The Local Taste

foto prabu steakology

Disamping kesibukannya sebagai presenter di salah satu stasiun televisi di Indonesia, ternyata Prabu Revolusi juga memiliki jiwa entrepreneur dalam dirinya. Buktinya, disamping menjalankan pekerjaannya di stasiun televisi, ia juga mampu menangani bisnis restoran yang dibangunnya.

foto prabu dan jokowi

Bicara mengenai asal mulanya berbisnis restoran, Prabu memang punya kisah yang unik “Dulu saya kerja di engineering, karena duduk terus di depan komputer lama-lama gemuk sekali hingga 98 kg.” ujarnya tertawa. Namun, karena keinginannya untuk bekerja di salah satu stasiun televisi swasta, ia akhirnya mencoba melamar menjadi seorang presenter. Siapa sangka, hal tersebut akhirnya memicu dirinya untuk menjalankan pola hidup sehat. “syaratnya harus kurus, jadi I have to find my own way untuk diet. Sekarang saya 68 kg.” ujarnya bangga. Diet sehat yang ia lakukan bukannya tanpa usaha. Ia menjelaskan, bahwa untuk mendapatkan makanan sehat itu tidaklah mudah, dan hal itu mendorongnya untuk belajar bagaimana membuat masakan sendiri. Kisah sukses menjalankan pola hidup sehatnya, ternyata akhirnya menjadikannya inspirasi untuk memulai suatu bisnis restoran steak yang terkenal dengan nama Steakology.

Steakology1

Banyaknya restoran yang menghidangkan menu steak tidak membuat Prabu merasa kecil hati. Dengan bangga, ia menjelaskan bahwa bisnisnya memiliki kelebihan tersendiri “Di sini kelebihannya sambalnya, saosnya paling banyak. Jadi ada steak sambal hijau, steak kari , opor, rendang. Lada hitam, black pepper, mushroom, barbecue, itu kan biasa, kita juga ada tapi kita sekarang mau coba pakai cara lain.” ujarnya.

Bisnis yang dijalaninya juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu daging steak yang dimasaknya menggunakan daging lokal. “Jadi diferensiasinya di sini, yang pertama, steaknya punya pilihan rasa saosnya,yang ke dua, steak di sini semuanya steak lokal, kita gak pengen pakai pakai daging impor. Saya ingin sekali daging lokal yang muncul. Ternyata setelah tahu cara memasak yang benar, bisa empuk banget dagingnya, bisa sama lah seperti daging Australia.”katanya menjelaskan.

Selain steak, Prabu juga ahli dalam mengolah kopi dan menyajikannya. Kedai Kopi yang juga merupakan bisnisnya diolah dengan tidak menurunkan mutu dari biji kopinya. “Kopi kan buah, kalau diperas kan dapat vitaminnya. Kalau di Italia minum espresso seperti minum jamu saja. Dengan minum espresso 3 cup sehari saja bikin kita awake terus.” ujarnya.

Steakology3

Menjadi seorang pebisnis sekaligus presenter televisi, memang membutuhkan kerja keras. Tetapi hal tersebut sepertinya bukan merupakan beban bagi Prabu “saya kerja hampir tiap hari bangun jam 4 pagi,berangkat kantor jam 5 pagi. Pulang jam 11 malam.” katanya.

Namun, ketika ditanya bagaimana caranya membagi waktu, ia menjawab “Awal-awalnya memang agak ribet, tapi karena saya kan memang punya kebiasaan, semuanya well planned. Agenda itu barang mewah buat saya. Setiap hari itu sebelum tidur sudah ditulis di handphone, besok apa aja agendanya, schedule nya apa saja, sudah di list, pagi-pagi buka lagi, terus review lagi ada yang dikurangin atau dilebihin atau apa, jadi seharian itu dijalanin apa yang mau dikerjain. Nah kebanyakan orang gak bisa multi tasking karena gak bisa fokus, jadi berfikir banyak kerjaannya. Saya seperti ini juga tidak langsung begitu saja, ada prosesnya, dimana saya stress dan capek. Setelah lama lah, tadi fungsinya agenda, kalau sudah ada list pekerjaannya ya inilah yang dipikirin dulu, selesai aja, beresin dulu, sudah beres baru beralih”katanya menjelaskan.

Fanny Sue/Journalist/VMN/BL

 

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x