Sei Whale terdampar di Pantai Chile. National Geographic.

Sejumlah 337 Paus Terdampar dan Tewas di Pantai Chile

(Business Lounge Journal – News) Para ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan saat mengamati Patagonia, sebuah wilayah yang jarang penduduknya terletak di ujung selatan Amerika Selatan, bersama dengan Argentina dan Chile. Hal yang mengejutkan bagaimana ditemukannya 337 paus dalam kondisi sudah mati. Angka ini adalah angka terbesar untuk paus yang terdampar sepanjang ilmu pengetahuan.

Namun para ilmuwan belum dapat memeriksa secara langsung oleh karena daerah ini terpencil dan lautnya yang sulit. Namun foto udara dari satelit mengidentifikasi sebanyak 305 mayat paus dan 32 kerangka paus terdapat di daerah antara Teluk Penas dan Puerto Natales, menuju ujung selatan benua.

Banyak dari sisa-sisa bangkai telah membusuk sehingga tidak jelas apakah spesies mereka, demikian dikatakan ilmuwan yang memimpin Carolina Simon Gutstein dari Universidad de Chile dan Consejo de Monumentos Nacionales di Santiago. Namun berdasarkan ukuran dan lokasi, diperkirakan paus tersebut adalah paus sei, demikian dikatakannya.

Paus sei besar dan paus balin abu-abu kebiruan yang menyaring air untuk memakan krill dan makhluk kecil lainnya dapat mencapai panjang 64 kaki (19,5 meter) panjang dan berat 50 ton. Dianggap cetacean tercepat, paus sei dapat berenang dengan kecepatan hingga 31 mil (50 kilometer) per jam. Umur mereka antara 50 sampai 70 tahun, dan mereka biasanya ditemukan di perairan dalam yang jauh dari garis pantai. Populasi di seluruh dunia diperkirakan sekitar 80.000 ekor.

Gutstein dan rekan benar-benar membuat penemuan pada 23 Juni lalu, dengan dukungan pengamatan penerbangan yang disediakan oleh National Geographic Society Waitt Grants Program. Tim ini menganalisa temuan tersebut untuk dipublikasi dalam jurnal ilmiah, tapi cerita ini diketahui pers Chili pada Jumat (20/11) lalu. “Kami berencana akan kembali ke sana pada musim panas untuk mencoba mempelajari mereka lebih dekat,” demikian dikatakan Gutstein.

Sebenarnya, pada bulan April sejumlah tiga puluh paus sei telah terlihat terdampar di wilayah yang sama. Hal ini mendorong Gutstein dan Haussermann untuk bekerjasama, dan melihat lebih jauh lewat penerbangan dan remote jarak jauh (hingga pasangan tersebut membuat penemuan bersama-sama pada 23 Juni, dengan Institut de Ecologia y Biodiversidad).

Para ilmuwan masih mencoba untuk mencari tahu apa yang menyebabkan paus-paus ini mati, dan pemerintah Chili telah meluncurkan sebuah investigasi sejak paus dilindungi di sana. Gutstein tidak ingin berspekulasi tentang penyebab kematian tetapi dalam beberapa waktu terakhir Red Tide, mikroorganisme beracun telah berkembangdi sana dan disalahkan menjadipenyebab kematian ikan paus di wilayah tersebut. Red Tide bisa disebabkan atau diperburuk oleh nutrisi dari kotoran dan pupuk, meskipun hal ini sering menjadi sangat sulit untuk menemukan kesalahan satu orang atau korporasi,” demikian dikatakan Gutstein.

Status Paus di Chile ini adalah buruk untuk diketahui, demikian ia menambahkan. “Kami tahu beberapa tentang berapa telah meninggal namun sekarang berapa banyak yang masih hidup?”Hal ini pun belum diketahui sebab belum tersedianya data untuk ini.

Sekitar lima belas tahun yang lalu, sekitar 600 paus abu-abu terdampar di Pantai Pasifik Amerika Utara dari Alaska ke Meksiko, hal ini terjadi di wilayah yang luas dan selama rentang waktu yang lebih panjang. Di Patagonia, Paus ditemukan berdekatan. Hampir 200 paus terdampar di Selandia Baru pada bulan Februari atau jika dirata-ratakan terdapat lebih dari 7 paus terdampar setiap harinya. Sebuah angka yang besar yang patut menjadi alasan para ahli menyikapinya. Jika tidak paus-paus ini akan mengalami kepunahan.

nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : National Geographic

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x