Holcim dan Lafarge Akan Bentuk Perusahaan Semen Terbesar

(Business Lounge – Business Insight) Regulator AS dan Kanada telah memberikan lampu hijau untuk kesepakatan yang akan diadakan antara Holcim dan Lafarge senilai € 41 miliar (setara dengan 594 triliun rupiah). Pada tahun lalu, perusahaan semen Holcim untuk pertama kali disetujui untuk mengakuisisi perusahaan semen raksasa Prancis, Lafarge dengan tujuan untuk membuat perusahaan semen terbesar di dunia melalui penjualan.

Kesepakatan itu hampir batal selama musim semi sebagaimana perusahaan semen milik Swiss ini telah mencoba untuk melakukan negosiasi ulang atas kesepakatan dan mencoba mengganti chief executive and chairman Lafarge, Bruno Lafont.

Kedua perusahaan akhirnya setuju untuk nama Eric Olsen, seorang eksekutif Lafarge, untuk memimpin perusahaan gabungan ini, sementara Lafont digantikan oleh co-chairman Holcim Wolfgang Reitzle. Mereka juga sepakat untuk rasio pertukaran baru yaitu 9 saham Holcim dengan 10 saham Lafarge.

Holcim dan Lafarge setuju untuk melakukan divestasi pabrik dan terminal di AS dan Kanada untuk menyelesaikan Komisi Perdagangan Federal yang menuduh bahwa merger akan merugikan kompetisi di AS. Sebagai syarat persetujuan itu, Lafarge akan menjual Continental Cement Co yang adalah pabrik semen Davenport dan tambang di Buffalo, Iowa. Selain itu perusahaan ini juga akan menjual terminal semen dan distribusi aset lainnya di Minneapolis-St. Paul, Minn .; La Crosse, Wis .; Memphis, Tenn .; dan Biara dan New Orleans, La.

Sedangkan Holcim akan menjual Eagle Materials Inc yang merupakan pabrik semen terak Skyway di Chicago; dan juga menjual Essroc Cement Corp yang merupakan pabrik terak semen di Camden, NJ, dan terminal dekat Boston. Holcim juga akan menjual Buzzi UNICEM USA yang adalah terminal semen di Grandville dan Elmira, Mich., Dan Rock Island, Illinois .; dan calon pembeli atau pembeli harus disetujui oleh Komisi Perdagangan Federal yang Trident, Mont, pabrik semen dan dua terminal terkait di Alberta, Kanada.; dan pabrik semen di Mississauga Ontario, Kanada, dan terminal semen terkait di Duluth, Minn .; Detroit dan Dundee, Mich .; Cleveland; dan Buffalo, N.Y.

Pemegang saham Holcim dijadwalkan untuk memilih untuk memberikan suara pada merger yang diusulkan oleh Lafarge pada 8 Mei. Dua pertiga dari pemegang saham Holcim harus menyetujui peningkatan modal yang efektif berfungsi sebagai referendum merger. Sebuah proporsi yang sama dari pemegang saham Lafarge akan perlu untuk tender saham mereka untuk saham di perusahaan baru untuk menyelesaikan kesepakatan.

Kesepakatan ini diharapkan untuk selesai pada Juli 2015. Selain itu regulator Eropa, yang telah memberikan jalan bagi proses merger ini pada bulan Desember, juga telah memberikan persetujuan akhir untuk serangkaian penjualan aset di Eropa yang akan membuat perusahaan bangunan semen di Irlandia menjadi yang terbesar ketiga di dunia setelah gabungan LafargeHolcim dan Perancis Saint-Gobain SA.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana

 

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x