Grand Ethiopian Renaissance : Perencanaan Dam Yang Kurang Matang

Sebuah proyek Dam selalu menimbulkan permasalahan yang tidak sederhana, sehingga perlu perencanaan dan sosialisasi proyek yang matang. Pembangunan Dam Belo di Brazil telah menjadi protes dari suku Munduruku Indian karena tanah kelahirannya terendam air akibat pembangunan Dam, sedang pembangunan Grand Ethiopian Renaissance Dam lebih kompleks lagi karena pembangunan dam di sungai Nile ini mencakup banyak negara yang mengalami akibatnya.

Nile_watershed_topo

Sungai Nile adalah sungai terpanjang di dunia dengan panjang 6.650 km, bisa dibayangkan panjang Sabang – Merauke adalah 5.251 km, sungai ini melewati 10 negara yaitu Ethiopia, Sudan, Mesir, Uganda, Congo, Kenya, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan Selatan. Dimana Mesir adalah negara paling muara dari sungai Nil ini, selain dari itu sumber air untuk Mesir sepenuhnya hanya dari sungai Nil. Wilayah Mesir adalah padang gurun, dimana pertanian dan kehidupan masyarakat adalah disepanjang pinggiran sungai Nil, dengan kata lain Mesir ada karena sungai Nil.

Akibat perencanaan yang tidak mempertimbangkan efek dari negara-negara tetangga yang dilewati oleh sungai Nil ini maka terjadi gesekan politik antar negara. Sejauh ini pemerintah Presiden Morsi berusaha terus menjaga hubungan dengan Ethiopia tetap dingin, tetapi masyarakat Mesir terus mendesak untuk menghentikan rencana pembanguan Dam oleh Ethiopia ini.

Layout 1

Grand Ethiopian Renaissance Dam adalah dam terbesar di Africa, dengan kapasitas 6000 MW, dengan reservoir sebesar 63 milyar meter kubik, yang dibangun pada Blue Nile River, menelan investasi sebesar USD 4.2 milyar, sejauh ini pembangunan konstruksi sudah mencapai 20%. Para ahli memperkirakan akibat dari pembangunan Dam ini akan mengurangi debit air di Mesir hingga 40%, hal ini akan merubah pola kehidupan di Mesir.

Kekeringan di beberapa area pertanian di Mesir sudah dimulai, sementara sikap Presiden Morsi dianggap terlalu lembek untuk menghadang proyek ini, sehingga secara politis juga terjadi pergesekan untuk pemerintah Mesir lebih agresif menekan Ethiopia.

Pembangunan proyek skala internasional memang perlu perencanaan yang lebih matang baik dari dampaik sosial, budaya, lingkungan dan politis, karena hal ini sangat berkait dan tidak bisa diabaikan demikian saja.

(KN/KN/BL)

pic: stratfor.com

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x