Monorel… Oh monorel…
Sana sini.. Sana sini…..janji sana janji sini…
Urus sana urus sini..
Dan akhirnya hanyalah pusing disana dan pusing disini..
Monorel… Monorel…
Engkau membuat semua orang Jakarta mencintaimu karena..
Hehehe..semua orang Jakarta memikirkanmu..
Asalkan kau tahu..semua hati mengharapkanmu..
Semua hati? Ya, pasti !
Semua hati orang Jakarta terbius dalam mimpi monorel yang menjanjikan..
Berharap di dalam mimpi..kalau saja pagi ini monorel akan menjadi kenyataan..
Kalau jadi kenyataan..hmmm..tak perlu kuatir menjalankan dan mengelola bisnis karena kemudahan sudah didepan mata..
Kalau saja jadi kenyataan..hmm..tak perlu kuatir terlambat berangkat mencari nafkah di gedung tinggi..
Kalau monorel sudah jadi..hmm..tak perlu risau pergi berdagang di pasar maupun pusat perbelanjaan..
Andaikan jadi kenyataan..tak perlu takut terlambat ketika berangkat mencari ilmu di sekolah..
Andaikan..andaikan..andaikan monorel ada..
Duh… senangnya..
Bosan… Dari pagi sampai malam hilir mudik menanti monorel..
Katanya semua pembahasan sudah dibahas..
Katanya semua jalan sudah diukur,
dan katanya..semua situasi sudah dibuat..
Tapi..
Dimana monorel?..
Yang ada hanya katanya !
Monorel oh monorel..
Dimana monorel yang bisa bikin semua orang Jakarta terbahak-bahak dan berkata..
Duh…. keren dan nikmat sekali berada di kota Jakarta sambil memandang monorel lambang metropolitan.
Jackie Ang/VM/BL
Editor : Fanya Jodie

