(Business Lounge Journal – Human Resources)
Banyak profesional memilih “bernapas sejenak” di akhir tahun dan menunda pencarian kerja sampai Januari. Alasannya terdengar masuk akal: pasar dianggap sepi, rekruter libur, dan keputusan penting baru diambil setelah tahun berganti. Namun, data dan pengalaman para praktisi SDM justru menunjukkan hal sebaliknya. Akhir tahun—khususnya Desember—bisa menjadi momen strategis untuk melangkah lebih cepat dalam karier.
Menurut Lacey Kaelani, CEO Metaintro, aktivitas rekrutmen di bulan Desember tetap berlangsung cukup signifikan. Banyak perusahaan mulai mengantisipasi kebutuhan talenta untuk kuartal pertama tahun berikutnya. Yang menarik, di saat lowongan tetap ada, jumlah pelamar justru turun sekitar 20–25 persen karena asumsi keliru bahwa “tidak ada yang merekrut di akhir tahun”. Celah inilah yang sering luput dimanfaatkan para pencari kerja.
Mitos “Akhir Tahun Sepi Rekrutmen”
Pandangan umum bahwa Desember adalah bulan terburuk untuk mencari kerja tidak sepenuhnya benar. Margaret Bui, Talent Acquisition Manager di Mixmax (Inggris), menjelaskan bahwa banyak perusahaan memiliki alokasi headcount yang bersifat use it or lose it. Jika tidak segera diisi, kuota tersebut bisa hilang di tahun berikutnya.
Dalam situasi seperti ini, kandidat yang aktif justru lebih mudah terlihat. Kotak masuk rekruter tidak seramai bulan Januari, sehingga lamaran yang masuk cenderung mendapat perhatian lebih cepat. Bahkan, menurut Bui, penawaran kerja dan proses wawancara sering kali tetap berjalan hingga minggu terakhir Desember.
Waspadai “Efek Januari”
Menunda pencarian kerja hingga Januari juga memiliki konsekuensi lain: lonjakan pelamar secara bersamaan. Kaelani menyebut fenomena ini sebagai January effect, di mana jumlah pelamar bisa meningkat tiga hingga empat kali lipat untuk posisi yang sama. Akibatnya, rekruter kewalahan, proses seleksi melambat, dan peluang kandidat untuk menonjol justru mengecil.
Sebaliknya, kandidat yang sudah aktif sejak Desember biasanya sudah “masuk radar” lebih awal. Saat orang lain baru mulai mengirim CV, mereka mungkin sudah berada di tahap wawancara lanjutan.
Tiga Keuntungan Utama Mencari Kerja di Desember
Pertama, kompetisi lebih rendah. Lebih sedikit pelamar berarti peluang lebih besar, terutama bagi kandidat yang melamar secara selektif dan menyesuaikan CV dengan kebutuhan perusahaan.
Kedua, akses lebih mudah ke pengambil keputusan. Menjelang libur panjang, jadwal para pimpinan dan manajer cenderung lebih longgar. Ini waktu yang tepat untuk follow up, meminta informational interview, atau membangun percakapan yang selama ini tertunda.
Ketiga, momentum lebih cepat. Proses pencarian kerja tidak instan. Dengan memulai lebih awal, kandidat sudah “setengah jalan” ketika memasuki Januari. Keunggulan waktu ini bisa memangkas minggu—bahkan bulan—hingga penawaran kerja.
Strategi Praktis Memanfaatkan Akhir Tahun
Akhir tahun juga momen sosial yang kuat. Pertemuan keluarga, reuni, atau acara liburan bisa dimanfaatkan untuk memperluas jejaring secara natural. MaryAnne Hyland dari Adelphi University menekankan bahwa percakapan ringan dengan kerabat atau kenalan sering kali membuka akses ke informasi dan peluang yang tidak dipublikasikan.
Di sisi digital, profil LinkedIn perlu diperbarui dan dipertegas. Judul yang jelas, ringkasan yang menampilkan pencapaian terukur, serta keahlian yang relevan akan membantu profil tetap menarik di mata rekruter yang masih aktif berselancar, bahkan saat liburan.
Selain itu, lakukan warm outreach. Menghubungi beberapa profesional di industri target dengan pesan singkat dan personal, lalu menjadwalkan obrolan di awal Januari, adalah langkah cerdas untuk “mengisi kalender” sebelum tahun baru benar-benar dimulai.
Jangan Terlalu Patuh pada “Tanda Berhenti”
Steven Lowell, career coach dan reverse recruiter, bahkan menyarankan agar pencari kerja tidak terlalu cepat menyerah ketika melihat tanda “lowongan ditutup”. Menghubungi langsung pihak yang mem-posting lowongan dan meminta kesempatan tetap mengirim CV sering kali membuahkan hasil. Di ekonomi global yang semakin fleksibel, asumsi bahwa semua orang libur bersamaan sudah tidak relevan lagi.
Pada akhirnya, Desember memang bukan bulan di mana semua keputusan langsung dieksekusi. Namun, ini adalah waktu yang ideal untuk menyiapkan fondasi. Seperti disampaikan John J. Lane dari Landing Point, pencarian kerja tidak bisa diperlakukan sebagai proyek paruh waktu jika mengharapkan hasil penuh. Masuk lebih awal ke dalam percakapan bisa menjadi pembeda antara dipanggil wawancara atau sekadar terlewat.
Kesimpulannya jelas: karier tidak mengenal musim libur. Bagi profesional yang ingin unggul, akhir tahun bukan waktu untuk berhenti—melainkan kesempatan strategis untuk melangkah lebih dulu.

