(Business Lounge Journal – Global News)
Pfizer, perusahaan farmasi terkemuka asal Amerika Serikat, telah mengurangi kepemilikan sahamnya di Haleon, perusahaan perawatan kesehatan konsumen asal Inggris. Dalam transaksi terbaru, Pfizer menjual 700 juta saham Haleon dengan nilai sebesar £2,5 miliar atau setara dengan US$3,05 miliar. Saham tersebut dilepas pada harga 357 pence per saham, yang mencerminkan diskon sebesar 2,75% dari harga penutupan pasar pada Selasa sebelumnya, yakni 367,10 pence per saham.
Pengumuman resmi dari Pfizer menyebutkan bahwa penjualan saham tersebut dilakukan melalui proses bookbuild pada Selasa malam. Hasil dari transaksi ini menyebabkan kepemilikan Pfizer di Haleon turun signifikan dari 15% menjadi 7,3% dari total modal saham yang diterbitkan.
Haleon sendiri adalah perusahaan yang dikenal memiliki portofolio produk terkenal, termasuk pasta gigi Sensodyne, obat kumur Aquafresh, serta obat bebas Panadol dan Advil. Perusahaan ini lahir dari penggabungan bisnis perawatan kesehatan konsumen antara GlaxoSmithKline (GSK) dan Pfizer pada Juli 2019. Dua tahun kemudian, tepatnya pada Juli 2022, Haleon dipisahkan dari GSK dan mulai tercatat sebagai perusahaan independen di Bursa Efek London.
Langkah Pfizer untuk menjual sebagian besar sahamnya di Haleon mengikuti langkah GSK, yang telah lebih dahulu melepas sisa kepemilikannya di Haleon pada Mei tahun lalu. Keputusan ini menunjukkan tren pengurangan eksposur dari kedua perusahaan terhadap sektor perawatan kesehatan konsumen, yang semakin kompetitif namun juga menghadapi tantangan ekonomi global.
Penjualan saham ini memberikan Pfizer kesempatan untuk mengoptimalkan portofolio bisnisnya dan berfokus pada inisiatif strategis di bidang farmasi. Terlebih lagi, Pfizer telah menunjukkan minat untuk memperkuat posisi di sektor terapi inovatif seperti imunologi, onkologi, dan pengembangan vaksin.
Meskipun demikian, langkah ini juga menimbulkan pertanyaan di kalangan analis terkait prospek jangka panjang Haleon sebagai entitas mandiri. Sebagai perusahaan yang sangat bergantung pada merek konsumen, Haleon harus terus berinovasi untuk mempertahankan daya saing di tengah perubahan preferensi konsumen dan tekanan inflasi.
Transaksi ini menambah daftar aksi korporasi besar yang dilakukan Pfizer dalam beberapa tahun terakhir, setelah sebelumnya mengalokasikan dana signifikan untuk pengembangan vaksin COVID-19 dan produk farmasi lainnya. Hasil dari penjualan saham Haleon kemungkinan akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis inti dan investasi di area penelitian yang menjanjikan.
Sementara itu, nilai saham Haleon tetap menarik bagi investor, meskipun ada sedikit penurunan harga akibat aksi jual ini. Pasar akan memantau perkembangan lebih lanjut, termasuk strategi manajemen Haleon untuk menjaga pertumbuhan di masa depan.
Haleon, dengan portofolio mereknya yang luas dan pengaruh global, tetap menjadi salah satu pemain kunci di industri perawatan kesehatan konsumen. Perusahaan ini diprediksi akan terus mengejar inovasi produk dan memperluas pasar, terutama di kawasan berkembang dengan permintaan yang meningkat untuk produk kesehatan.
Bagi Pfizer, pengurangan kepemilikan ini mencerminkan perubahan fokus bisnis yang lebih terarah pada pengembangan solusi medis yang kompleks dan bernilai tinggi. Langkah ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

