Berkshire Hathaway Melirik Dunia Kedirgantaraan? Hadapi Boeing Dulu

(Business Lounge – Global News) Booming-nya dunia kerdigantaraan oleh karena meningkatkanya permintaan untuk pesawat komersial membuat para investor dunia berkeinginan untuk terjun di dalamnya. Berkshire Hathaway Inc adalah salah satu yang melakukan kesepakatan untuk pemasok kedirgantaraan presisi Castparts Corp senilai USD 37 milyar atau sekitar IDR 518 triliun.

Namun hal ini tidak serta merta dapat terjadi dengan begitu mudah sebab Boeing Co menggunakan pengaruhnya sebagai pembuat pesawat terbesar di dunia untuk melakukan pemeriksaan pada beberapa penawaran.

Seperti telah dikemukakan di atas bahwa bukan hanya CEO Berkshire, Warren Buffett sendiri yang melihat potensi keuntungan dari meningkatnya permintaan untuk pesawat komersial, sebab penawaran demi penawaran juga datang dari penanam modal swasta lainnya seperti perusahaan asing dari Tiongkok, AVIC dan Senior PLC dari Inggris yang baru-baru ini melakukan aksinya untuk memberikan penawaran, demikian seperti dilansir oleh Reuters.

Hingga saat ini Boeing adalah pelanggan terbesar dari sebagian besar pemasok kedirgantaraan. Posisi ini dipergunakan Boeing sebagai sebuah kesempatan untuk mengatur berbagai kegiatan tawar menawar serta mempengaruhi beberapa tindakan akuisisi juga beberapa pengalihan kontrak pasokan dari satu pemilik kepada yang lain.

Boeing dapat bertindak seperti sebagai regulator resmi untuk berbagai upaya merger dan akuisisi kedirgantaraan karena “assignability klausul” yang dimasukkan pada sebagian besar kontrak dengan pemasok. Klausa ini memungkinkan Boeing untuk menolak untuk mentransfer kontrak untuk pemilik baru, memberikan hak veto de facto atas penawaran.

Boeing mengatakan bahwa kaulusul tersebut tidak mengubah proses yang digunakan untuk meneliti merger dan akuisisi antara pemasok, dan bahwa waktu yang dibutuhkan tergantung pada ukuran dan kompleksitas dari kesepakatan. Dennis Muilenburg yang menjabat sebagai Chief Executive sejak 1 Juli melanjutkan kebijakan Jim McNerney sebagai pendahulunya untuk mengambil resiko.

“Kami memiliki kemampuan untuk memiliki suara kami didengar dalam M & A proses dan kami menggunakan kemampuan itu,” demikian dikatakan Kent Fisher, wakil presiden dan general manager dari pemasok di Boeing Commercial Airplanes,seperti dilansir oleh Reuters.

Tapi para bankir dan pemilik perusahaan mengatakan bahwa persetujuan dari Boeing yang sebelumnya membutuhkan waktu beberapa minggu, kini memakan waktu lebih panjang lagi dan hal ini tentu saja menimbulkan risiko penawaran sebab sering kali keterlambatan ini tanpa disertai alasan. “Setiap kali Anda memiliki ‘jeda’ dalam sebuah transaksi, hal ini akan meningkatkan risiko bahwa hal itu bisa saja tidak akan mencapai kesepakatan,” demikian dikatakan Brian Murphy, seorang managing director Meridian Capital, sebuah bank investasi yang berbasis di Seattle.

Misalnya, Boeing membutuhkan waktu selama empat bulan untuk menyetujui pembelian pemasok kecil oleh Liberty Hall Capital Partners, New York perusahaan ekuitas swasta yang difokuskan pada kedirgantaraan dan pertahanan.

Kemudian sebuah perusahaan pemasok bernama LaCroix Industries, yang memiliki 45 karyawan dan didirikan di Kent, Washington, pada tahun 1977 memulai pembicaraan dengan Liberty Hall sejak September tahun lalu untuk mendapatkan kesempatan memperoleh keuntungan dari Boeing pada bulan April. Namun hingga Juli Boeing tidak juga memberikan persetujuannya hingga kesepakatan ditutup pada bulan itu. LaCroix Industries sebenarnya telah lama memasok bagian langsung ke Boeing untuk jet 737, 777, dan 787. Perusahaan ini mendapatkan penghargaan dari Boeing untuk kualitas yang hampir sempurna selama tujuh tahun terakhir, demikian dikatakan pendiri Philip LaCroix seperti dilansir oleh Reuters.

Sedangkan beberapa bankir mengatakan bahwa mereka memilih untuk mengecualikan penawar potensial untuk perusahaan jika mereka tahu bahw amereka tidak akan lulus dari Boeing, yang tampak memiliki kekuatan keuangan.

Penawaran kedirgantaraan dan pertahanan Amerika Utara telah melonjak 17 persen pada tahun lalu dan nilai mereka hampir dua kali lipat menjadi sekitar USD 12 miliar, demikian dilansir oleh Reuters.

Ketika Zodiac Aerospace Prancis gagal untuk memberikan kursi premium awal tahun ini, hal ini berakibat pada penundaan pengiriman 787 untuk American Airlines dan memukul Boeing dengan adanya biaya tambahan sebesar beberapa ratus juta dolar.

Banyak ahli mengharapkan pembelian kedirgantaraan oleh Buffett akan memacu semakin banyak konsolidasi, dan kemungkinan untuk meminta Boeing dapat melihat lebih dekat pada penawaran yang mempengaruhi pemasoknya.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge, flickr – DonkeyHotey

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x