luar dalam hal ini adalah auditor.
Tidak diragukan lagi, Sarbanes-Oxley Act (SOX) of 2002 menjadi agen perubah pada dunia keuangan saat ini pada khususnya CFO. SOX section 404 mensyaratkan pelaporan keuangan yang bebas dari kesalahan. Regulasi menjadi sangat besar dan kompleks dimana peluang salah pengintepretasian meningkat. Untuk bermain dengan aman dan meminimalisasi risiko, CFO dan staff mereka harus meyakinkan segala pencatatan keuangan terdokumentasi. Proses ini tidak praktis dan memakan biaya.
Review regulasi SOX mengambil tempat di currently taking place within the SEC and the Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB) untuk menentukan apakah pendekatan audit dapat di simplifikasi untuk mencegah kecurangan/fraud. Pendekatan “bottom-up” biasa digunakan, meyakinkan semua informasi telah diperiksa oleh auditor eksternal. Proses sangat lambat, mahal dan tidak efisien.
Beberapa organisasi, mencakup Institute of Management Accountants (IMA), menyuarakan opini para pakar mereka kepada SEC dan PCAOB bahwa pendekatan “top-down, risk-based” kepada SOX dibutuhkan. Melalui penggunaan metode manajemen risiko yang sudah diketahui sebagai contoh auditors checking, staff keuangan internal dari sebuah organisasi akan menentukan level control dan pelaporan yang tepat melalui pengertian kondisi risiko.
Analogi pertama yang tepat adalah pendekatan keamanan dari kebakaran pada rumah. Sebagai pemilik, akan menentukan risiko potensial terhadap kebakaran dan mengimplementasikan standard keamanan seperti dimana dan berapa banyak alarm yang dibutuhkan. Mempunyai orang yang bertugas memberitahukan alarm terjadinya kebakaran bukanlah cara yang efisien pada situasi ini.
Bekerjasama dengan auditor eksternal, CFO dan staff mereka dapat ditargetkan dan difokuskan, meminimalisasi pekerjaan yang tidak dibutuhkan yang mendorong tambahan biaya. CFO dapat menghindari tingkat gangguan yang disebabkan oleh PCAOB dan kembali pada prioritas utama mereka yaitu menjadi seorang pemimpin dan partner bisnis pada C-suite.
pic.:pro4ia.com
(Permata Wulandari/TA/TML)

