(Business Lounge Journal – Event)
Indonesian-French Chamber of Commerce and Industry (IFCCI) kembali menghidupkan tradisi rentrée Prancis melalui Cocktail de la Rentrée 2026, sebuah acara networking yang mempertemukan komunitas bisnis Prancis dan Indonesia setelah periode libur musim panas. Digelar pada 16 September 2026, acara ini menjadi momentum bagi para anggota dan mitra IFCCI untuk kembali bertemu, membangun koneksi, serta mempersiapkan agenda bisnis pada paruh kedua tahun ini.
Presiden IFCCI Sébastien Gautier menjelaskan bahwa konsep rendez-vous de rentrée merupakan tradisi di Prancis setelah libur musim panas. Menurutnya, selama musim panas banyak orang Prancis mengambil cuti selama dua hingga empat minggu, sementara anak-anak juga menikmati libur sekolah yang panjang. Memasuki awal September, masyarakat kembali ke rutinitas pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. “So we are using this kind of setup here in Indonesia,” ujar Gautier, menjelaskan bahwa IFCCI membawa tradisi tersebut ke Jakarta sebagai kesempatan untuk mempertemukan kembali komunitas bisnis.
Bukan Sekadar Cocktail, tetapi Ruang Membangun Koneksi
Bagi IFCCI, Cocktail de la Rentrée bukan sekadar acara sosial setelah masa liburan. Gautier menegaskan bahwa acara tersebut memang dirancang dengan agenda utama networking, sehingga para peserta dapat menikmati suasana santai sambil bertemu kembali dengan kolega dan membangun koneksi baru. “Have a meaningful connection,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Gautier kepada para peserta malam itu.
Konsep tersebut sejalan dengan peran IFCCI sebagai penghubung komunitas bisnis Prancis dan Indonesia. IFCCI menyebut salah satu misinya adalah mengembangkan dan memperkuat hubungan komersial kedua negara, termasuk dengan mempertemukan perusahaan besar, UKM, dan entrepreneur melalui berbagai kegiatan bisnis. Chamber ini juga menyediakan berbagai forum seperti breakfast meeting, forum diskusi, gala dinner dan kegiatan networking untuk membantu anggotanya bertukar pengalaman serta memperoleh informasi industri.
Gautier juga menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Prancis dan seluruh pihak yang terus mendukung hubungan bilateral kedua negara. Menurutnya, komunitas bisnis memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan Prancis dan Indonesia, khususnya melalui networking dan pembentukan koneksi yang dapat berkembang menjadi kerja sama bisnis.
Hubungan Ekonomi Prancis-Indonesia Terus Diperkuat
Dalam sambutannya, Duta Besar Prancis untuk Indonesia menekankan bahwa hubungan Prancis dan Indonesia saat ini berada dalam periode yang positif. Ia menyoroti sejumlah kunjungan tingkat tinggi yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir serta proses penguatan dan diversifikasi hubungan bilateral kedua negara.
Hubungan tersebut tidak hanya mencakup bidang politik dan pertahanan, tetapi juga semakin memberikan perhatian pada sektor ekonomi. France Diplomatie mencatat bahwa pada 28 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Paris, dan kedua negara mengumumkan peningkatan hubungan menjadi comprehensive strategic partnership. Hubungan strategis Prancis dan Indonesia sendiri telah berlangsung sejak 2011, dengan kerja sama yang mencakup bidang politik, keamanan, ekonomi, pembangunan, pendidikan dan kebudayaan.
Dari sisi ekonomi, Prancis memiliki kehadiran bisnis yang cukup kuat di Indonesia. Data France Diplomatie menyebut terdapat lebih dari 200 anak perusahaan Prancis di Indonesia, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 50.000 orang dan omzet lokal sekitar €5 miliar. Nilai stok investasi langsung Prancis di Indonesia juga mencapai sekitar €3,8 miliar pada akhir 2023. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara memiliki basis bisnis yang cukup luas dan menjadi salah satu alasan pentingnya peran organisasi seperti IFCCI dalam mempertemukan perusahaan dan pelaku usaha kedua negara.
Dubes Prancis juga menegaskan dukungan Kedutaan terhadap aktivitas IFCCI dalam membangun jaringan bisnis. Menurutnya, terdapat minat yang kuat dari pihak Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan Prancis, meskipun dalam praktiknya kerja sama bilateral tidak selalu sederhana. Karena itu, membangun dan mempertahankan semangat kemitraan menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Dari AI dan Leadership hingga Opera Versailles
IFCCI tidak berhenti pada networking cocktail. Dalam sambutannya, Gautier mengumumkan sejumlah agenda yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang, menunjukkan bahwa chamber tersebut juga menempatkan isu bisnis dan kepemimpinan sebagai bagian penting dari aktivitas komunitasnya.
Salah satu agenda terdekat adalah IFCCI x La French Tech Breakfast Meeting bertema “Who Leads the Robots? Leadership and AI Automation in Practice”. Acara yang berlangsung pada 24 September 2026 tersebut membahas kepemimpinan dan otomatisasi AI dalam praktik bisnis, termasuk bagaimana perusahaan menghadapi peluang dan tantangan yang muncul dari perkembangan artificial intelligence.
Sementara itu, pada Oktober IFCCI merencanakan sebuah acara budaya dan networking berskala lebih besar dengan menghadirkan orchestra dari Royal Opera of Versailles ke Jakarta. Dalam sambutannya, Gautier menyebut pertunjukan tersebut dijadwalkan pada 27 Oktober dan diharapkan menarik banyak tamu serta tokoh dari berbagai kalangan. Ia menilai kesempatan untuk menyaksikan pertunjukan semacam itu di Jakarta tidak sering terjadi dan mengajak komunitas bisnis untuk turut hadir.
Agenda IFCCI kemudian akan berlanjut dengan Beaujolais Nouveau pada November. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana IFCCI memadukan aktivitas bisnis, networking, budaya dan komunitas dalam membangun hubungan antara pelaku usaha Prancis dan Indonesia.
Bagi IFCCI, Cocktail de la Rentrée menjadi titik awal untuk kembali mempertemukan komunitas setelah masa liburan musim panas. Namun di balik suasana cocktail yang santai, pesan yang dibawa cukup jelas: hubungan bisnis dibangun melalui manusia, percakapan dan koneksi yang terus dipelihara. Dengan hubungan ekonomi Prancis-Indonesia yang terus berkembang, forum seperti IFCCI menjadi salah satu ruang bagi perusahaan dan entrepreneur dari kedua negara untuk menemukan peluang kerja sama baru.

