Kromium dan Magnesium, Penting untuk Cegah Diabetes

Keseimbangan gula darah bukan hanya ditentukan oleh berapa banyak gula atau karbohidrat yang kita makan, tetapi juga oleh kemampuan tubuh mengolahnya. Dua mineral yang sering terlupakan namun sangat penting dalam proses ini adalah kromium dan magnesium. Keduanya bekerja membantu insulin menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga tubuh bisa mengolah energi dengan efisien.

Peran Kromium: Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Kromium adalah mineral jejak yang berfungsi memperkuat kerja insulin. Insulin sendiri ibarat “kunci” yang membuka pintu sel agar glukosa dapat masuk dan digunakan sebagai energi. Namun, agar kunci itu bisa bekerja dengan lancar, tubuh membutuhkan kofaktor pendukung—dan salah satunya adalah kromium.

Kromium meningkatkan sensitivitas insulin, membuat sel tubuh lebih responsif terhadap hormon tersebut. Hal ini membantu menurunkan kadar insulin berlebih dan memperbaiki toleransi glukosa. Kromium juga mendukung kerja protein bernama chromodulin, yang memperkuat sinyal insulin agar glukosa dapat bergerak dari darah ke dalam sel dengan lebih efektif.

Sumber alami kromium dapat ditemukan pada makanan berikut:

  • Brokoli (salah satu sumber kromium terbaik)

  • Biji-bijian utuh seperti oatmeal dan gandum utuh

  • Daging tanpa lemak dan telur

  • Kacang-kacangan (almond, kacang merah, kacang mete)

  • Biji-bijian seperti wijen dan flaxseed

  • Anggur merah, jeruk, dan apel

Meskipun jumlahnya kecil, pola makan yang beragam biasanya cukup memenuhi kebutuhan kromium harian.

Peran Magnesium: Fondasi Kekuatan Metabolisme Glukosa

Magnesium terlibat dalam lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh, termasuk proses yang membuat sel dapat merespons insulin dengan baik. Ketika kadar magnesium rendah, sel tubuh menjadi lebih sulit menerima glukosa—yang akhirnya memicu resistensi insulin. Magnesium juga membantu pankreas memproduksi dan melepaskan insulin secara stabil.

Kadar magnesium yang tidak cukup sering dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, karena tubuh menjadi mudah mengalami peradangan dan stres oksidatif. Dengan kata lain, magnesium membantu memastikan “mesin metabolisme” tetap berjalan halus.

Sumber alami magnesium meliputi:

  • Sayuran hijau gelap (bayam, kale, kangkung)

  • Alpukat

  • Kacang-kacangan (almond, cashew, kacang tanah)

  • Biji-bijian (chia seed, pumpkin seed, sunflower seed)

  • Pisang

  • Ikan seperti salmon dan mackerel

  • Cokelat hitam (dark chocolate 70% ke atas)

  • Legum seperti lentil dan buncis

Makanan utuh dan tidak melalui banyak proses umumnya kaya magnesium.

Kromium dan magnesium bekerja sebagai “tim pendukung metabolik”: kromium meningkatkan sensitivitas insulin, sementara magnesium memastikan mesin metabolisme tetap stabil. Mengonsumsi makanan sumber kedua mineral ini dapat membantu tubuh mengelola gula darah lebih optimal. Meski bukan pengganti gaya hidup sehat, memastikan asupan nutrisi ini cukup adalah langkah sederhana untuk menjaga kesehatan metabolik jangka panjang.