Biaya Periode vs Biaya Produk: Apa Bedanya dan Bagaimana Menggunakannya (Bagian 2)

(Businesslounge Journal-Finance & Tax) Meskipun biaya periode berperan dalam produksi inventaris, biaya tersebut tidak termasuk dalam biaya produksi. Dengan kata lain, biaya perusahaan yang tidak terkait dengan produksi dan penjualan produk atau pengiriman layanan termasuk dalam kategori biaya periode. Hal itu mengarah pada rumus sederhana untuk mengidentifikasi apakah suatu biaya merupakan biaya periode atau biaya produk. Jika biaya tersebut tidak memiliki hubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan pembuatan produk, maka biaya tersebut merupakan biaya periode.

Apa saja yang termasuk di dalamnya
Biaya periode mencakup semua biaya non-produksi, seperti harga ruang kantor dan biaya umum. Ini berarti bahwa biaya seperti gaji, iklan, bunga, sewa, komisi tenaga penjualan, biaya akuntansi dan audit, serta penyusutan aset kantor merupakan bagian dari biaya periode. Biaya produk mencakup semua biaya yang digunakan untuk memproduksi suatu produk dan dapat diklasifikasikan sebagai bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik atau manufaktur.

Dasar pengukuran
Anda dapat menghitung biaya periode berdasarkan waktu. Meskipun biaya tersebut tidak memiliki hubungan dengan perolehan atau penjualan barang dan jasa, bisnis dan akuntan sering kali memasukkannya dalam laporan keuangan karena biaya tersebut terjadi selama tahun akuntansi. Dalam akuntansi keuangan, Anda dapat menempatkan biaya terhadap pendapatan saat menghitung laba rugi untuk suatu periode akuntansi. Demikian pula, Anda dapat memasukkan biaya periode sebagai biaya untuk tahun keuangan yang sedang ditinjau saat menghitung biaya produk berdasarkan volume. Nama lain untuk biaya produk adalah biaya inventaris karena Anda menghitungnya saat menentukan nilai inventaris. Biaya produk berubah saat dihitung berdasarkan nilai total tetapi tetap tidak berubah dalam harga satuan.

Bagian dari biaya produksi
Dalam mencatat biaya untuk tahun keuangan, akuntan jarang menganggap biaya periode sebagai bagian dari biaya produksi.
Produksi. Biaya produksi merujuk pada semua biaya yang dikeluarkan bisnis dalam memproduksi produk atau menawarkan layanan. Misalnya, biaya produksi tas sekolah mencakup kulit, tenaga kerja yang diperlukan untuk memproduksi tas, dan perlengkapan lain untuk produksi. Meskipun biaya periode seperti sewa, misalnya, memiliki implikasi untuk proses produksi yang sukses, biaya tersebut tidak berdampak langsung pada produksi.

Sub kategori biaya
Bisnis dan akuntan biasanya mengklasifikasikan biaya periode menjadi dua subkategori biaya penjualan dan administrasi. Biaya penjualan adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam proses penjualan. Sebaliknya, biaya administrasi memenuhi operasi efektif perusahaan dan biaya kegiatan bisnis sehari-hari. Biaya administrasi mencakup sebagian besar biaya periode karena merupakan biaya yang tidak dapat dihindari, terlepas dari tingkat penjualan bisnis. Biaya penjualan terkadang berubah seiring dengan fluktuasi penjualan.

Mirip dengan biaya periode, biaya produk mungkin memiliki subkategori, seperti biaya variabel dan biaya tetap. Hal ini khususnya penting ketika perusahaan berusaha menentukan biaya produksi per unit barang untuk membantu menetapkan harga yang tepat untuk produk tersebut. Informasi ini juga penting untuk menghitung dan memperkirakan titik impas penjualan bisnis.

(Bersambung ke Artikel Selanjutnya)