Memiliki Sudut Pandang Yang Selaras Dengan Pemilik Usaha

(Business Lounge – Empower People) Menghadapi perkembangan bisnis saat ini, seorang HR haruslah memiliki pemikiran yang lebih maju. Jangan enggan tampil di depan pertemuan, jangan ragu untuk mengemukakan pendapat dan jangan mau hanya dianggap unit kelas dua yang hanya mengurus administrasi perkaryawanan. Karena itu seorang HR harus berbenah dari sekarang dalam rangka mengimbangi kemajuan dunia bisnis saat ini.

Lalu apa yang harus dimiliki seorang HR untuk dapat mengimbangi kemajuan dunia bisnis?

Memindahkan Isi Pikiran Pemilik Usaha Kepada Pemikiran HR

Apa yang dipikirkan seorang HR? Karyawan.

Apa yang dipikirkan seorang pemilik usaha? Keuntungan.

Dua hal yang jauh berbeda dan tidak bisa bulat-bulat disatukan. Lalu siapa yang harus mengalah?

Tentu saja HR, sebab HR bekerja pada pemilik usaha. HR sekarang harus berpikir tentang keuntungan dan mencoba melihat dari sudut pandang sang pengusaha. Tetapi tentu saja melibatkan karyawan yang adalah pelaku usaha di dalamnya.

Secara terperinci, mereka yang duduk di management pasti berpikir bagaimana mengembangkan usaha dan meningkatkan profit. Seorang HR pun harus memiliki pemikiran yang sama dengan para direksi atau pemilik usaha, sehingga dapat menjadi partner management untuk memajukan usaha dan meningkatkan profit. Karena itu diharapkan seorang HR tahu jalannya roda bisnis perusahaan. Bahkan seorang HR mampu memberikan pendapat atau gagasan yang dapat menjadi masukan bagi para pemilik usaha.

Misalnya saja untuk meningkatkan penjualan maka HR dapat mengambil bagian di dalamnya. Loh apa hubungannya HR dengan dunia penjualan? Para tenaga marketing tanpa adanya pelatihan yang terarah tidak akan memiliki ilmu marketing yang baik. Para tenaga marketing tanpan adanya incentive scheme yang baik tidak akan dapat terpacu untuk berprestasi. Para tenaga marketing tanpa adanya sistem reward maka tidak akan termemotivasi. Para tenaga marketing tanpa adanya career path path yang jelas, tidak akan loyal kepada perusahaan. Berarti betapa pentingnya peran HR dalam dunia “per-karyawan-an” guna mencapai cita-cita sang pemilik usaha.

Menjadi Wasit yang “Disegani”

Menyelenggarakan evaluasi secara berkala mungkin merupakan fungsi HR yang paling sering ditemui pada perusahaan selain fungsi rekruitmen. Dengan berkala seorang HR melakukan evaluasi terhadap seluruh karyawan guna memastikan bahwa setiap karyawan telah bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan targetnya.

Dalam hal ini HR sering kali bertindak sebagai seorang “wasit”. Namun harus bersikap fair. Walaupun penilaian ada di tangan atasan, tetapi HR bertindak sebagai wasit untuk menentukan siapa yang memang berprestasi dan siapa yang kurang. Siapa yang akan menerima promosi dan siapa yang belum. Siapa yang akan mendapatkan kenaikan gaji yang significant dan siapa yang tidak. Siapa yang akan menjadi star siapa yang tidak. Banyak sekali sebenarnya “pekerjaan rumah” dari seorang HR setelah proses evaluasi dilakukan.

Tetapi kembali lagi, semua yang dilakukan haruslah memiliki tujuan yang sama dengan sang pemilik usaha.

Milikilah Motivasi yang Kuat

Seorang HR haruslah memiliki motivasi yang kuat untuk mengembangkan dirinya walaupun harus seolah-olah memiliki tambahan pekerjaan yang harus dilakukan. Tidak mudah menyerah di tengah jalan, demikian seharusnya seorang HR berusaha.

Ketika menemukan tantangan maka seorang HR akan terus-menerus berusaha untuk maju. Bisa saja strategi, pendapat atau ide yang diajukan kurang cocok, tetapi jangan putus asa. Tetaplah belajar mengembangkan diri.  Kegagalan bukanlah satu hal yang perlu ditakuti.

Sonya/Contributor/VMN/BL
Ruth Berliana/Managing Partner Human Capital Development Vibiz Consulting/VMN/BL

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x