(Business Lounge – News & Insight)Â Tiongkok dipenuhi kabut asap tebal sehingga jarak pandang pun semakin pendek dan tingkat polusi bertambah 20 kali dari titik aman, demikian dilaporkan oleh AFP pada Jumat (10/10). Pemerintah sudah berjanji untuk mengatasi bahaya lingkungan ini. Sebenarnya hal ini sangat berbahaya mengingat ukuran partikel polutan kecil yang dikenal sebagai PM2.5, dapat mengganggu paru-paru, bahkan dapat mencapai hingga lebih dari 500 mikrogram per meter kubik (standard maksimum kesehatan bagi WHO adalah 25) di bagian Hebei, sebuah provinsi yang berbatasan Beijing.
Bangunan-bangunan yang berdiri di Ibu kota pun nampak samar di antara ketebalan kabut yang mencapai lebih dari 300 mikrogram per meter kubik sejak Rabu sore. Dengan demikian pihak yang terkait pun menyatakan status waspada. Hal ini memang sangat mengkhawatirkan terutama dampaknya bagi kesehatan, sehingga setiap orang pun membawa masker anti-asap setiap harinya.
Tiongkok memang telah bertahun-tahun dilanda polusi udara yang berat, disebabkan oleh penggunaan batu bara untuk menghasilkan listrik serta polusi kendaraan yang ada di jalan-jalan. Hal ini sebenarnya telah menjadi topik yang dikeluhkan masyarakat terus menerus hingga pemerintah pun mau untuk menyatakan “perang melawan polusi” dan berjanji untuk mengurangi penggunaan batu bara di beberapa daerah.
Meskipun demikian kualitas udara yang buruk telah berlangsung terus menerus oleh karena banyak pihak yang lebih memikirkan pertumbuhan ekonomi sedangkan penegakkan peraturan lingkungan dinilai sangat lemah. Greenpeace Asia Tenggara menyerukan pesannya lewat seruan, “Blue Sky Now!”
Polusi yang melanda ratusan kilometer kota Beijing sangat mengganggu aktifitas turnamen bersepeda tingkat dunia yang juga sedang berlangsung, Tour of Beijing.
Kepala negara dari Amerika Serikat, Rusia dan Asia juga telah direncanakan untuk berkumpul di Beijing dalam sebuah pertemuan puncak yang sangat penting pada bulan depan. Untuk itu pemerintah kota pun mengatakan pada Kamis (9/10), bahwa mereka akan membatasi dengan ketat penggunaan kendaraan dalam Rapat Pimpinan Ekonomi APEC pada bulan November. Selain itu Tiongkok pun akan berupaya mengatasi sumber polusi ini.
uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: wikipedia

