Shell

Shell Tangguhkan Kekhawatiran Pasar dengan Buyback Saham

(Business Lounge – Global News) Shell PLC mengumumkan pembelian kembali saham senilai 3,5 miliar dolar AS menyusul laporan keuangan kuartal pertama yang mengalahkan ekspektasi pasar, menunjukkan kinerja yang solid di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi harga energi. Hasil ini merupakan yang pertama sejak perusahaan menggelar acara Capital Markets Day pada bulan Maret, di mana Shell menyatakan komitmennya untuk meningkatkan produksi serta pengembalian bagi pemegang saham selama lima tahun ke depan.

Kinerja kuartalan yang kuat ini sebagian besar didorong oleh segmen gas terintegrasi dan kimia, yang menunjukkan ketahanan terhadap tekanan pasar. Menurut laporan yang dirilis pada Kamis, laba bersih Shell mencapai 7,7 miliar dolar AS untuk periode tersebut, naik dari proyeksi analis yang memperkirakan sekitar 6,5 miliar dolar AS. Ini mencerminkan strategi diversifikasi bisnis yang semakin membuahkan hasil, terutama di tengah transisi energi global yang menuntut efisiensi dan keberlanjutan.

Chief Executive Officer Wael Sawan menyatakan bahwa hasil kuartal ini mencerminkan fokus perusahaan pada disiplin modal, optimalisasi aset, dan pengembalian modal kepada pemegang saham. Ia juga menambahkan bahwa perusahaan tetap waspada terhadap volatilitas pasar energi, terutama setelah ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif baru yang memengaruhi harga komoditas.

Meskipun harga minyak mentah global telah mengalami penurunan dari level tertingginya tahun lalu, Shell berhasil mempertahankan profitabilitas berkat manajemen biaya yang ketat dan jaringan distribusi energi yang luas. Selain itu, volume produksi juga meningkat tipis, memperkuat posisi perusahaan dalam menjawab permintaan energi global yang masih kuat, khususnya dari kawasan Asia.

Program buyback senilai 3,5 miliar dolar AS ini dijadwalkan rampung dalam tiga bulan ke depan dan menjadi bagian dari komitmen Shell untuk mengembalikan setidaknya 30% dari arus kas dari operasi kepada pemegang saham. Sejak tahun lalu, perusahaan telah mengalokasikan sekitar 23 miliar dolar AS untuk buyback dan dividen.

Analis pasar melihat langkah ini sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan, meskipun tantangan tetap ada. Salah satunya adalah ketidakpastian kebijakan lingkungan dari negara-negara maju yang dapat memengaruhi investasi baru di sektor eksplorasi minyak dan gas. Namun demikian, Shell telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mengorbankan pertumbuhan jangka panjang demi target iklim yang tidak realistis, sambil tetap mendukung agenda transisi energi secara bertahap.

Dengan strategi jangka panjang yang kini lebih terstruktur, Shell menunjukkan bahwa perusahaan energi besar masih memiliki ruang manuver yang luas di tengah perubahan iklim kebijakan dan pasar global. Kinerja kuartalan ini, disertai dengan sinyal kepercayaan melalui program pembelian kembali saham, menjadi penegas bahwa Shell belum kehilangan pijakannya sebagai salah satu raksasa energi dunia.