ABB

ABB Catat Pesanan Naik dan Rekor Pendapatan

(Business Lounge – Global News) Perusahaan teknologi dan rekayasa asal Swiss, ABB, mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal keempat dengan lonjakan laba bersih dan pendapatan yang mencetak rekor baru. Dalam laporan terbarunya, ABB membukukan laba bersih sebesar 1,27 miliar dolar AS, naik signifikan dari 987 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga tumbuh 9 persen, mencerminkan kuatnya permintaan global terhadap solusi elektrifikasi, otomasi, dan teknologi industri.

Peningkatan ini tidak lepas dari melonjaknya pesanan baru yang masuk sepanjang kuartal, terutama dari sektor industri, infrastruktur, dan energi. ABB menyebut permintaan yang kuat datang dari berbagai wilayah, termasuk Amerika Utara dan Eropa, seiring berlanjutnya investasi dalam efisiensi energi, elektrifikasi, dan otomatisasi pabrik. Menurut laporan Reuters, pertumbuhan pesanan ini menjadi sinyal bahwa belanja modal global masih cukup solid meski ekonomi dunia menghadapi ketidakpastian.

Kinerja kuartal keempat ini juga menegaskan posisi ABB sebagai salah satu pemain utama dalam transisi energi global. Permintaan terhadap produk kelistrikan, sistem otomasi, dan solusi digital meningkat seiring dorongan perusahaan dan pemerintah untuk menekan emisi karbon serta meningkatkan efisiensi operasional. ABB diuntungkan oleh portofolio bisnisnya yang luas, mulai dari peralatan listrik hingga sistem robotik dan otomasi industri.

Manajemen ABB menyebut bahwa disiplin biaya dan efisiensi operasional turut berperan besar dalam mendorong kenaikan laba. Selain pertumbuhan pendapatan, perusahaan berhasil menjaga margin melalui pengendalian biaya produksi dan perbaikan rantai pasok. Hal ini menjadi faktor penting, mengingat banyak perusahaan industri masih menghadapi tekanan biaya bahan baku dan logistik. Seperti dicatat Bloomberg, kemampuan ABB mempertahankan profitabilitas di tengah kondisi global yang menantang mendapat respons positif dari investor.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan datang dari divisi elektrifikasi dan otomasi industri. Permintaan untuk peralatan listrik, sistem manajemen energi, serta solusi otomasi meningkat seiring percepatan proyek infrastruktur dan modernisasi fasilitas industri. Sektor data center juga memberikan kontribusi signifikan, seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan sistem pendingin untuk mendukung pertumbuhan komputasi awan dan kecerdasan buatan.

Di sisi lain, divisi robotika dan otomasi manufaktur juga menunjukkan pemulihan yang solid. Setelah sempat melambat akibat penundaan investasi industri, permintaan mulai kembali menguat, terutama dari sektor otomotif dan elektronik. ABB menilai tren otomatisasi jangka panjang tetap kuat, didorong oleh kebutuhan efisiensi, kekurangan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas.

Capaian ini semakin memperkuat posisi keuangan ABB, yang kini memiliki neraca lebih sehat dan arus kas yang stabil. Perusahaan menyatakan optimisme terhadap prospek tahun depan, meskipun tetap mewaspadai potensi perlambatan ekonomi global. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika suku bunga masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi kinerja ke depan. Namun, dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi, ABB merasa berada dalam posisi yang relatif kuat untuk menghadapi berbagai skenario.

Investor merespons positif laporan ini, melihatnya sebagai bukti bahwa strategi ABB dalam fokus pada elektrifikasi dan otomatisasi berada di jalur yang tepat. Saham perusahaan menguat seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kemampuan manajemen menjaga pertumbuhan sekaligus profitabilitas. Menurut Financial Times, hasil kuartal ini memperkuat pandangan bahwa ABB termasuk salah satu perusahaan industri Eropa yang paling siap memanfaatkan tren transisi energi global.

ABB berencana melanjutkan investasi pada teknologi digital, solusi rendah karbon, serta ekspansi di pasar dengan pertumbuhan tinggi. Perusahaan juga menekankan pentingnya inovasi untuk mempertahankan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan permintaan yang tetap kuat dan pesanan yang terus meningkat, manajemen optimistis dapat mempertahankan momentum positif ini sepanjang tahun.

Kinerja kuartal keempat ABB mencerminkan kombinasi yang solid antara pertumbuhan permintaan, eksekusi operasional yang disiplin, dan posisi strategis di sektor-sektor masa depan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pencapaian ini menjadi bukti bahwa perusahaan dengan fokus jelas dan portofolio kuat masih mampu mencetak pertumbuhan yang berkelanjutan. Seperti dicatat oleh Reuters dan Bloomberg, ABB kini memasuki tahun baru dengan fondasi yang lebih kokoh dan prospek yang relatif cerah.