(Business Lounge – Management Tips) Kepada businesslounge.co Vibiz Media Network Purnomo Prawiro menjelaskan bahwa ia menerapkan servant leadership di dalam memimpin PT Blue Bird Tbk. Bagi Purnomo, jabatannya sebagai direktur utama telah mengharuskan pria yang juga pernah berprofesi sebagai supir taxi ini untuk dapat mengatur banyak orang di dalam kesehariannya. Sehingga penting baginya untuk mengerti pekerjaan semua karyawannya yang mayoritas adalah pengemudi taxi.
Namun ada yang lebih penting daripada mengerti pekerjaan, yaitu mengerti perasaan. Hal ini membuat ia tidak sembarangan di dalam mengeluarkan peraturan. Semuanya harus mempertimbangkan apa yang pengemudi rasakan. Hal ini dilakukannya berdasarkan pengalaman pribadinya. Kepada businesslounge.co Vibiz Media Network, Purnomo menceritakan pengalamannya pada tahun 1970-an bahwa profesi pertamanya adalah sebagai “kenek” bemo yang kemudian dilanjutkan menjadi supir taxi. Hal inilah yang membuat Purnomo mengerti benar bagaimana memimpin perusahaan taxi “sebesar” PT Blue Bird Tbk.
Di dalam menerapkan servant leadership maka empathy adalah sesuatu yang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, ia mewajibkan semua orang di perusahaannya termasuk anak-anaknya secara reguler bertugas menjadi supir taxi dengan mengenakan seragam taxi. Sehingga semua orang dapat merasakan apa yang supir taxi rasakan ketika mengalami kemacetan, ketika menghadapi berbagai jenis penumpang, dan pengalaman-pengalaman lainnya. Pengalaman inilah yang akan menimbulkan empathy yang sangat penting dalam memimpin. Sebab menurut Purnomo, bagi kebanyakan orang Timur, perasaan adalah sesuatu yang tidak dapat diabaikan.
“Harus ada empathy di dalam memimpin, jika tidak maka akan terasa berat untuk mengatur puluhan ribu orang,” demikian Purnomo menutup perjumpaannya dengan businesslounge.co Vibiz Media Network.
uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
