Jokowi…Joko Widodo..

Dia datang ketika Jakarta menangis…
Dia datang ketika Jakarta yatim piatu..
Dia datang ketika orang sakit hanya mampu berdiri dipintu gerbang rumah sakit tanpa mampu untuk masuk karena Jakarta menolak..
Dia datang ketika anak pemulung hanya mampu berdiri di pintu sekolahan tanpa mampu untuk masuk karena Jakarta menolak..

Jakarta menolak… menolak anaknya sendiri.. menolak anak kandungnya dan darah dagingnya..
Ah… Pedihnya menjadi tertolak dan ditolak yang paling dicintai  yaitu Jakarta yang tercinta..

Jakarta tampak gemerlap dengan lampunya diantara kepedihan yang mendalam..
Jakarta… Di tengah senyuman lampu gedung bertingkat di malam hari..menunjukkan muka muram dan menyimpan penolakan yang panjang atas begitu banyak anak kandungnya sendiri..

Jakarta seperti sebuah waduk air mata yang menampung banyak airmata dari hulu ke hilir, dan mengairinya ke semua jalan dan tempat…

Ah…. Pahitnya tinggal di Jakarta.. tinggal dirumah ayahku sendiri yang setiap hari aku seperti terusir , tergusur… dan tertolak tak kenal waktu..
Dan ketika semuanya itu sudah hampir tak tertahankan dimana air mata dan sakit… Sakit… Sakit jiwa

Dan dia datang yg bernama Jokowi…Joko Widodo
Dia datang mengulurkan tangannya membimbing orang sakit masuk ke rumah sakit dan menghantarkannya ke seorang dokter dan menitipkan sebuah pesan pendek yang merupakan penghiburan yang mencengangkan .. luar biasa..

Pesan itu adalah  ” Jakarta akan membayarnya”

Dia datang menggendong anak pemulung masuk ke ruang sekolah dan menurunkannya tepat di hadapan guru dan menitipkan sebuah pesan yang membuat anak pemulung itu tersenyum manis, seolah ia berbisik ” Jangan khawatir, Jakarta akan membayarnya”

Dia berkemeja putih dan berpenampilan sederhana, senyumnya tidak semegah tampilan Jakarta, tutur katanya tak terencana tanpa basa basi..

Namun dia selalu akan dicintai karena dia menampilkan wajah Jakarta yang menyambut seorang anak untuk menyongsong masa depannya..

Jackie Ang/VM/BL

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x