SoftBank

SoftBank Bidik Investasi Raksasa Baru OpenAI

(Business Lounge – Global News) SoftBank kembali menunjukkan ambisinya di sektor kecerdasan buatan dengan menjajaki rencana investasi tambahan hingga 30 miliar dolar AS ke OpenAI. Langkah ini menjadi bagian dari upaya OpenAI menghimpun pendanaan baru yang nilainya bisa mencapai 100 miliar dolar AS, sebuah angka yang berpotensi menjadikannya salah satu perusahaan rintisan paling bernilai di dunia. Informasi ini mencerminkan keyakinan kuat SoftBank bahwa AI akan menjadi fondasi utama ekonomi digital di dekade mendatang.

Menurut laporan Financial Times dan Bloomberg, pembicaraan antara SoftBank dan OpenAI masih berada pada tahap awal, namun diskusinya sudah mencakup angka investasi yang sangat besar. Jika terealisasi, tambahan pendanaan ini akan melengkapi komitmen besar yang sebelumnya telah diberikan oleh Microsoft serta sejumlah investor global lainnya. Bagi SoftBank, langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang pendirinya, Masayoshi Son, yang selama bertahun-tahun menyatakan bahwa kecerdasan buatan akan mengubah hampir seluruh sektor ekonomi.

Rencana investasi ini muncul di tengah perlombaan global untuk menguasai teknologi AI generatif. OpenAI, sebagai pengembang ChatGPT dan berbagai model bahasa canggih lainnya, kini berada di pusat perhatian dunia teknologi. Permintaan terhadap solusi AI terus meningkat, baik dari perusahaan teknologi besar, sektor keuangan, manufaktur, hingga pemerintahan. Untuk memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi dan pengembangan model yang semakin kompleks, OpenAI membutuhkan modal dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

SoftBank melihat peluang tersebut sebagai kelanjutan dari strategi jangka panjangnya membangun ekosistem AI global. Setelah sebelumnya mengalami kerugian besar akibat sejumlah investasi teknologi yang kurang berhasil, grup asal Jepang itu kini tampak lebih selektif, namun tetap agresif pada sektor yang diyakini memiliki dampak struktural jangka panjang. Investasi potensial di OpenAI dipandang sebagai taruhan besar, tetapi juga sebagai peluang untuk kembali menempatkan SoftBank di garis depan inovasi teknologi dunia.

Sumber yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa dana segar ini kemungkinan akan digunakan OpenAI untuk memperluas infrastruktur pusat data, meningkatkan kapasitas komputasi, serta mempercepat riset model AI generasi berikutnya. Biaya operasional OpenAI terus meningkat seiring meningkatnya penggunaan model AI secara global, terutama untuk aplikasi komersial berskala besar. Tanpa suntikan modal masif, pengembangan teknologi tersebut berisiko melambat.

Di sisi lain, langkah SoftBank juga mencerminkan meningkatnya persaingan antar investor dalam mengamankan posisi strategis di perusahaan AI terkemuka. Microsoft, yang telah lebih dulu menanamkan investasi besar di OpenAI, saat ini menjadi mitra utama dalam penyediaan infrastruktur cloud. Masuknya SoftBank dengan dana tambahan berpotensi mengubah dinamika kepemilikan dan pengaruh di dalam perusahaan, meski belum jelas bagaimana struktur investasi tersebut akan diatur.

Analis menilai bahwa minat SoftBank bukan hanya didorong oleh potensi keuntungan finansial, tetapi juga oleh visi jangka panjang Masayoshi Son yang ingin menjadikan AI sebagai “mesin peradaban baru”. Dalam berbagai kesempatan, Son menyatakan bahwa kecerdasan buatan akan melampaui revolusi internet dan smartphone, menciptakan peluang ekonomi yang nilainya triliunan dolar. Investasi di OpenAI dipandang sebagai salah satu langkah paling konkret untuk mewujudkan visi tersebut.

Namun, rencana pendanaan besar ini juga menimbulkan pertanyaan tentang valuasi dan keberlanjutan bisnis AI. Dengan kebutuhan modal yang sangat besar dan biaya operasional yang terus meningkat, sebagian analis mempertanyakan kapan perusahaan seperti OpenAI dapat menghasilkan arus kas positif secara konsisten. Meski permintaan tinggi, model bisnis AI masih terus berevolusi, terutama dalam hal monetisasi dan pengendalian biaya komputasi.

Di sisi pasar, kabar ini disambut sebagai sinyal bahwa minat investor terhadap AI belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Justru sebaliknya, skala investasi yang dibicarakan semakin besar, mencerminkan keyakinan bahwa AI akan menjadi tulang punggung ekonomi digital global dalam satu dekade ke depan. Bloomberg mencatat bahwa jika pendanaan ini terealisasi penuh, OpenAI berpotensi menjadi salah satu startup dengan pendanaan terbesar sepanjang sejarah.

Bagi SoftBank, langkah ini juga menjadi upaya pemulihan reputasi setelah beberapa investasi sebelumnya, termasuk di sektor teknologi dan startup global, mengalami penurunan nilai. Dengan menempatkan dana besar di OpenAI, SoftBank bertaruh bahwa gelombang AI akan memberikan imbal hasil yang jauh melampaui kegagalan masa lalu.

Sementara itu, OpenAI berada di persimpangan penting. Di satu sisi, tambahan dana akan mempercepat inovasi dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin AI global. Di sisi lain, tekanan untuk menunjukkan hasil komersial yang sepadan dengan valuasi raksasa akan semakin besar. Apa pun hasil akhirnya, pembicaraan antara SoftBank dan OpenAI menegaskan satu hal: perlombaan AI global kini memasuki fase baru, dengan taruhan yang jauh lebih besar dari sebelumnya, sebagaimana dicatat oleh Reuters, Bloomberg, dan Financial Times.