Pelabuhan di Los Angeles. Sumber: Wikimedia Commons/Zzyzx

Indonesia dan Amerika Serikat Perkuat Kerja Sama Modernisasi Pelabuhan

(Businesslounge-Global News) Indonesia dan Amerika Serikat memperkuat kerja sama di bidang maritim melalui program yang mempertemukan para pemimpin sektor pelabuhan Indonesia dengan perusahaan, pejabat, dan pengelola pelabuhan di Amerika Serikat. Program tersebut diarahkan untuk mendukung modernisasi infrastruktur pelabuhan Indonesia, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan keamanan maritim.

U.S. Trade and Development Agency atau USTDA membawa delegasi Indonesia yang terdiri atas 18 pejabat pemerintah dan pengambil keputusan dari sektor industri ke Amerika Serikat pada 1–14 Agustus 2026. Selama kunjungan tersebut, delegasi dijadwalkan mengunjungi Washington, D.C., Houston, dan Los Angeles.

Mengenal Teknologi Pelabuhan Amerika Serikat

Dalam rangkaian kunjungan itu, delegasi Indonesia bertemu dengan sejumlah perusahaan Amerika Serikat dan menyaksikan demonstrasi teknologi yang dapat digunakan untuk memperbarui sektor pelabuhan.

Teknologi yang diperkenalkan mencakup modernisasi infrastruktur, digitalisasi rantai pasok, peningkatan sistem logistik maritim, serta integrasi pelabuhan dengan kawasan industri. Delegasi juga mengunjungi Pelabuhan Baltimore, Houston, dan Los Angeles untuk melihat penerapan teknologi tersebut secara langsung serta bertukar pengalaman dengan pejabat dan organisasi pengelola pelabuhan.

Pelabuhan di Houston, Texas. Sumber: Wikimedia Commons/U.S. Army Corps of Engineers

Kegiatan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mempelajari sistem pengelolaan pelabuhan yang lebih modern sekaligus menjajaki kerja sama komersial dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Pelabuhan-pelabuhan yang dikunjungi menangani volume perdagangan dalam skala besar. Port Houston mencatat rekor 4,3 juta twenty-foot equivalent units atau TEUs sepanjang 2025. Sementara itu, Pelabuhan Los Angeles menangani sekitar 5,12 juta TEUs selama enam bulan pertama 2026, meningkat 3,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelabuhan kapal di Baltimore, Amerika Serikat. Sumber: Wikimedia Commons/United States Department of Agriculture

Pertumbuhan Perdagangan Menekan Kapasitas Pelabuhan

Modernisasi dinilai semakin penting karena pertumbuhan volume perdagangan memberikan tekanan terhadap infrastruktur pelabuhan Indonesia. Peningkatan arus barang membutuhkan sistem bongkar muat, pengawasan, logistik, dan distribusi yang lebih efisien.

Indonesia berupaya mengembangkan sektor pelabuhannya menjadi pusat maritim yang modern, efisien, dan terintegrasi dengan jaringan perdagangan global. Teknologi baru diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional.

Pengembangan kapasitas pelabuhan juga terus dilakukan di Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan lanjutan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yang mencakup perluasan dermaga dan terminal peti kemas. Setelah paket pembangunan tersebut selesai, kapasitas terminal peti kemas Patimban diharapkan meningkat menjadi dua juta TEUs, dengan panjang dermaga kontainer mencapai 840 meter dan luas terminal sekitar 40 hektare.

Selain pembangunan fisik, transformasi tersebut juga mencakup otomatisasi dan digitalisasi operasional pelabuhan. Pengamanan sistem digital menjadi bagian penting karena meningkatnya penggunaan teknologi juga dapat menimbulkan risiko serangan siber terhadap infrastruktur strategis.

Peluang bagi Perusahaan Amerika Serikat

USTDA menilai perusahaan-perusahaan Amerika Serikat berada dalam posisi yang baik untuk menawarkan teknologi dan layanan di bidang otomatisasi, digitalisasi, dan keamanan siber.

Untuk mempertemukan kebutuhan Indonesia dengan kemampuan industri Amerika Serikat, USTDA mengadakan forum bisnis terbuka di Washington pada 4 Agustus 2026. Dalam forum itu, perusahaan Amerika dapat memperoleh informasi langsung dari delegasi Indonesia mengenai peluang komersial dan rencana investasi mendatang.

Perusahaan juga memiliki kesempatan melakukan pertemuan langsung dengan anggota delegasi serta memperkenalkan teknologi, layanan, dan solusi yang dapat digunakan dalam proyek modernisasi pelabuhan Indonesia.

Mendukung Pembiayaan Proyek Infrastruktur

USTDA merupakan lembaga pemerintah Amerika Serikat yang mendukung tahap awal pengembangan proyek infrastruktur di pasar negara berkembang. Dukungan tersebut antara lain diberikan melalui pembiayaan studi teknis dan pekerjaan persiapan yang dibutuhkan sebelum proyek memasuki tahap pembangunan.

Pekerjaan awal tersebut bertujuan membuat proyek lebih siap memperoleh pendanaan serta mendukung pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Melalui pendekatan ini, USTDA juga membuka peluang bagi perusahaan Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur di negara mitra.

Kerja sama modernisasi pelabuhan menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi juga pengembangan infrastruktur strategis dan keamanan maritim.