Bolt & Fraser-Pryce Terpilih Sebagai Atletik Terbaik Dunia 2013

(Business Lounge – World News) Acara ini digelar oleh International Athletics Foundation (IAF), dihadiri Presiden Kehormataan HSH Prince Albert II dari Monako, dan Presiden IAF & IAAF Lamine Diack.

USAIN Bolt dan Shelly-Ann Fraser-Pryse dari Jamaika terpilih sebagai Male dan Female Athletes of the Year 2013, pada hari Sabtu yang lalu.

Bagi Bolt ini adalah gelar kali kelima, sementara buat Fraser-Pryce yang pertama. Keduanya menerima anugerah dalam sebuah acara yang digelar IAAF World Athletics Gala di Salle des Etoiles di Sporting Club d’Ete di Monako. Dengan kemenangan tersebut, Bolt dan Fraser-Pryce menerima hadiah uang US$100 ribu (sekitar Rp1,162 miliar).

Bolt, 27, sebelumnya merebut gelar yang sama pada 2008, 2009, 2011, dan 2012. Sepanjang 2013, ia berhasil mempertahankan gelarnya di 100m dan merebut gelar 200m pada Kejuaraan Dunia Atletik di Moskow. Bahkan di 200m, ia melampaui catatan waktu sebelumnya dengan 19,66 detik.

Selain di 100m dan 200m, Bolt juga menjadi jangkar tim 4x100m estafet. Dalam 11 kali bertanding di 100m, Bolt menang 10 kali (termasuk di heat atau penyisihan). Ia  juga tak terkalahkan di 5 lomba 200m. Memasuki 2014, Bolt menargetkan mencatat waktu di bawah 19 detik untuk 200m.  Untuk gelar terbaik dunia itu, Bolt mengalahkan calon kuat lain, pelari jarak jauh asal Inggris, Mo Farah.

“Wow, penghargaan atlet terbaik IAAF lagi. Saya benar-benar merasa terhormat. Jamaika, penghargaan ini untuk kalian,” tulis Bolt di akun Twitter-nya.

Fraser – Pryce mulai dikenal dunia pada saat Olimpiade 2008 , ketika  pada usia 21 tahun  menjadi wanita Jamaika pertama yang memenangkan lari 100 m emas di Olimpiade . Pada tahun 2012 , ia berhasil mempertahankan gelar 100m nya , menjadi wanita ketiga yang memenangkan dua kali 100m di Olimpiade berturut-turut .

Fraser-Pryce, 26, mempertahankan gelar 100m pada Kejuaraan Dunia Atletik dengan catatan waktu 10,71 detik. Ia juga merebut emas 200m pada kejuaraan yang sama di Moskow. Seperti juga Bolt, Fraser-Pryce pun menjadi jangkar tim 4x100m putri Jamaika di Moskow.

Meski begitu, Fraser-Pryce tak menyangka bakal merebut gelar atlet terbaik. “Saya kaget dan sangat bahagia. Ini sesuatu yang lama saya impikan,” kata Fraser-Pryce. Ia jadi pelari putri Jamaika kedua yang meraih gelar serupa setelah Marlene Ottey pada 1990. “Saya memang tak selalu mengharapkan hal itu terjadi, tapi akhirnya terjadi juga,” demikian disampaikan Fraser-Pryce.

(ic/ic/bl)