(Business Lounge-News & Insight)-Suasana haru dan bahagia memenuhi hati para peneliti dan insinyur Badan Riset Luar Angkasa India (ISRO) saat menyaksikan Perdana Menteri Narendra Modi yang tampak di layar setelah satelit India berhasil mengorbit planet Mars, di Pusat Kendali Pesawat Luar Angkasa di Bangalore, India.
Melalui peristiwa bersejarah ini maka India mencatatkan rekor yaitu menjadi satu-satunya negara yang sukses mencapai planet merah itu dalam misi Mars perdananya, sekaligus juga menjadi negara Asia pertama yang menerbangkan pesawat ke Mars.
Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan bahwa misi pengorbit Mars ini “hampir mustahil” sebab hanya berbiaya rendah. Bayangkan saja, misi pengorbit Mars ini hanya memakan biaya sebesar 74 juta dolar atau sekitar Rp884 miliar, atau hanya sekitar tiga perempat jika dibandingkan dengan biaya pembuatan film “Gravity” mengenai astronot yang terdampar di luar angkasa.
Dengan biaya tersebut maka pesawat ini menjadi yang termurah dibandingkan pesawat misi Mars lainnya. Sebut saja, Amerika Serikat yang harus merogoh kocek sebesar $671 juta untuk mengirim satelit Maven ke orbit Mars pada pekan lalu.
Dalam jumpa pers para ilmuwan antariksa di pusat kendali di Bangalore sambil didampingi oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, mengumumkan satelit Mangalyaan yang berarti “pesawat Mars” dalam bahasa Hindi telah memasuki orbit Mars di ujung perjalanan selama 10 bulan ke depan.
Seperti yang dikutip dari The Wall Street Journal, dalam pidato di hadapan ilmuwan Organisasi Riset Antariksa India (ISRO), Narendra Modi menyatakan telah menjadi saksi sejarah. “Kita berani menjangkau dunia yang belum kita ketahui, serta berhasil melakukan sesuatu yang nyaris mustahil,” tegas Modi. “Saya memberi selamat kepada seluruh ilmuwan ISRO serta sesama warga India dalam peristiwa bersejarah ini.”
Sebagai catatan, misi Mangalyaan hanya memakan waktu empat tahun dari studi kelayakan hingga tibanya pesawat di orbit Mars. Pesawat dengan beban muat 15 kilogram itu membawa lima instrumen. Satelit itu kini akan memantau permukaan planet dengan bertujuan untuk menentukan keberadaan metana.
Di satu sisi, proyek fenomenal ini tak lepas dari kritik sejumlah pihak yang mempertanyakan seberapa penting India memiliki program antariksa disaat 40% anak kekurangan alami kekurangan gizi bahkan kasus gizi buruk masih terjadi di berbagai daerah di India. Pihak pemerintah beranggapan bagaimanapun proyek ini sangat penting untuk memajukan dunia antariksa yang sudah dipastikan akan membawa kemajuan bagi dunia inovasi.
Febe/Journalist/VM/BL
Editor: Tania Tobing
Image: Antara

