(Business Lounge – Empower People) Pada bulan lalu Wal-Mart memutuskan untuk menaikkan upah bagi para pekerja yang yang masih mendapatkan pembayaran yang rendah. Hal ini disampaikan oleh CEO Wal-Mart sambil mengutip apa yang pernah diucapkan oleh pendiri perusahaan ini, Sam Walton, yang menyatakan bahwa “orang-orang kami membuat perbedaan.”
Pada kesempatan yang lain sebuah pernyataan lain juga menyatakan bahwa pihak management dari perusahan pengecer ini telah menyadari bahwa pergantian staf yang terjadi telah menciderai bisnisnya. Untuk itu perusahaan pun menyatakan kesediaannya untuk mengganggarkan budget sebesar $ 1 miliar (sekitar hampir 13 triliun rupiah) pada tahun ini untuk kenaikan gaji yang lebih tinggi dan peluang karier yang lebih untuk menjaga pekerja toko tetap ada dalam pekerjaan mereka.
“Orang-orang yang Membuat Perbedaan”
Sangat menarik untuk menyimak pernyataan Sam Walton yang menganggap bahwa para pekerjanyalah yang membuat Wal-Mart berbeda dari peritel lainnya. Hal ini memang benar. Jika Anda merekrut karyawan dari hanya seorang staff biasa dan kemudian mendidiknya dalam budaya perusahaan yang telah Anda ciptakan maka tanpa Anda sadari ia akan menjadi “orang” Anda. Ia akan bekerja sebagaimana budaya kerja yang Anda tanamkan. Ia akan berpikir sebagaimana budaya “pikir” yang Anda kembangkan, dan ia akan menjadi perpanjangan tangan Anda untuk menjangkau dan memperlakukan semua pelanggan Anda.
Orang-orang inilah yang telah membedakan perusahaan Anda berbeda dengan perusahaan lainnya. Bagaimana jika Anda kehilangan mereka? Pernahkah Anda berpikir bahwa kehilangan mereka sama dengan kehilangan bagian terpenting dari diri Anda sendiri? Mungkin Anda tidak menyadari benar apa arti kehilangan “orang” Anda. Bagaimana menggantikannya?
Anda perlu untuk merekrut kembali orang baru dan mendidiknya kembali untuk menjadi “orang” Anda. Sudah pasti membutuhkan waktu dan biaya untuk mendapatkannya kembali. Lalu bagaimana jika Anda berpikir untuk merekrut saja tenaga yang “sudah jadi” untuk menggantikan “orang” Anda yang telah pergi? Faktor budaya akan menjadi pembedanya.
Jangan Lepaskan “Orang” Anda
Jika Anda mulai kehilangan “orang-orang” Anda maka sangat penting untuk melakukan evaluasi. Mengapa mereka pergi? Wal-Mart jelas mengetahui bahwa ada 2 faktor yang telah membuat “orang-orangnya” pergi, yaitu faktor upah dan peluang karir.
Tidak dapat disangkali bahwa dalam banyak hal, upah selalu menjadi penentu apakah seseorang akan loyal pada perusahaan ataukah tidak. Besarnya upah yang diberikan perusahaan sama dengan besarnya penghargaan perusahaan kepada “orang-orangnya”. Jika perusahaan terus bertahan pada pemberian upah yang minimum tanpa memperhatikan kompetensi seseorang dan tanpa memperhatikan persaingan yang ada maka karyawan pun akan berupaya untuk mencari perusahaan mana yang dapat menghargainya lebih tinggi lagi. Paling mudah bagi karyawan untuk dapat beralih kepada kompetitor sebab itu akan menjadi pukulan telak bagi perusahaan.
Kesempatan berkarir, juga merupakan bargaining power untuk loyalitas karyawan Anda. Cobalah untuk memperhatikan development program dan career path dari setiap “orang” Anda. Apalagi sebuah fenomena yang Anda temui pada generasi sekarang sangat berbeda dengan dua generasi sebelumnya.
Perhitungkan Kerugian Anda
Kehilangan “orang” Anda bukan hanya semata-mata Anda kehilangan karyawan, tetapi hitunglah berapa biaya yang telah Anda investasikan pada seorang karyawan hingga ia ada pada posisi saat Anda kehilangannya. Berapa biaya setiap pengembangan yang pernah Anda keluarkan terlebih lagi berapa waktu yang telah Anda investasikan baginya. Ingat waktu adalah uang. Sehingga kehilangan waktu juga suatu kerugian untuk Anda. Dengan memperhitungkan semua kerugian dan juga upaya keras Anda maka angka turn over yang tinggi tentu akan menjadi sebuah masalah bagi Anda.
Ruth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development

