(Business Lounge – Global News) Ada sesuatu yang tidak terlihat tetapi bisa mengubah cara sebuah pesawat beroperasi. Bukan badai, bukan kerusakan mesin yang dramatis, dan bukan pula gangguan sistem yang langsung terbaca di panel kokpit. Kali ini, persoalannya datang dalam bentuk bau dan asap yang diduga masuk ke kokpit serta kabin. Air Corsica, maskapai asal Prancis, terpaksa menghentikan sementara pengoperasian sejumlah pesawat turboprop ATR setelah pilot melaporkan adanya paparan asap yang disertai keluhan seperti migrain. Empat dari tujuh pesawat ATR milik maskapai tersebut kini berada dalam pemeriksaan, sementara produsen ATR dan Pratt & Whitney menyelidiki sumber persoalannya.
Yang membuat persoalan ini menarik perhatian bukan hanya karena pesawat yang terdampak masih relatif baru, tetapi juga karena teknologi yang digunakan merupakan bagian dari generasi baru mesin turboprop yang dirancang lebih efisien. Pesawat-pesawat tersebut mulai digunakan Air Corsica sejak 2022 dan menggunakan mesin baru buatan Pratt & Whitney. Dalam industri penerbangan, efisiensi bahan bakar merupakan salah satu target penting karena biaya bahan bakar menjadi komponen besar dalam pengoperasian pesawat. Namun ketika sebuah teknologi baru menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kualitas udara di dalam pesawat, perhatian industri otomatis bergeser dari efisiensi menuju pertanyaan yang jauh lebih mendasar: apakah seluruh sistem bekerja sebagaimana yang diharapkan dalam kondisi penerbangan sebenarnya?
Air Corsica sendiri mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara beberapa pesawat ATR sambil melakukan investigasi teknis bersama ATR dan mitra-mitranya. Maskapai tersebut menyatakan bahwa mereka sedang memantau sejumlah kejadian teknis yang kemungkinan berkaitan dengan sistem pengondisian udara pada pesawat ATR. Perusahaan juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada hubungan sebab-akibat yang secara resmi ditetapkan antara laporan tersebut dengan sumber teknis tertentu. Artinya, persoalan yang sedang berlangsung belum dapat disebut sebagai kegagalan desain atau kerusakan mesin. Yang sudah jelas adalah adanya laporan berulang yang cukup serius sehingga mendorong maskapai dan produsen mengambil langkah preventif.
Di sinilah istilah fume event kembali menjadi perhatian. Pada pesawat komersial, sebagian sistem pasokan udara menggunakan udara bertekanan yang diambil dari mesin, sebuah sistem yang dikenal sebagai bleed air. Dalam kondisi tertentu, kebocoran oli di bagian mesin dapat menyebabkan material tersebut masuk ke aliran udara, kemudian terpapar temperatur tinggi dan menghasilkan uap yang selanjutnya dapat terbawa ke sistem udara pesawat. The Wall Street Journal melaporkan bahwa penelitian terbaru yang dilakukan Federal Aviation Administration menemukan bahwa kebocoran dalam jumlah relatif kecil pun berpotensi menghasilkan bahan kimia neurotoksik pada tingkat yang melampaui batas paparan kerja tertentu di Amerika Serikat. Temuan semacam ini membuat setiap laporan mengenai bau atau asap di kokpit tidak lagi sekadar menjadi persoalan kenyamanan.
Namun, penting untuk membedakan antara potensi risiko yang diketahui secara umum dan penyebab spesifik yang sedang terjadi pada pesawat Air Corsica. Sampai sekarang, investigasi ATR belum menetapkan sumber pasti dari laporan tersebut. Salah satu pesawat yang terdampak bahkan telah dibawa ke fasilitas ATR di Toulouse untuk menjalani pengujian guna mencari sumber asap atau bau yang dilaporkan. ATR menyatakan bahwa analisis terhadap akar masalah masih berlangsung dan bahwa pesawatnya dirancang untuk memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan regulator. Dengan demikian, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa mesin baru Pratt & Whitney atau desain ATR merupakan penyebab langsung kejadian tersebut.
Dampaknya, bagaimanapun, sudah terasa secara operasional. Ketika sebagian armada harus dihentikan sementara, maskapai membutuhkan pesawat pengganti agar jadwal penerbangan tetap berjalan. Air Corsica bahkan menyiapkan sejumlah penerbangan pengganti melalui pesawat yang disewa dari maskapai lain. Menurut laporan lokal Corsica, lebih dari seratus penerbangan pengganti telah disiapkan sebagai bagian dari langkah mempertahankan layanan selama periode pemeriksaan. Ini menunjukkan bahwa satu persoalan teknis pada pesawat tidak berhenti di hanggar. Ia dapat merembet menjadi persoalan jadwal penerbangan, biaya sewa pesawat, pengaturan kru, rotasi armada, hingga pelayanan kepada penumpang.
Yang membuat kasus ini memiliki arti lebih luas adalah posisi mesin tersebut dalam pasar pesawat regional. Mesin Pratt & Whitney yang dipakai pada ATR Air Corsica bukan teknologi yang hanya digunakan oleh satu maskapai. Mesin tersebut menjadi pilihan untuk pengiriman baru ATR dan juga telah digunakan atau dipesan oleh operator lain, termasuk FedEx dan IndiGo. Karena itu, hasil pemeriksaan terhadap armada Air Corsica akan menjadi perhatian lebih luas di industri. Jika penyebabnya ternyata merupakan persoalan yang sangat spesifik pada kondisi tertentu, dampaknya mungkin terbatas. Tetapi apabila ditemukan pola teknis yang berkaitan dengan sistem mesin atau pasokan udara, produsen dan operator lain mungkin perlu melakukan pemeriksaan tambahan.
Kasus Air Corsica juga memperlihatkan bagaimana industri penerbangan harus menyeimbangkan dua tuntutan yang terkadang bergerak dalam arah berbeda. Di satu sisi, pesawat generasi baru dituntut semakin hemat bahan bakar, efisien dan memiliki biaya operasi yang kompetitif. Di sisi lain, setiap peningkatan efisiensi tidak boleh menciptakan persoalan baru yang mengganggu keandalan atau kenyamanan penerbangan. Ketika sebuah teknologi baru digunakan dalam skala luas, pengalaman operasional di lapangan menjadi bagian penting dari proses penyempurnaan. Data dari penerbangan nyata, laporan pilot, pemeriksaan teknis dan hasil pengujian laboratorium kemudian bertemu untuk mencari jawaban yang mungkin tidak terlihat ketika teknologi tersebut pertama kali dirancang.
Tidak ada kesimpulan resmi bahwa mesin tersebut merupakan sumber paparan yang dikeluhkan pilot, dan Air Corsica sendiri menyatakan belum ada hubungan kausal yang ditetapkan. Tetapi keputusan untuk menghentikan sementara sejumlah pesawat menunjukkan bagaimana industri penerbangan memperlakukan laporan mengenai kualitas udara dan kondisi awak pesawat dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Bagi ATR, Airbus, Pratt & Whitney, Air Corsica dan operator lain yang menggunakan teknologi serupa, hasil investigasi akan menjadi jauh lebih penting daripada sekadar menyelesaikan masalah pada beberapa pesawat. Jawabannya akan menentukan apakah yang terjadi merupakan insiden terbatas atau sinyal bahwa sistem tertentu membutuhkan pemeriksaan dan penyempurnaan lebih luas.

