Indonesia Bakal Punya ‘Pabrik AI’ Raksasa: Investasi Rp70 Triliun di Bekasi

(Business Lounge Journal – News)

Dunia teknologi di Tanah Air lagi heboh. Kabar terbaru datang dari Digital Edge, raksasa penyedia pusat data (data center) asal Singapura, yang baru saja mengumumkan rencana ambisius: membangun kampus data center senilai US$4,5 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp 70 triliun. Angka ini bukan cuma “main-main”, tapi merupakan salah satu investasi infrastruktur digital terbesar yang pernah mendarat di Indonesia.

Kenapa Harus di Bekasi?
Kampus yang diberi nama CGK Campus ini bakal berlokasi di Bekasi, tepat di pinggiran Jakarta. Pemilihan lokasi ini tentu bukan tanpa alasan. Bekasi sudah lama menjadi “hub” industri, dan kini bertransformasi menjadi titik strategis bagi infrastruktur digital karena kedekatannya dengan pusat ekonomi Jakarta namun memiliki ketersediaan lahan dan daya listrik yang mumpuni. Apa yang membuat proyek ini spesial? Jawabannya ada pada dua huruf: AI (Artificial Intelligence). Digital Edge merancang fasilitas ini sebagai AI-ready hyperscale facility,  yaitu fasilitas data center raksasa yang sejak awal dirancang untuk kebutuhan komputasi AI super berat, bukan sekadar server biasa. Hal ini karena AI butuh daya & pendinginan ekstrem sedangkan data center lama tidak cukup kuat. Perusahaan AI & cloud butuh lokasi siap pakai, cepat, dan scalable.

Di era sekarang, teknologi seperti ChatGPT atau pengolahan data besar membutuhkan tenaga komputasi yang luar biasa haus daya. Nah, kampus di Bekasi ini disiapkan dengan kapasitas awal 500 MW dan diproyeksikan bisa melonjak hingga 1 GW (Gigawatt). Sebagai gambaran, 1 Gigawatt itu bisa menerangi jutaan rumah! Dengan kapasitas sebesar ini, Indonesia siap menjadi pemain utama dalam menampung beban kerja teknologi masa depan di Asia Tenggara.

Kolaborasi Lokal yang Kuat
Investasi jumbo ini tidak jalan sendirian. Digital Edge bakal menggandeng Indonet, anak perusahaan mereka di Indonesia yang bergerak di bidang telekomunikasi. Peran Indonet sangat krusial di sini, yaitu memastikan “jalan tol” informasinya—alias konektivitas jaringan—berjalan super cepat dan tanpa hambatan. Jadi, bukan cuma gedungnya yang besar, tapi akses datanya juga bakal ngebut.

Kenapa Ini Penting Buat Kita?
Mungkin kamu bertanya, “Terus apa untungnya buat warga biasa?”
* Ekosistem Digital yang Lebih Stabil: Dengan adanya data center raksasa di dalam negeri, latensi (jeda waktu) dalam mengakses layanan digital bisa semakin rendah.
* Magnet Investor Lain: Kehadiran fasilitas kelas dunia ini bakal bikin perusahaan teknologi global makin pede buat naruh data atau operasional mereka di Indonesia.
* Lapangan Kerja Baru: Proyek sebesar ini tentu butuh tenaga ahli di bidang IT, teknik, hingga operasional infrastruktur.
Pembangunan gedung pertama kabarnya sudah mulai dikebut dan ditargetkan beroperasi pada Kuartal 4 (Q4). Ini jadi bukti nyata kalau Indonesia nggak cuma mau jadi pasar atau penonton di era AI, tapi juga mau jadi “dapur” tempat teknologi itu dimasak.