(Business Lounge Journal – Culture)
Salah satu faktor yang membuat negara Inggris menjadi negara yang menarik dan mengesankan adalah karakteristik para warganya yang unik. Mereka memiliki sifat yang dikagumi oleh orang-orang dari berbagai negara. Sifat-sifat tersebut merupakan tradisi turun-temurun yang ikut membentuk Inggris menjadi bangsa yang kuat, dihormati, dan sering dijadikan contoh di era kehidupan modern.
Karakteristik seperti apa yang dapat kita temukan pada warga Inggris saat ini?
1. Kesopanan Tingkat Tinggi
Warga Inggris sangat dikagumi karena kesopanannya. Mereka tidak sungkan-sungkan mengucapkan kata “please” saat meminta bantuan, “sorry” ketika merasa bersalah, dan “thank you” saat berterima kasih kepada orang lain. Bukan hanya sekadar basa-basi, ungkapan tersebut sering kali disampaikan dengan tulus dan diucapkan dengan aksen British yang khas dan menawan.
Bagi banyak warga asing, kebiasaan sederhana ini menjadi salah satu karakteristik orang Inggris yang paling berkesan. Tidak sedikit yang menyebut mereka sebagai “gentlemen”.
2. Menghormati Lawan Bicara
Salah satu karakteristik warga Inggris adalah cara berbicara yang elegan, penuh sopan santun, dan menghormati lawan bicara. Mereka umumnya tidak langsung menanyakan hal-hal pribadi yang sensitif seperti pekerjaan, jumlah gaji, berat badan, atau usia. Bagi orang Inggris, privasi adalah hal yang penting. Karena itu, topik-topik tersebut sering dianggap kurang nyaman untuk dibicarakan, terutama dengan orang yang belum akrab.
Orang Inggris terkadang terkesan menjaga jarak, tetapi hal itu tidak selalu berarti sombong. Justru itulah cara mereka menghargai ruang pribadi lawan bicara. Percakapan biasanya dimulai dari topik ringan seperti cuaca, yang memang sering berubah-ubah di Inggris dan menjadi bahan obrolan yang aman sekaligus menarik. Setelah hubungan terasa lebih akrab, pembicaraan dapat berkembang ke topik lain.
3. Selera Humor yang Cerdas
Kehidupan di Inggris tidak selalu kaku. Orang Inggris dikenal menyukai humor yang cerdas, terutama sarkasme, sindiran halus, dan ironi untuk mencairkan suasana atau menghadapi situasi yang tidak mudah. Bagi mereka, kemampuan menertawakan diri sendiri sering dianggap sebagai tanda kedewasaan. Sikap ini mencerminkan optimisme dan kemampuan beradaptasi untuk mencari jalan keluar yang lebih baik.
Karakteristik humor semacam ini tampak dalam berbagai karya sastra, film, dan acara televisi Inggris yang terkenal dengan candaan sarkastisnya.
4. Orang Inggris adalah “Pengantri” yang Baik
Pemandangan orang mengantre dengan tertib di stasiun kereta, bandar udara, atau kasir supermarket dapat ditemui di berbagai wilayah Inggris. Mereka dikenal sangat menghargai urutan antrean dan jarang berusaha menyerobot. Sikap ini menunjukkan penghormatan terhadap hak orang lain serta keyakinan bahwa ketertiban merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.
Bagi orang Inggris, “jumping the queue” atau menyelak antrean merupakan pelanggaran sosial yang cukup serius. Reaksi yang muncul biasanya bukan konfrontasi langsung, melainkan tatapan tajam, deham keras, atau ekspresi ketidaksetujuan yang jelas terlihat.
5. Budaya Minum Teh yang Tetap Dijaga
Salah satu tradisi Inggris yang terus dipertahankan adalah budaya minum teh pada sore hari (“afternoon tea”). Meski kopi semakin populer, menikmati teh bersama kudapan manis tetap menjadi bagian penting dari budaya Inggris. Tradisi ini dapat ditemukan di banyak tempat, baik di Inggris maupun di komunitas Inggris di luar negeri. Bagi sebagian orang, secangkir teh dianggap tidak mudah digantikan oleh secangkir kopi.
Teh sering diminum untuk menenangkan diri setelah seharian bekerja dan menghadapi berbagai tantangan hidup. Ungkapan yang populer adalah “Keep calm and have a cuppa”.
Orang Inggris juga dikenal tabah menghadapi kesulitan. Filosofi “Keep calm and carry on” mencerminkan kecenderungan untuk tetap tenang dan tidak panik, termasuk ketika menghadapi cuaca yang sering berubah.
6. Disiplin dan Tanggung Jawab
Para pekerja Inggris dikenal memiliki disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Ketepatan waktu dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap orang lain dan perusahaan. Mereka bekerja dengan serius dan berusaha memastikan hasil pekerjaannya dapat dipertanggungjawabkan. Perusahaan dan institusi Inggris juga terkenal dengan etos kerja yang teratur dan profesional.
Selain itu, masyarakat Inggris memiliki budaya membaca dan belajar yang kuat. Kebiasaan membaca terlihat di banyak tempat: kafe, taman, hingga transportasi umum. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku-buku, melainkan ruang penting bagi para pecinta pengetahuan.
Budaya ini turut membentuk masyarakat yang menghargai pengetahuan, pemikiran kritis, dan pendekatan praktis terhadap masalah.
7. Suka Bersosialisasi di “Public House” (Budaya Pub)
Ada satu tempat yang sangat identik dengan kehidupan sosial warga Inggris, yaitu “public house” atau pub. Bagi sebagian orang, pub menjadi “ruang ketiga” setelah rumah dan tempat kerja. Pub bukan hanya tempat untuk menikmati minuman beralkohol. Tempat ini juga menjadi pusat pertemuan warga dari berbagai latar belakang untuk mengobrol, menonton pertandingan sepak bola, rugby, dan olahraga lainnya, serta menikmati suasana yang hidup dan akrab.
Menu tradisional yang sering dikaitkan dengan pub antara lain “Sunday roast” berupa daging panggang dengan kentang dan sayuran yang biasanya disantap pada hari Minggu, serta “fish and chips” yang menjadi salah satu hidangan klasik Inggris.
Gaya hidup orang Inggris memang unik dan berkesan. Namun, yang paling menonjol mungkin bukan satu sifat tertentu, melainkan perpaduan antara kesopanan, disiplin, penghormatan terhadap orang lain, humor yang cerdas, serta penghargaan terhadap tradisi dan pendidikan. Kombinasi inilah yang membuat karakter masyarakat Inggris sering dipandang menarik dan patut dipelajari.
Foto: Hendro

