Standard Chartered Akan Menutup Hingga 100 Cabang di Asia

(Business Lounge – Business Insight) Standard Chartered berencana untuk mengurangi hingga 100 cabang ritel di Asia pada tahun 2015, atau 8 persen dari jaringan, untuk membantu menyelamatkan profit sebesar $ 400 juta (sekitar 4,8 triliun rupiah) per tahun.

Bank ini memang tengah berada di bawah tekanan untuk meningkatkan kinerja setelah mendapatkan tiga kali peringatan berkaitan dengan laba pada tahun ini dan nilai saham yang menurun hingga 30 persen. Menyikapi ini para investor pun mengadakan pertemuan selama tiga hari di Hong Kong untuk mengkaji rencana yang telah dicanangkan.

“Kami mengakui kinerja kami baru-baru ini telah mengecewakan sehingga kami bertekad untuk kembali ke lintasan selanjutnya, pertumbuhan yang menguntungkan, memberikan imbal hasil di atas cost of capital,” demikian dikatakan Direktur Keuangan Andy Halford dalam presentasinya kepada investor.

Sepuluh tahun rekor penghasilan untuk Standard Chartered tiba-tiba berhenti pada musim panas 2012 ketika Standard Chartered harus membayar $ 667 juta (sekitar 8 triliun rupiah) sebagai sanksi yang dijatuhkan lembaga regulator finansial AS atas kasus pencucian uang berkaitan dengan aktivitas gelap dari perusahaan-perusahaan Iran. Sejak saat itu masalah kredit macet pun melanda secara bergelombang di pasar utama seperti Tiongkok dan India.

Standard Chartered mengatakan dalam slide-nya untuk mengembalikan bank ritel membutuhkan biaya yang tinggi oleh karena itu bank ini berencana akan memotong 80-100 cabang, dari 1.248 cabang yang tercatat pada akhir Juni.

Halford mengatakan bank menyadari kekuatiran investor, termasuk apakah biaya atas rencana pemotongan ini akan cukup tinggi dan apakah tersedia modal yang cukup. Dia juga mengakui adanya keprihatinan investor atas meningkatnya kredit macet dan kredit non-performing dan apakah manajemen telah melakukan tindakan yang cukup untuk mengatasi masalah.

“Kami memahami dan menanggapi tantangan yang kita hadapi. Anda akan melihat kemajuan lebih lanjut pada tahun 2015,” demikian dikatakan Halford.

Slide presentasi menunjukkan bank bertujuan untuk meningkatkan aset kelolaan dalam pengelolaan kekayaan dan bisnis private banking sebesar 10 persen atau lebih pada tahun depan, dari masing-masing $ 66 miliar dan $ 56 miliar pada akhir Juni.

Hal ini juga bertujuan untuk mendapatkan peningkatan 10 persen atau lebih dalam penawaran dan kenaikan serupa dalam pendapatan dari delapan pasar prioritas dan pendapatan per bankir.

Dalam ritel, Standard Chartered memiliki lebih dari 10 juta pelanggan di 34 negara, pihaknya berencana untuk menempatkan lebih fokus pada 1,6 juta prioritas pelanggan ritel dan 400.000 klien bisnis.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x