(BusinessLounge – Manage Your Business) Memang sangat diperlukan orang yang kreatif dan memiliki ide-ide yang menjual di dalam entrepreneurship. Apalagi di dalam strategi red ocean dimana kita memilih ceruk yang berbeda dengan blue ocean atau kebanyakan orang. Pada masa kini, masyarakat semakin menghargai ide-ide, sentuhan kreativitas. Ide tidak harus spektakuler dan brilliant sehingga kelihatan “wah” tapi pada akhirnya hanya wacana atau tidak menjual. Dalam dunia entrepreneurship yang penting adalah dapat menjual! Tidak ada gunanya memiliki ide hebat tapi tidak laku.
Contoh ide sederhana misalnya sebuah roti biasa, dengan sentuhan kemasan yang diubah sedikit bisa naik levelnya dan dapat lebih menjual. Menarik untuk memperhatikan ide-ide sederhana ini mendatangkan customer.
Berbicara mengenai ide sederhana, mari kita lihat oleh-oleh kota. Banyak kota di Indonesia sudah memiliki makanan khas. Misalnya kalau Anda ke Palembang, Anda akan membawa pulang Pempek Palembang, pergi ke Padang membawa pulang rendang dan kripik singkong balado, mengunjungi Cirebon Anda membawa krupuk udang dan batiknya. Namun ada juga daerah yang sebenarnya tidak memiliki makanan khas yang dikenal, misalnya Papua dan Lampung.
Namun kini di Papua sudah ada roti abon gulung Papua yang dikenal dengan oleh-oleh Papua adalah sebuah bentuk ide kreatif. Roti abon sebenarnya sudah lama kita kenal. Yang pertama kali memulai roti abon adalah BreadTalk, dengan menaruh abon di atas rotinya. Lalu Hawaii Bakery di Papua memulai ide yang berbeda. Mereka membuat roti yang diberi topping abon lalu digulung menghasilkan roti abon gulung yang lezat. Lalu untuk memasarkannya mereka menaruh roti abon gulung dalam kemasan yang bertuliskan oleh-oleh Papua, oleh-oleh Jayapura, oleh-oleh Sorong, Manokwari sehingga seolah-olah menjadi oleh-oleh khas daerah tersebut. Jadilah Papua, yang sebelumnya tidak memiliki kekhasan oleh-oleh, kini memiliki buah tangan yang menjadi ciri daerah yang disukai orang banyak.
Lain lagi Provinsi Lampung yang sebenarnya juga tidak punya andalan, namun menjadikan kripik pisang sebagai andalan. Kripik pisang sebenarnya sudah biasa dan ada di banyak daerah di Indonesia, namun setelah diberikan topping rasa coklat, susu, strawberry dan sebagainya, kripik pisang Lampung semakin favorit dan disukai banyak orang serta diakui sebagai oleh-oleh khas Lampung.
Kreativitas semacam ini membangkitkan industri rumahan. Seperti di Papua yang dimulai oleh toko bakery Hawaii, kini ada bakery-bakery serupa bermunculan mengikuti trend di Jayapura, Sorong dan juga sudah ada di Biak. Demikian di Lampung, yang pertama dikenal adalah kripik Yen-Yen, lalu menjamur tumbuh di mana-mana dengan berbagai merek. Dengan demikian pendapatan daerah juga meningkat.
Ide yang sederhana tapi menjual! Itulah konsep Entrepreneurship. Dan terbukti menjual bukan hanya dengan penjualan yang tinggi tapi menjadi trend setter, membangkitkan follower yang melihat masih adanya peluang dengan menjadi pengikut. Apalagi dengan bangkitnya era jualan on line, berdagang pun kini menjadi semakin mudah.
Anda punya ide kreatif untuk berjualan sesuatu? Mari diwujudkan dan lihat apa yang terjadi dengan ide Anda.
Vera Herlina/VMN/BL/CEO of Management Soft Skill Academies Vibiz Consulting Group

