(Business Lounge Journal – Foreign Insight)
Hubungan Indonesia dan Meksiko memiliki ruang kerja sama yang tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup diplomasi multilateral, peran negara-negara kekuatan menengah, dan pertukaran budaya. Dalam wawancara dengan Business Lounge Journal, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, H.E. Francisco de la Torre Galindo, berbagi pandangan mengenai pentingnya kerja sama internasional, peran ASEAN, serta diplomasi kuliner untuk memperkenalkan budaya Meksiko kepada masyarakat Indonesia.
Memperkuat Suara Negara Kekuatan Menengah
Meksiko dan Indonesia memiliki kesamaan kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan global. Keduanya tergabung dalam MIKTA, sebuah kelompok yang juga mencakup Korea Selatan, Türkiye, dan Australia. Kelompok ini menjadi ruang dialog bagi negara-negara kekuatan menengah untuk membahas berbagai isu, termasuk pembangunan berkelanjutan, perlucutan senjata, dan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut de la Torre Galindo, negara-negara tersebut memiliki kepentingan bersama dalam mendorong kerja sama multilateral. Mereka juga terus berdialog dan menyampaikan berbagai usulan terkait perkembangan sistem PBB, termasuk melalui inisiatif UN80 yang bertujuan memperbarui dan meningkatkan efektivitas organisasi tersebut.
We work together. We have common concerns and common goals.”
Indonesia dan Meksiko juga sama-sama menjadi anggota G20. Dengan posisi ekonomi yang relatif sebanding dalam sejumlah aspek, kedua negara memiliki kesempatan untuk memperkuat koordinasi dalam isu-isu ekonomi dan pembangunan global, meskipun memiliki karakteristik populasi dan tantangan domestik yang berbeda.
Kerja sama seperti ini menunjukkan bahwa pengaruh suatu negara tidak hanya ditentukan oleh ukuran ekonominya, tetapi juga oleh kemampuannya membangun kemitraan dan menyuarakan kepentingan bersama di tingkat internasional.
ASEAN Semakin Penting dalam Percaturan Global
Duta Besar de la Torre Galindo menilai ASEAN memiliki peran aktif dalam perkembangan politik, ekonomi, dan perdagangan regional. Bagi Meksiko, memahami cara ASEAN mengambil keputusan dan menentukan prioritas menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dengan kawasan Asia Tenggara.
Ia menjelaskan bahwa beberapa hari sebelum wawancara berlangsung, dirinya telah menyerahkan surat kepercayaan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Meksiko untuk mempererat hubungan dengan organisasi regional tersebut dan mengikuti perkembangan agenda ASEAN secara lebih dekat.
We want to understand the decisions of ASEAN, to be part of the conversations, to listen and be ready to help.”
Menurutnya, suara ASEAN semakin penting dalam percaturan internasional. Dengan bekerja sama dan menyampaikan pandangan secara kolektif, negara-negara ASEAN dapat memperkuat posisi kawasan dalam berbagai pembahasan global.
Bagi Meksiko, keterlibatan dalam dialog tersebut bukan sekadar upaya mengikuti perkembangan kawasan, melainkan juga kesempatan untuk memahami kebutuhan negara-negara ASEAN dan menemukan ruang kerja sama yang saling menguntungkan.
Diplomasi Kuliner Memperkenalkan Meksiko kepada Indonesia
Selain melalui hubungan politik dan ekonomi, diplomasi juga dapat dibangun melalui budaya, termasuk makanan. Kuliner Meksiko memiliki karakter khas yang dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi dan identitas negara tersebut kepada masyarakat Indonesia.
Dalam wawancara ini, de la Torre Galindo menyebut terdapat 42 restoran Meksiko yang terdaftar di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa pilihan yang tersedia cukup beragam, mulai dari restoran dengan konsep Tex-Mex hingga perpaduan kuliner Meksiko dengan masakan Thailand dan Indonesia.
Untuk membantu masyarakat mengenali kuliner Meksiko yang autentik, pemerintah Meksiko juga tengah mengembangkan program pengakuan restoran melalui SEAL-M. Program ini ditujukan untuk membantu mengidentifikasi restoran yang menyajikan makanan Meksiko autentik.
Upaya tersebut penting karena popularitas suatu kuliner di luar negara asalnya sering kali berkembang melalui berbagai adaptasi lokal. Melalui program pengakuan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menemukan restoran yang mempertahankan karakter asli masakan Meksiko.
Kuliner pun menjadi lebih dari sekadar pengalaman bersantap. Bagi Meksiko, makanan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan sejarah, tradisi, dan kebudayaan kepada masyarakat Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
Membuka Ruang Kerja Sama yang Lebih Luas
Pandangan Duta Besar Francisco de la Torre Galindo memperlihatkan beberapa jalur yang dapat memperkuat hubungan Indonesia dan Meksiko: kerja sama multilateral, dialog dengan ASEAN, serta pertukaran budaya melalui diplomasi kuliner.
Ketiganya menawarkan peluang untuk membangun pemahaman yang lebih baik antara kedua negara. Di tengah dinamika global yang terus berubah, hubungan bilateral tidak hanya bergantung pada pertemuan resmi dan kesepakatan ekonomi, tetapi juga pada kemampuan negara untuk berdialog, memahami kepentingan satu sama lain, dan membangun kedekatan melalui budaya.
Baca juga:
Mengapa Indonesia Menjadi Pintu Gerbang Meksiko ke Asia Tenggara
Meksiko Lirik Pengalaman Indonesia di Nikel, Buka Peluang Kerja Sama Mineral Strategis

