Duh…. musim hujan takut Jakarta tenggelam
Duh….. musim panas takut Jakarta kekeringan air
Terus …
Aku maunya musim apa ?
Enggak musim hujan , enggak musim panas..
Apa aku maunya musim dingin ? Salju ?
Lha… Di jakarta hanya ada 2 musim, enggak ada itu dingin dan salju
Lantas aku maunya apa ? semua takut …
Apa aku pencipta musim takut ?
Takut ini… Takut itu… bikin pikiran ketakutan yang seharusnya dihadapi dengan syukur
Bukankah musim hujan dan panas selalu akan datang di setiap tahunnya ?
Lantas apa yang ditakuti lagi ?
Simple saja …..
Baik panas maupun hujan keduanya memerlukan payung supaya jangan kehujanan ataupun kepanasan,
Kebanjiran dan kekurangan air keduanya memerlukan antisipasi menghadapinya sebelum musim itu tiba
Jadi….
Buat apa kita selalu dilanda cemas dan takut sepanjang tahun ?
Bukankah lebih baik kita mengantisipasinya dengan mengusahakan dengan segala cara, supaya paling tidak curah air yang tinggi tidak mengakibatkan banjir karena semua saluran berfungsi dengan baik.
Siapa yang mengerjakan?
Ya kita dan pemerintah, karena pemerintah adalah kita ,dan kita adalah pemerintah, karena sepanjang kita hanya menuntut dan menanti si-ini dan si-itu yang mengerjakannya maka hati kita akan cemas menanti si-ini dan si-itu yg mengerjakannya,
Dan…. hujan deras datang… banjir ….
Tapi …
Kalau hari ini kita mau bergotong-royong dan bersama dengan pemerintah mengerjakannya
Maka siapa yang takut banjir ?
Kita halau…karena hati kita sekuat baja menghalau banjir
Musim hujan?
Siapa takut..
Musim panas?
Siapa takut
kita cerdas ketika kita tidak memboroskan air semau kita dan ketika musim panas datang kita pasti tidak kekeringan karena persediaan air kita cukup
Jadi….
Apa yang harus kita lakukan dari ketakutan sepanjang tahun ?
Yang harus kita lakukan adalah mengubah pola pikir menjadi optimis dan kerja keras yang cerdas
Demi aku, anakku dan cucuku dan generasi seterusnya… seterusnya anak Jakarta yang tidak perlu ketakutan lagi menghadapi banjir dan musim panas.
Tidak perlu ketakutan lagi.
Jacky Ang/VMN/BL


