Eli Lilly

Eli Lilly Borong Orna, Bidik Terapi Autoimun

(Business Lounge – Global News) Raksasa farmasi Amerika, Eli Lilly, kembali menambah amunisi di lini inovasi biotek. Perusahaan itu sepakat mengakuisisi Orna Therapeutics dalam transaksi bernilai hingga 2,4 miliar dolar AS. Target utamanya: memperkuat portofolio terapi sel mutakhir untuk penyakit autoimun.

Langkah ini menyoroti ambisi Lilly memperluas pijakan di area imunologi, sektor yang tengah menjadi arena panas industri farmasi global. Orna dikenal mengembangkan terapi CAR-T generasi baru yang dirancang untuk bekerja langsung di dalam tubuh pasien, atau in-vivo CAR-T. Pendekatan ini berbeda dari terapi CAR-T konvensional yang memerlukan rekayasa sel di luar tubuh sebelum dikembalikan ke pasien.

Menurut laporan Reuters, program utama Orna telah siap memasuki tahap uji klinis pada manusia. Terapi tersebut menargetkan penyakit autoimun yang digerakkan oleh sel B, jenis sel imun yang dalam kondisi tertentu menyerang jaringan tubuh sendiri. Penyakit seperti lupus atau gangguan autoimun lain yang kompleks menjadi sasaran potensial.

Dalam analisis Bloomberg, pendekatan in-vivo CAR-T dipandang sebagai lompatan teknologi. Jika terapi CAR-T tradisional banyak digunakan pada kanker darah, pendekatan Orna berupaya memodifikasi sel imun langsung di dalam tubuh dengan menggunakan partikel lipid dan instruksi genetik berbasis RNA. Proses ini berpotensi memangkas biaya produksi dan menyederhanakan logistik terapi.

Bagi Lilly, akuisisi ini bukan sekadar ekspansi portofolio, melainkan taruhan pada masa depan terapi presisi. Industri farmasi sedang bergerak ke arah pengobatan yang makin personal dan berbasis rekayasa genetik. Dengan mengamankan teknologi Orna, Lilly ingin berada di garis depan transformasi tersebut.

Nilai transaksi hingga 2,4 miliar dolar mencerminkan premi tinggi untuk inovasi tahap awal. Biasanya, kesepakatan seperti ini terdiri dari pembayaran awal dan milestone berbasis pencapaian klinis. Artinya, sebagian nilai bergantung pada keberhasilan uji coba dan persetujuan regulator di masa mendatang.

Seperti dicatat The Wall Street Journal, pasar terapi autoimun sangat besar dan terus berkembang. Obat biologis untuk penyakit autoimun telah menjadi mesin pendapatan utama banyak perusahaan farmasi. Namun kebutuhan medis masih luas, terutama untuk pasien yang tidak merespons terapi standar. Inovasi berbasis sel bisa membuka kategori baru pengobatan.

Persaingan di ranah ini juga makin sengit. Perusahaan besar dan startup biotek berlomba mengembangkan pendekatan terapi sel, terapi gen, hingga platform RNA. Akuisisi menjadi strategi cepat untuk memperoleh teknologi yang belum dimiliki secara internal. Lilly sendiri dalam beberapa tahun terakhir aktif melakukan pembelian strategis untuk memperkuat pipeline.

Analis yang dikutip CNBC melihat langkah ini sebagai sinyal bahwa perusahaan farmasi mapan bersedia mengambil risiko lebih besar demi mengamankan teknologi disruptif. Terapi in-vivo CAR-T masih berada di tahap awal, dan jalannya menuju persetujuan regulator tidak selalu mulus. Tantangan keamanan dan efektivitas akan menjadi sorotan utama dalam uji klinis.

Namun jika pendekatan Orna berhasil, dampaknya bisa luas. Terapi yang dapat “memprogram ulang” sistem imun langsung di dalam tubuh tanpa prosedur kompleks berpotensi mengubah cara penyakit autoimun ditangani. Biaya yang lebih rendah dan akses yang lebih mudah juga bisa memperluas jangkauan pasien.

Bagi Lilly, akuisisi ini melengkapi portofolio kuat di bidang imunologi dan inflamasi. Perusahaan selama ini dikenal lewat berbagai terapi inovatif, dan tambahan teknologi Orna memberi dimensi baru dalam strategi jangka panjang. Investor biasanya menyambut ekspansi semacam ini dengan kombinasi antusiasme dan kehati-hatian, mengingat risiko pengembangan klinis yang tinggi.

Kesepakatan ini juga mencerminkan dinamika industri biotek saat ini. Banyak startup dengan teknologi menjanjikan mencari mitra atau pembeli di tengah pasar modal yang lebih selektif. Perusahaan besar dengan neraca kuat memanfaatkan situasi untuk mengakuisisi aset potensial sebelum valuasinya melonjak lebih tinggi.

Dengan nilai hingga 2,4 miliar dolar, Lilly menunjukkan bahwa perlombaan terapi sel dan imunologi belum mencapai puncaknya. Di tengah dorongan inovasi medis global, perusahaan-perusahaan besar terus berburu teknologi yang bisa menjadi game changer berikutnya. Orna kini menjadi bagian dari strategi itu—sebuah langkah yang bisa membentuk lanskap terapi autoimun dalam dekade mendatang.