IFEX 2026 Pertegas Ambisi Indonesia Jadi Pemain Utama Furnitur Global

(Business Lounge Journal – Event)

Industri furnitur dan mebel Indonesia kembali menunjukkan optimisme kuat di awal 2026. Melalui penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, para pelaku industri, asosiasi, dan pemerintah menegaskan komitmen bersama untuk mendorong ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekspor mebel berkontribusi sebesar 12,2 persen terhadap subsektor kerajinan. Angka ini menegaskan bahwa industri furnitur bukan sekadar pelengkap, melainkan salah satu tulang punggung industri kreatif nasional. Di sisi lain, peluang global juga terbuka lebar. Allied Market Research memproyeksikan nilai pasar furnitur dunia akan menembus lebih dari USD 840 miliar pada 2024, naik dari USD 556,3 miliar pada 2023, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 4 persen.

Proyeksi tersebut menjadi momentum strategis bagi Indonesia. Sebagai salah satu pemain utama industri furnitur di kawasan, Indonesia dituntut untuk lebih agresif memanfaatkan pertumbuhan pasar global demi meningkatkan nilai ekspor.

Dalam pembukaan IFEX 2026 di ICE BSD, 5 Maret 2026, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita—melalui Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika—menegaskan bahwa sektor manufaktur nasional dalam tiga tahun terakhir mampu mencatat pertumbuhan rata-rata di atas 5 persen, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Industri manufaktur pun tetap menjadi kontributor penting bagi perekonomian Indonesia.

Ia juga menyoroti capaian Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia yang mencapai USD 265,07 miliar—tertinggi di ASEAN. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa fondasi industri nasional semakin solid untuk bersaing di tingkat global.

Pemerintah, lanjutnya, terus memberikan berbagai fasilitasi untuk memperkuat daya saing industri furnitur, mulai dari ketersediaan bahan baku, peningkatan kompetensi SDM terampil, peningkatan produktivitas dan kualitas produk, hingga penguatan riset pasar dan penciptaan iklim usaha yang kondusif. Pengembangan Sentra IKM Furnitur juga menjadi bagian dari strategi untuk memperluas basis produksi dan memperkuat struktur industri dari hulu ke hilir.

Di sisi pelaku industri, optimisme juga disuarakan oleh Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur. Ia menegaskan kembali target ekspor furnitur Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD 6 miliar dalam lima tahun ke depan.

Menurutnya, selain mempertahankan pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, pelaku industri juga mulai mendorong penetrasi ke pasar-pasar nontradisional seperti Timur Tengah dan Afrika. Diversifikasi pasar ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekspor di tengah dinamika global.

Dalam konteks tersebut, IFEX bukan sekadar pameran dagang tahunan. Ajang ini telah lama menjadi barometer pertumbuhan industri furnitur dan kerajinan Indonesia, bahkan di tingkat regional dan global. Sebagai pameran B2B terbesar di kawasan, IFEX menghadirkan platform business matching langsung antara produsen dan buyers internasional.

Keunggulan IFEX terletak pada kombinasi kualitas produk, kekuatan craftsmanship, serta eksplorasi desain yang terus berkembang. Produk-produk yang dipamerkan tidak hanya menonjolkan kekayaan material dan nilai estetika, tetapi juga inovasi dan standar global yang semakin kompetitif.

Kolaborasi strategis antara pelaku industri, asosiasi, komunitas desain, dan pemerintah menjadi fondasi utama penyelenggaraan IFEX 2026. Sinergi ini diproyeksikan semakin mempertegas positioning Indonesia sebagai produsen furnitur premium yang kompetitif dan berstandar internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

Tahun ini, IFEX hadir di lokasi baru, ICE BSD, dengan luas area pameran mencapai 85 ribu meter persegi—lebih besar dan lebih modern. Perluasan ini membuka peluang bagi lebih banyak peserta untuk menampilkan produk unggulan, sekaligus menghadirkan pengalaman pameran yang lebih komprehensif bagi pengunjung.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyatakan bahwa penambahan area memungkinkan peningkatan jumlah peserta serta menghadirkan lebih banyak produk furnitur unggulan. Fasilitas dan program pendukung juga dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih berkesan dan efektif bagi buyers maupun exhibitor.

Terkait dinamika situasi global, termasuk kondisi di Timur Tengah, penyelenggara memastikan bahwa situasi di Indonesia tetap aman dan stabil. Persiapan IFEX berjalan sesuai rencana, dengan komunikasi intensif bersama peserta dan buyers untuk memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh pihak.

Sobur menegaskan bahwa IFEX lebih dari sekadar pameran. Ia menyebutnya sebagai platform perdagangan global tepercaya yang menghubungkan buyers dengan produk unggulan Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, kemitraan yang kuat dan akses pasar yang andal menjadi kunci keberlanjutan perdagangan.

IFEX 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang angka transaksi atau luas area pameran. Ia menjadi simbol ambisi kolektif industri furnitur Indonesia untuk naik kelas—dari sekadar eksportir berbasis volume menjadi produsen furnitur premium yang kuat dalam kualitas, desain, dan positioning global. Dengan dukungan kebijakan, sinergi industri, serta momentum pertumbuhan pasar dunia, Indonesia kini berada di jalur yang semakin strategis untuk memperkuat perannya dalam rantai nilai furnitur global.