(Business Lounge Journal – Manage Your Business) Kita telah membahas mengenai car sharing beberapa kali. (Baca: Konsep Car Sharing di Masa Datang, Gen Y yang Lebih Suka “Car Sharing”). Memang perlu diakui bahwa konsep ini akan sangat menarik untuk diterapkan di kota Jakarta, apalagi pemain pada bisnis transportasi ini masih terhitung sangat sedikit.
Apabila Anda sedang memperhitungkan bisnis apa yang ingin Anda rintis, maka cobalah untuk memperhitungkan bisnis transportasi. Baik itu sistem menyewa mobil per tujuan seperti grab car yang sedang booming saat ini. Atau car sharing dengan “peer-to-peer“, yaitu pemilik mobil menyediakan mobilnya untuk ditumpangi oleh mereka yang membutuhkan tumpangan untuk tujuan yang searah dengan biaya yang telah diatur.
jika Anda ingin serius dengan bisnis transportasi ini, saya yakin bisnis Anda ini akan didukung oleh pemerintah sehubungan dengan dapat membantu untuk mengurangi kemacetan karena mengurangi penggunaan mobil pribadi. Lagi pula Anda tidak perlu memiliki banyak armada, Anda hanya bertindak sebagai pengelola.
Manakah yang Lebih Praktis?
Coba bayangkan Anda harus membersihkan mobil, mengisi bahan bakar, mengendarainya melewati kemacetan, mencari joki atau menempuh jalan alternatif yang lebih panjang karena ingin menghindari 3 in 1, mencari parkiran, membayar parkiran, dan harus kembali mengendarai mobil Anda sendirian hingga tiba di rumah. Bandingkan, jika Anda hanya perlu mengeluarkan gadget Anda, memasukan aplikasi, mengisi data, menunggu konfirmasi, melakukan pembayaran online, dan setiap pagi dan sore, akan ada sebuah mobil yang datang untuk menjemput Anda. Manakah yang lebih praktis? Sudah tentu pilihan kedua.
Semakin baik dan nyaman, layanan yang Anda tawarkan, maka layanan Anda pun akan semakin dicari oleh banyak orang.
Begitu juga dari sisi pemilik mobil, alih-alih Anda pulang dan pergi seorang diri dan menanggung biaya perjalanan Anda sendiri, maka mengapa tidak mencari penumpang yang dapat sekaligus menanggung biaya perjalanan Anda?
Ada beberapa alasan yang dapat Anda pertimbangkan untuk terjun pada bisnis ini:
1. Kebutuhan transportasi yang begitu besar
Sampai hari ini, pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk transportasi umum yang murah, nyaman, dan aman masih terus diupayakan pemerintah, sedangkan kebutuhan ini terus bertambah, terutama di kalangan karyawan. Sehingga berbisnis pada bidang ini akan menjadi pilihan yang sangat menarik.
2. Teknologi
Kecanggihan teknologi sekarang ini telah memungkinkan adanya sistem yang canggih, yang dapat dioperasikan dari gadget sehingga masyarakat dapat memesan transportasi, membayar, mengenali si pengendara mobil, mengetahui keberadaan mobil, dan sebagainya. Bahkan bagaimana mengetahui kemacetan jalan pun bukan lagi menjadi halangan.
3. Ketersediaan lahan parkir
Perlu diakui bahwa ketersediaan lahan parkir yang memadai mulai dirasa sulit. Coba saja mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan pada hari-hari ramai, Anda akan mulai merasa sulit untuk mendapatkan tempat parkir. Belum lagi biaya yang cukup besar apabila diakumulasikan. Hal ini sering kali membuat banyak orang enggan untuk membawa kendaraan pribadinya.
4. Kemacetan
Hal ini sudah menjadi sebuah permasalahan kota yang tidak lagi dapat dihindari, bahkan harus dihadapi. Kesempatan besar bagi Anda untuk dapat memfasilitasi warga kota Jakarta untuk menghadapi kemacetan dalam kesehariannya.
Berkembangnya car sharing di Australia
Perlu diakui bahwa bisnis ini berkembang dengan pesat di negeri kangguru ini. Uniknya, pengembangan ini didukung bukan karena kemacetan, atau pun kebutuhan transportasi semata-mata, tetapi oleh karena sulitnya mendapatkan parkir.
Bahkan di Sydney, satu dari sepuluh rumah tangga diperkirakan akan menjadi anggota organisasi car sharing pada tahun 2016.
Cobalah lakukan sedikit research untuk mengetahui ketertarikan pasar pada car sharing dan lakukanlah persiapan apabila Anda merasa tertarik dengan bisnis ini.
citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

