Memberi Teladan, Seberapa Penting bagi Seorang Pemimpin? (Bag II)

(Business Lounge – Lead & Follow) Sekarang kita telah mengetahui bahwa betapa pentingnya seorang pemimpin dapat memimpin dengan memberikan teladan. (Baca: Memberi Teladan, Seberapa Penting bagi Seorang Pemimpin? (Bag II)). Lalu bagaimana jika seorang pemimpin tidak memberikan teladan saat ia harus memimpin?

Apa yang terjadi jika Anda tidak memberikan teladan?

Pertanyaan sederhana seperti yang sudah di tulis di atas, bagaiman jika Anda tidak memberikan teladan. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka Anda akan ingat ada suatu kondisi sulit bahwa ada amarah ataupun kecewa yang dialami di tim Anda.

Ketika para pemimpin tidak “mempraktekkan apa yang mereka khotbahkan”, agak sulit membayangkan bahwa tim Anda dapat bekerja sama dan mencapai sukses. Bagaimana orang bisa percaya seorang pemimpin yang berbicara tentang satu hal, tapi tidak melakukan sesuatu untuk sebuah jalan atau memberi teladan dari apa yang dikatakannya?

Bayangkan seorang tokoh besar seperti Alexander Agung. Bagaomanakah jika pasukan yang dipimpinnya melihat Alexander Agung hanya duduk santai di atas sebuah bukit yang aman dan jauh dari pertempuran? Apakah pasukannya akan berjuang keras dan beroleh kemenangan? Mungkin tidak. Tapi yang paling penting juga Alexander Agung tidak akan menjadi seperti seorang yang begitu terkenal sekarang, bukan menjadi suatu teladan pemimpin yang sukses yang akan dikenang.

Begitu juga dengan tim Anda. Jika Anda mengatakan satu hal dan melakukan yang berbeda, mereka tidak akan mengikuti Anda dengan antusias. Segala sesuatu dapat Anda sampaikan tapi kondisi yang terjadi adalah Anda bertemu dengan kondisi adanya kecurigaan dan keraguan. Timbul ketidakpercayaan bahwa Anda melakukan hal yang benar. Mereka menjadi tidak lagi percaya lagi pada Anda.

Pemimpin yang baik mendorong orang untuk maju dengan semangat, inspirasi, kepercayaan, dan visi. Jika Anda memimpin sebuah tim yang tidak mempercayai Anda, produktivitas akan turun. Antusiasme mungkin hilang, visi yang sudah Anda bangun dengan usaha yang keras untuk membuat terjadi menjadi kehilangan daya tariknya, karena semua tim Anda tidak mempercayai Anda lagi.

Kesimpulan

Kepemimpinan yang baik membutuhkan kekuatan karakter dan komitmen yang kuat seorang pemimpin untuk melakukan hal yang benar, yaitu pada saat yang tepat dan untuk alasan yang tepat. Atau dengan kata lain melakukan apa yang Anda katakan ketika Anda sudah menyampaikannya. Ketahuilah jika tim Anda tidak bisa mempercayai Anda, sulit bagi Anda untuk memimpin mereka mencapai tujuan bersama.

Jadilah pribadi yang berintegrasi dan bergerak dengan teladan. Sepertinya sulit, tapi sesungguhnya ini adalah jalan yang termudah. Jika tim Anda tahu bahwa Anda juga akan melakukan apa pun yang Anda harapkan dari mereka, mereka akan bekerja keras untuk membantu Anda mencapai tujuan bersama.

Ketahuilah jika Anda meminta rekan kerja untuk melakukan sesuatu, pastikan Anda bersedia untuk melakukannya sendiri. Atau jika Anda menerapkan aturan baru untuk kantor, ikuti aturan-aturan tersebut dengan konisten dan tegas. Seperti yang Anda harapkan untuk orang lain mematuhinya. Jika Anda tidak konsisten maka Anda akan dianggap tidak jujur, dan staf Anda mungkin menjadi kecewa dan mulai tidak mematuhi Anda.

P Adi/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x