(Business Lounge Journal – Event)
Di tengah ketidakpastian rantai pasok global dan meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk memperluas sumber pengadaan produk, THAIFEX – ANUGA Asia 2026 semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu platform perdagangan makanan dan minuman paling strategis di dunia. Pameran yang berlangsung pada 26–30 Mei 2026 di Bangkok, Thailand, tidak hanya mencatat rekor partisipasi, tetapi juga menunjukkan bagaimana Asia Tenggara semakin menjadi pusat gravitasi baru perdagangan pangan internasional.
Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya yang didominasi oleh pelaku industri regional, edisi 2026 memperlihatkan peningkatan signifikan partisipasi dari berbagai kawasan dunia, termasuk Amerika Selatan, Timur Tengah, Asia Tengah, hingga Eropa Timur. Kondisi ini mencerminkan perubahan strategi banyak negara dan perusahaan yang kini tidak lagi bergantung pada satu pasar atau satu sumber pasokan saja.
Rekor Baru untuk Pameran F&B Asia
THAIFEX – ANUGA Asia 2026 menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah acara tersebut. Sebanyak 94.685 pengunjung bisnis dari 148 negara dan wilayah hadir dalam pameran yang menempati area seluas lebih dari 140.000 meter persegi. Sebanyak 3.590 peserta pameran dari 56 negara dan wilayah turut berpartisipasi, menjadikan Bangkok sebagai salah satu titik temu terpenting bagi perdagangan pangan global selama sepekan penuh.
Pertumbuhan tersebut melanjutkan momentum yang telah terlihat sejak penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada 2025, pameran ini telah menarik lebih dari 88.000 pengunjung bisnis dan lebih dari 3.200 peserta pameran internasional, menunjukkan peningkatan minat global yang konsisten terhadap pasar Asia Tenggara.
Menurut penyelenggara, meningkatnya jumlah peserta internasional menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan global kini memandang Asia Tenggara bukan sekadar pasar tujuan ekspor, tetapi juga sebagai lokasi strategis untuk membangun jaringan distribusi, mencari pemasok baru, dan mengembangkan kemitraan jangka panjang.
Diversifikasi Pasokan Menjadi Prioritas Global
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai gangguan geopolitik, perubahan pola perdagangan, serta fluktuasi biaya logistik telah mendorong perusahaan untuk meninjau kembali strategi rantai pasok mereka. Akibatnya, banyak perusahaan kini menerapkan pendekatan sourcing diversification atau diversifikasi sumber pasokan guna mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu negara atau satu wilayah tertentu.
Fenomena tersebut terlihat jelas pada THAIFEX – ANUGA Asia 2026. Jumlah partisipasi dalam bentuk paviliun negara dan wilayah meningkat dari 50 menjadi 60 kelompok. Negara-negara seperti Argentina, Chili, Belgia, Arab Saudi, Slovakia, hingga Uzbekistan memanfaatkan pameran ini untuk memperkuat akses ke pasar Asia dan membangun hubungan dagang baru.
Kehadiran berbagai negara tersebut memperlihatkan bagaimana pameran perdagangan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat memamerkan produk, tetapi juga instrumen diplomasi ekonomi yang penting. Melalui paviliun nasional, negara-negara peserta dapat mempromosikan industri pangan mereka sekaligus mempertemukan eksportir dengan pembeli potensial dari berbagai kawasan dunia.
Asia Tenggara Menjadi Magnet Baru Perdagangan Pangan
Salah satu temuan menarik dari penyelenggaraan tahun ini adalah meningkatnya ketertarikan negara-negara eksportir untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai target utama ekspansi. Dengan populasi lebih dari 680 juta jiwa dan pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, kawasan ini dianggap sebagai salah satu pasar konsumsi pangan paling menjanjikan di dunia.
Tidak mengherankan apabila organisasi promosi perdagangan dari berbagai negara memanfaatkan THAIFEX – ANUGA Asia sebagai pintu masuk menuju pasar ASEAN. Delegasi dari Chili, misalnya, melaporkan ratusan pertemuan bisnis dengan pembeli ASEAN yang menghasilkan proyeksi transaksi jutaan dolar AS dalam jangka pendek. Sementara itu, peserta dari Arab Saudi melaporkan puluhan pertemuan bisnis yang berujung pada kontrak ekspor bernilai hampir satu juta dolar AS.
Jepang dan Korea Selatan juga memperlihatkan komitmen yang kuat melalui partisipasi berbagai prefektur, pemerintah daerah, dan lembaga promosi perdagangan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pasar Asia Tenggara kini dipandang sebagai salah satu wilayah pertumbuhan paling penting bagi produk pangan premium dan bernilai tambah tinggi.
Momentum Besar bagi Eksportir Asia
Selain menjadi ajang bagi negara-negara Barat dan Timur Tengah, THAIFEX – ANUGA Asia juga semakin penting bagi negara-negara Asia yang ingin memperluas pasar ekspor mereka. Filipina, misalnya, melaporkan nilai penjualan terkonfirmasi dan prospektif mencapai lebih dari USD 32 juta selama penyelenggaraan pameran. Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang yang tercipta ketika eksportir dapat bertemu langsung dengan pembeli internasional dalam satu platform yang terintegrasi.
Bagi negara-negara berkembang, model seperti ini menawarkan keuntungan yang signifikan. Alih-alih melakukan promosi secara terpisah ke berbagai negara tujuan, perusahaan dapat menjangkau pembeli dari puluhan pasar dalam satu kesempatan, sehingga biaya pemasaran dan pengembangan bisnis menjadi jauh lebih efisien.
Peluang Bagi Indonesia
Bagi pelaku industri pangan Indonesia, perkembangan ini memberikan sinyal yang penting. Ketika perusahaan-perusahaan global semakin aktif mencari pemasok baru dan memperluas jaringan perdagangan internasional, peluang bagi produk Indonesia untuk masuk ke rantai pasok global juga semakin terbuka.
Mulai dari produk makanan olahan, kopi, kakao, rempah-rempah, makanan fungsional, hingga produk berbasis keberlanjutan memiliki kesempatan lebih besar untuk menjangkau pembeli dari berbagai wilayah dunia. Dengan semakin kuatnya posisi THAIFEX – ANUGA Asia sebagai titik temu perdagangan internasional, kehadiran perusahaan Indonesia di ajang ini dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor sekaligus membangun kemitraan jangka panjang di tengah perubahan lanskap perdagangan global.
Pada akhirnya, THAIFEX – ANUGA Asia 2026 menunjukkan bahwa masa depan industri pangan tidak hanya ditentukan oleh inovasi produk, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan membangun jaringan pasokan yang lebih luas, lebih fleksibel, dan lebih tangguh. Dalam konteks tersebut, Bangkok semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat perdagangan pangan terpenting di dunia.

