(Business Lounge – World News) – Ukraina mengatakan kemarin telah kembali menguasai bandara di kota timur Donetsk setelah hari sebelumnya terjadi pertempuran sengit dengan pasuka bersenjata separatis pro Rusia dan meninggalkan puluhan orang tewas.
Pertempuran yang terjadi di pusat transportasi utama di Ukraina iniĀ meletus pada hari Senin hanya beberapa jam setelah presiden terpilih Petro Poroshenko berjanji untuk mengambil sikap keras terhadap para “teroris.”
“Bandara ini berada di bawah kontrol penuh kami. Musuh menderita kerugian besar sementara kami tidak mengalaminya,” kata Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov dalam pernyataannya. Namun, ia mengatakan militer masih terus beroperasi di bandara dan beberapa jurnalis melaporkan masih mendengar tembakan sporadis dan ledakan pada pagi hari.
Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa melaporkan bahwa mereka tidak mampu menjalin kontak denganĀ empat anggota tim pengamatnya yang berbasis di kota sejak Senin malam.
Walikota DonetskĀ Oleksandr Lukyanchenko mengatakan kepada wartawan bahwa dua warga sipil dan 38 pejuang telah meninggal. Pemimpin pemberontak menyatakan bahwa jumlah korban di kalangan jajaran mereka bisa lebih tinggi.
Salah satu wartawan melaporkan melihat bagian tubuh dan darah berceceran di dekat sebuah truk yang penuh peluru di jalan menuju bandara, di mana blokade darurat telah dibentuk dengan truk dumper dan tumpukan ban.
Aksi militer ini juga telah menghidupkan kembali ketegangan antara Kiev dan Moskow , yang awalnya mengatakan siap untuk bekerja dengan pemimpin baru dari tetangga barat.
Dalam komentar pertamanya di Ukraina sejak pemilu hari Minggu, Putin mengatakan “untuk segera mengakhiri hukuman operasi militer di wilayah tenggara dan pembentukan dialog damai antara Kiev dan perwakilan regional. “
Poroshenko mengatakan dia siap untuk terlibat dengan pemimpin Rusia dan optimis pertemuan dengan Putin segera bisa diatur. Namun dengan kondisi yang terjadi kemarin Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa kunjungan Poroshenko ke Moskow belum dipertimbangkan sekarang.
Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image: Antara

