(Business Lounge – Business Today) – Sekitar pukul 4 pagi dini hari tadi, Google membuat pengumuman besar, melakukan akuisisi terhadap Nest Labs, sebuah perusahaan teknologi spesialis rumah pintar senilai 3,2 Milliar Dollar atau setara dengan 38,4 Trilliun Rupiah. Nest telah berhasil meluncurkan dua produk rumah pintar yang sangat laris di Amerika, thermostat dan detektor kebakaran pintar serta terkoneksi dengan internet. Google percaya bahwa diantara semua perusahaan teknologi, Nest yang paling mendekati rumah pintar berbasis internet dan dikendalikan oleh satu sistem operasi sendiri.
Nest Labs yang berbasis di California, AS didirikan oleh dua mantan eksekutif Apple. Thermostat yang mereka produksi mampu membaca prilaku pengguna dan mendeteksi apakah gedung sedang dipakai atau tidak dengan menggunakan sensor suhu, kelembaban, aktivitas, dan cahaya. Nest sendiri akan tetap beroperasi di bawah kendali Tony Fadell serta semua brand akan dipertahankan. Selain langsung mendapatkan pasar rumah pintar, Google juga mendapatkan talenta luar biasa dari akuisisi ini.
“Pendiri Nest, Tony Fadell dan Matt Rogers, telah membuat tim yang hebat sekali sehingga kami bersemangat untuk menyambut mereka menjadi keluarga Google,” kata Kepala Eksekutif Google Larry Page.
Tony Fadell ketika bekerja di Apple sempat dikenal dengan julukan “Bapak iPod” karena merancang pemutar musik Apple pertama dan juga terlibat dalam desain piranti keras iPhone pertama.
Tony Fadell, CEO Nest, juga tidak kalah girang dengan akuisisi ini. Tony merasa mimpinya akan lebih muda terwujud dengan bantuan teknologi Google. Berikut pernyataan resmi Tony, “Kami sangat senang untuk bergabung dengan Google. Dengan dukungan mereka, Nest akan menjadi tempat yang lebih baik lagi untuk membangun alat sederhana namun berguna yang bisa membuat hidup lebih mudah di rumah, dan memberikan dampak positif pada dunia.”
“[Google] selalu tertarik dengan apa yang Nest lakukan karena mereka berfikir kami memiliki ide yang gila, dan mereka suka ide gila,” kata Fadell.
Google sebelumnya juga melakukan akuisisi terhadap produsen robot militer Boston Dynamics bulan lalu dan perusahaan teknologi pembaca gerakan manusia Flutter pada Oktober.
(ic/ic/bl)
Foto : geekspodcast.com

