Soho House

Rencana Go Private Soho House Senilai US$2,7 Miliar Tersandung Masalah Pendanaan

(Business Lounge – Global News) Kesepakatan untuk membawa Soho House kembali menjadi perusahaan tertutup dengan valuasi sekitar US$2,7 miliar menghadapi hambatan di menit-menit terakhir, setelah salah satu mitra utama gagal memenuhi komitmen pendanaan tepat waktu. MCR, pemilik dan operator hotel asal Amerika Serikat yang terlibat dalam transaksi tersebut, mengatakan tidak dapat merealisasikan komitmen pendanaan sebesar US$200 juta sesuai tenggat yang disepakati, memicu kegelisahan di antara para mitra keuangan Soho House.

Menurut laporan The Wall Street Journal, kegagalan MCR memenuhi komitmen ini memaksa pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi untuk segera mencari sumber pendanaan alternatif agar rencana go private tetap dapat berjalan. Soho House, jaringan klub privat dan hotel yang dikenal di kalangan industri kreatif dan profesional muda global, sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk keluar dari bursa saham melalui kesepakatan dengan konsorsium investor yang dipimpin oleh MCR.

Masalah pendanaan ini muncul pada tahap krusial, ketika struktur pembiayaan transaksi seharusnya sudah hampir final. Dalam skema awal, MCR direncanakan menjadi penyedia ekuitas terbesar dalam konsorsium, sehingga ketidakmampuan perusahaan tersebut menyuntikkan dana sesuai jadwal menciptakan lubang signifikan dalam paket pembiayaan. Sumber yang dikutip Bloomberg menyebutkan bahwa para penasihat keuangan Soho House kini bekerja intensif untuk menjajaki opsi lain, termasuk mendekati investor institusional baru atau menyesuaikan kembali struktur utang.

Soho House sendiri telah menghadapi tekanan kinerja sejak melantai di bursa. Perusahaan go public pada 2021 dengan harapan dapat memanfaatkan antusiasme investor terhadap merek gaya hidup premium, namun sahamnya kerap bergerak di bawah harga penawaran perdana. Biaya operasional yang tinggi, ekspansi global yang agresif, serta perubahan pola konsumsi pascapandemi menjadi tantangan utama. Dalam konteks ini, langkah go private dipandang sebagai upaya manajemen untuk mendapatkan ruang bernapas lebih besar tanpa tekanan pasar publik.

Keterlibatan MCR dalam transaksi ini awalnya dianggap sebagai penguat kredibilitas kesepakatan. Perusahaan tersebut memiliki portofolio hotel yang luas di Amerika Serikat dan pengalaman dalam mengelola aset perhotelan skala besar. Namun, pernyataan MCR bahwa mereka tidak dapat menyiapkan US$200 juta tepat waktu menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi pasar pendanaan dan selera risiko investor terhadap sektor perhotelan dan gaya hidup. Financial Times mencatat bahwa kenaikan suku bunga global dan ketatnya likuiditas membuat banyak investor lebih berhati-hati dalam menyalurkan modal besar, terutama untuk transaksi leverage.

Bagi mitra keuangan Soho House, situasi ini menciptakan dilema. Di satu sisi, mereka harus bergerak cepat untuk menutup kekurangan dana agar transaksi tidak batal. Di sisi lain, perubahan mendadak dalam struktur pendanaan berpotensi mengubah profil risiko dan imbal hasil kesepakatan. Sumber industri mengatakan bahwa beberapa pemberi pinjaman dan investor alternatif telah dihubungi, meski belum jelas apakah mereka bersedia masuk dengan syarat yang sama seperti MCR.

Soho House menyatakan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan transaksi sesuai rencana, meskipun mengakui adanya tantangan pendanaan. Perusahaan menegaskan bahwa operasional klub dan hotel tetap berjalan normal dan tidak terdampak langsung oleh proses negosiasi ini. Namun, pasar memandang ketidakpastian tersebut sebagai sinyal bahwa jalan menuju go private tidak semulus yang diharapkan.

Kasus Soho House mencerminkan dinamika yang lebih luas di pasar merger dan akuisisi global, khususnya di sektor perhotelan dan gaya hidup. Banyak transaksi yang diumumkan dengan optimisme tinggi kini diuji oleh realitas pendanaan yang lebih ketat. Reuters menilai bahwa kegagalan memenuhi komitmen di menit terakhir semakin sering terjadi, seiring investor meninjau ulang eksposur mereka terhadap aset yang sensitif terhadap siklus ekonomi.

Apakah Soho House mampu menemukan solusi pendanaan dalam waktu singkat akan menjadi penentu nasib kesepakatan ini. Jika berhasil, transaksi tersebut akan menandai salah satu kesepakatan go private paling menonjol di sektor gaya hidup premium dalam beberapa tahun terakhir. Jika tidak, Soho House berisiko tetap terjebak di pasar publik dengan tekanan yang selama ini ingin mereka hindari.