(Business Lounge – Global News) Banyak hewan yang dikuatirkan terancam punah, misalnya saja Jaguar di Argentina, berbagai jenis kerang di lautan lepas, atau beruang kutub. (Baca: Cegah Kepunahan Jaguar Argentina, Emisi Karbon Tingkatkan Keasaman Laut Dapat Punahkan Kerang, Saving The Polar Bears). Namun secara mengejutkan sebuah penelitian mengatakan bahwa kaktus adalah salah satu spesies yang paling terancam di dunia, bahkan lebih dari mamalia dan burung.
Tanaman yang merupakan asli tanaman daerah kering di Amerika ini, sebenarnya telah diperkenalkan ke Afrika, Australia, dan Eropa. Namun penelitian baru menunjukkan bahwa 31 persen di antara tanaman tersebut telah terancam punah
Menurut Barbara Goettsch, seorang ilmuwan dari International Union for the Conservation of Nature (IUCN) dan co–writer dari Global Cactus Assessment, sebelumnya telah dipelajari 160 dari hampir 1.500 kaktus yang ada.
“Sekarang kami memiliki gambaran yang lengkap,” katanya. “bahwa kaktus berada di bawah tekanan yang meningkat oleh karena aktivitas manusia, termasuk perdagangan ilegal, yang jauh lebih besar dari yang kita duga sebelumnya,” demikian dikatakan Goettsch. Sementara konvensi internasional telah melarang memanen tanaman tertentu, demikian dikatakan Goettsch bahwa meskipun demikian banyak dari kaktus yang tetap dihargai oleh kolektor.
“Mengetahui apa yang mempengaruhi setiap spesies dan di mana lokasi spesies tersebut, maka Anda akan benar-benar dapat merencanakan tindakan konservasi,” kata Goettsch. “Jadi, misalnya, Anda akan melihat hal-hal yang sangat berbeda yang dapat dilakukan di sebelah selatan Brasil, di mana sebagian besar spesies yang terancam dipengaruhi oleh perkebunan Eucalyptus, di Peru, di mana spesies terutama dipengaruhi oleh perdagangan ilegal untuk pasar internasional.”
Kaktus merupakan komponen kunci untuk keanekaragaman hayati dan penting bagi kelangsungan hidup satwa liar di lahan kering, sebab menyediakan sumber penting dari air dan nutrisi. Mereka juga dikumpulkan oleh masyarakat setempat. “Jika kita peduli planet ini, kita perlu peduli tentang tanah gersang juga,” demikian dikatakan Goettsch.