(Business Lounge – Financial) Laporan keuangan tidak hanya berbicara mengenai berapa besar pendapatan yang diterima atau berapa banyak biaya yang telah dibayarkan perusahaan. Persoalan yang jauh lebih penting adalah kapan pendapatan dan beban tersebut harus diakui. Sebuah transaksi dapat melibatkan kas pada satu periode, tetapi manfaat ekonomi atau kewajiban yang berkaitan dengannya baru terjadi pada periode berikutnya. Karena itu, ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam menentukan apakah laporan keuangan benar-benar menggambarkan kondisi perusahaan. Materi Financial Accounting IFRS 5th Edition dari Weygandt dan Kimmel menempatkan konsep ini sebagai dasar untuk memahami proses penyesuaian akun.
Pendekatan yang digunakan adalah accrual-basis accounting, yaitu transaksi dicatat pada periode ketika peristiwa ekonomi terjadi, bukan semata-mata ketika kas diterima atau dibayarkan. Pendapatan diakui ketika perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaannya melalui pemberian barang atau jasa kepada pelanggan. Sebaliknya, beban diakui ketika beban tersebut terjadi atau ketika sumber daya digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Pendekatan ini berbeda dari cash-basis accounting yang mencatat pendapatan ketika kas diterima dan beban ketika kas dibayarkan. Dalam materi tersebut ditegaskan bahwa accrual-basis accounting sesuai dengan IFRS, sedangkan cash-basis accounting tidak sesuai dengan IFRS.
Konsep tersebut membuat akuntansi tidak sekadar menjadi aktivitas mencatat transaksi. Perusahaan harus memastikan bahwa pendapatan dan beban ditempatkan pada periode yang tepat. Prinsip pengakuan pendapatan mengharuskan pendapatan dicatat pada periode ketika performance obligation telah dipenuhi. Dengan kata lain, penerimaan kas belum tentu langsung menjadi pendapatan. Jika perusahaan menerima pembayaran sebelum memberikan barang atau jasa, jumlah tersebut pada awalnya dapat menjadi kewajiban karena perusahaan masih mempunyai kewajiban untuk memenuhi kontrak.
Di sinilah adjusting entries atau jurnal penyesuaian mempunyai peranan penting. Jurnal penyesuaian digunakan untuk memastikan prinsip pengakuan pendapatan dan beban dapat diterapkan secara tepat sebelum laporan keuangan disusun. Materi menjelaskan bahwa jurnal penyesuaian diperlukan setiap kali perusahaan menyiapkan laporan keuangan. Setiap jurnal penyesuaian melibatkan satu akun pada laporan laba rugi dan satu akun pada laporan posisi keuangan.
Ada beberapa alasan mengapa jurnal penyesuaian dibutuhkan. Tidak semua kejadian ekonomi dicatat setiap hari karena pencatatan tersebut belum tentu efisien. Beberapa biaya juga berubah menjadi beban seiring berjalannya waktu, bukan melalui transaksi harian yang terpisah. Selain itu, terdapat transaksi atau kejadian tertentu yang belum tercatat sampai akhir periode. Tanpa penyesuaian, saldo akun dapat menunjukkan angka yang terlalu besar atau terlalu kecil sehingga laporan keuangan tidak menggambarkan keadaan sebenarnya.
Secara umum, penyesuaian terbagi ke dalam deferrals dan accruals. Deferrals berkaitan dengan pendapatan atau beban yang pengakuannya terjadi setelah kas dipertukarkan. Di dalam kelompok ini terdapat prepaid expenses dan unearned revenues. Sementara itu, accruals digunakan ketika pendapatan telah diperoleh atau beban telah terjadi, tetapi kas belum diterima atau dibayarkan dan transaksi tersebut belum dicatat. Kelompok accruals terdiri atas accrued revenues dan accrued expenses.
Prepaid expenses merupakan contoh yang mudah ditemukan dalam kegiatan bisnis. Perusahaan dapat membayar sewa, asuransi, persediaan perlengkapan, atau biaya lainnya sebelum manfaatnya digunakan. Ketika pembayaran dilakukan, jumlah tersebut pada awalnya dicatat sebagai aset. Namun, setelah manfaatnya digunakan atau masa manfaatnya berlalu, sebagian nilai tersebut harus dipindahkan menjadi beban. Jika penyesuaian belum dilakukan, aset akan terlalu tinggi sementara beban akan terlalu rendah.
Persediaan perlengkapan memperlihatkan bagaimana proses tersebut bekerja. Misalnya, perusahaan membeli perlengkapan senilai Rp. 2.500.000 dan pada akhir periode masih memiliki perlengkapan senilai Rp.1.000.000. Artinya, sebagian perlengkapan telah digunakan selama periode tersebut. Nilai yang digunakan harus diakui sebagai beban, sementara Rp.1.000 yang masih tersedia tetap menjadi aset. Penyesuaian semacam ini membuat laporan keuangan mencerminkan sumber daya yang benar-benar masih dimiliki perusahaan dan biaya yang benar-benar telah digunakan selama periode berjalan.
Depresiasi juga merupakan bagian penting dari proses penyesuaian. Depresiasi bukan dimaksudkan untuk menunjukkan perubahan aktual nilai pasar sebuah aset, melainkan merupakan konsep alokasi biaya. Biaya aset dialokasikan ke periode-periode ketika aset tersebut digunakan. Karena itu, depresiasi membantu menghubungkan penggunaan aset dengan periode yang memperoleh manfaat ekonominya. Materi juga menjelaskan bahwa nilai tercatat atau carrying value merupakan selisih antara biaya aset yang dapat didepresiasi dan akumulasi depresiasinya.
Contoh lainnya adalah unearned revenues. Ketika perusahaan menerima kas sebelum memberikan jasa, penerimaan tersebut belum sepenuhnya dapat dianggap sebagai pendapatan. Perusahaan masih memiliki kewajiban untuk menyediakan jasa kepada pelanggan. Karena itu, penerimaan awal dicatat sebagai kewajiban. Setelah jasa diberikan, sebagian kewajiban tersebut dapat diakui sebagai pendapatan. Sebelum penyesuaian dilakukan, kewajiban terlalu tinggi dan pendapatan terlalu rendah.
Konsep tersebut dapat dilihat melalui contoh kartu hadiah. Ketika pelanggan membeli gift card, perusahaan telah menerima kas, tetapi belum memberikan barang. Pendapatan baru diakui ketika pelanggan menggunakan kartu tersebut untuk memperoleh barang. Dengan demikian, kas yang diterima lebih awal tidak otomatis berarti pendapatan telah diperoleh. Pengakuan pendapatan mengikuti pemenuhan kewajiban perusahaan kepada pelanggan.
Berbeda dengan deferrals, accrued revenues muncul ketika perusahaan telah memberikan jasa tetapi belum menerima kas atau belum mencatat pendapatan tersebut. Dalam keadaan seperti ini, aset dan pendapatan sama-sama terlalu rendah sebelum penyesuaian dilakukan. Jurnal penyesuaian akan meningkatkan aset sekaligus pendapatan sehingga laporan keuangan mencatat manfaat ekonomi yang memang telah diperoleh perusahaan pada periode tersebut.
Accrued expenses bekerja dengan arah yang berlawanan. Beban sudah terjadi, tetapi perusahaan belum membayar atau belum mencatatnya. Akibatnya, sebelum penyesuaian dilakukan, beban dan kewajiban sama-sama terlalu rendah. Penyesuaian dilakukan dengan meningkatkan beban dan kewajiban. Contohnya dapat ditemukan pada bunga pinjaman, gaji, dan upah yang telah menjadi kewajiban perusahaan tetapi pembayarannya dilakukan setelah periode akuntansi berakhir.
Perhitungan bunga menunjukkan bagaimana akuntansi menghubungkan waktu dengan nilai transaksi. Dalam contoh yang diberikan, perusahaan memiliki wesel sebesar Rp.5.000.000 dengan tingkat bunga tahunan 12 persen. Untuk satu bulan, bunga yang harus diakui dihitung dengan mengalikan nilai pokok, tingkat bunga tahunan, dan bagian waktu dalam satu tahun. Hasilnya adalah €50. Beban bunga tersebut harus diakui pada periode ketika kewajiban bunga telah muncul, meskipun pembayaran kas belum dilakukan.
Gaji dan upah memberikan contoh yang lebih dekat dengan kegiatan operasional sehari-hari. Karyawan dapat bekerja sebelum tanggal pembayaran gaji. Jika pada akhir periode terdapat beberapa hari kerja yang belum dibayar, perusahaan tetap harus mengakui beban dan kewajiban yang berkaitan dengan jasa karyawan tersebut. Dalam contoh materi, upah sebesar Rp.2.000.000 untuk lima hari kerja menghasilkan biaya Rp.400.000 per hari. Jika terdapat tiga hari yang belum dibayar, perusahaan harus mengakui beban dan kewajiban sebesar Rp.1.200.000
Satu prinsip penting dalam jurnal penyesuaian adalah bahwa jurnal tersebut tidak melibatkan akun Cash. Penyesuaian dibuat untuk memperbaiki pengakuan pendapatan, beban, aset, atau kewajiban pada akhir periode, bukan untuk mencatat arus kas baru. Setiap penyesuaian juga perlu diperiksa kewajarannya dan dihitung kembali agar tidak terjadi kesalahan. Materi menekankan bahwa setiap jurnal penyesuaian memengaruhi satu akun laporan posisi keuangan dan satu akun laporan laba rugi.
Setelah seluruh penyesuaian dibuat, perusahaan menyusun adjusted trial balance. Neraca saldo setelah penyesuaian memuat saldo seluruh akun setelah jurnal penyesuaian diposting. Fungsinya bukan hanya membuktikan bahwa total debit dan kredit tetap seimbang, tetapi juga menjadi dasar utama dalam penyusunan laporan keuangan. Dari angka-angka tersebut perusahaan dapat menyusun laporan laba rugi, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan posisi keuangan.
Tahapan ini menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan sangat bergantung pada ketepatan proses sebelum laporan tersebut diterbitkan. Kesalahan dalam mengakui pendapatan atau beban dapat memengaruhi laba bersih, aset, kewajiban, dan ekuitas secara bersamaan. Karena itu, jurnal penyesuaian bukan sekadar prosedur administratif di akhir periode. Ia merupakan mekanisme untuk memastikan angka akuntansi memiliki hubungan yang tepat dengan aktivitas ekonomi yang benar-benar terjadi.
Materi juga memperkenalkan perlakuan alternatif untuk deferrals. Dalam pendekatan tertentu, pembayaran biaya di muka dapat langsung dicatat ke akun beban, sedangkan penerimaan kas untuk jasa masa depan dapat langsung dicatat ke akun pendapatan. Pada akhir periode, akun-akun tersebut kemudian disesuaikan agar mencerminkan bagian yang masih menjadi aset atau kewajiban. Dengan demikian, metode pencatatan awal dapat berbeda, tetapi laporan akhir tetap harus menggambarkan jumlah yang benar untuk setiap periode.
Di balik seluruh proses tersebut terdapat tujuan yang lebih besar, yaitu menghasilkan informasi keuangan yang berguna bagi penggunanya. Informasi akuntansi perlu memiliki kualitas seperti comparability, verifiability, timeliness, dan understandability. Perbandingan menjadi lebih bermakna ketika perusahaan menggunakan prinsip dan metode akuntansi secara konsisten. Verifiability memungkinkan pengamat independen memperoleh hasil yang serupa ketika menggunakan metode yang sama. Sementara itu, timeliness dan understandability memastikan informasi tersedia pada waktu yang relevan dan disajikan secara jelas sehingga dapat dipahami pengguna.
Dalam pelaporan keuangan juga terdapat sejumlah prinsip dan asumsi yang membantu menentukan bagaimana transaksi diukur dan disajikan. Historical cost basis menempatkan biaya perolehan sebagai dasar pencatatan aset, sedangkan current value basis mempertimbangkan nilai saat ini, termasuk harga yang dapat diterima ketika aset dijual atau kewajiban diselesaikan. Pilihan basis pengukuran tersebut menjadi bagian dari kerangka yang menentukan bagaimana posisi ekonomi perusahaan diterjemahkan menjadi angka dalam laporan keuangan.
Selain pengakuan pendapatan dan beban, terdapat pula prinsip full disclosure. Informasi yang dapat memengaruhi keputusan pengguna laporan keuangan perlu diungkapkan. Jika suatu informasi penting tidak dapat disajikan secara langsung melalui empat laporan keuangan utama, informasi tersebut dapat dijelaskan melalui catatan atas laporan keuangan. Namun, pengungkapan juga mempertimbangkan cost constraint, yaitu membandingkan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menyediakan informasi dengan manfaat yang diperoleh pengguna dari informasi tersebut.
Perbandingan IFRS dan U.S. GAAP dalam materi memperlihatkan bahwa keduanya memiliki banyak kesamaan, termasuk penggunaan accrual basis, penerapan asumsi periode waktu, serta perhatian terhadap pengakuan pendapatan dan beban. Namun, terdapat pula beberapa perbedaan dalam aturan dan praktik pelaporan. Materi mencatat, antara lain, adanya perbedaan terkait revaluasi aset seperti tanah dan bangunan serta cara istilah income dan expenses digunakan dalam masing-masing kerangka pelaporan.
Penyesuaian akun memperlihatkan bahwa akuntansi bukan hanya tentang keseimbangan debit dan kredit. Angka dalam laporan keuangan harus merepresentasikan periode ekonomi yang tepat. Pendapatan harus dikaitkan dengan saat kewajiban kepada pelanggan telah dipenuhi, sedangkan beban harus mencerminkan sumber daya yang telah digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Jurnal penyesuaian menjadi jembatan yang menghubungkan transaksi yang telah dicatat dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya terjadi sampai akhir periode.
Pemahaman mengenai deferrals, accruals, depresiasi, dan adjusted trial balance menjadi penting karena seluruh proses tersebut menentukan kualitas laporan keuangan sebelum digunakan oleh manajemen, investor, kreditor, maupun pihak lainnya. Ketika penyesuaian dilakukan secara tepat, laporan keuangan tidak hanya seimbang secara matematis, tetapi juga lebih mampu menggambarkan kinerja dan posisi keuangan perusahaan secara wajar. Itulah alasan mengapa ketepatan waktu pengakuan menjadi salah satu fondasi penting dalam akuntansi berbasis IFRS.

